Berita Terbaru

Thursday, September 10, 2015

Puntung rokok jadi penyulut kebakaran lahan di Manado
by donwu - 0

Petugas Dinas Damkar Manado yang berusaha memadamkan
 api yang membakar lahan Lingkungan III Mahakeret 
Timur, Kamis (10/9/2015) siang.(foto: farry/sk)
MANADO, SwaraManado.com- Musim kemarau berkepanjangan yang sampai saat ini masih dialami hampir di seluruh wilayah Indonesia, menyebabkan beberapa daerah mengalami kekeringan dan kebakaran lahan yang dipengaruhi dengan cuaca panas yang ekstrim. Tidak terkecuali di wilayah Sulut terlebih khusus Manado.
Seperti yang terpantau Swara Kita di Lingkungan III, Kelurahan Mahakeret Timur, Kecamatan Wanea, Kamis (10/9/2015) siang, terjadi kebakaran lahan kosong. Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Dinas Damkar Manado pun dikerahkan. Dan nampak petugas damkar mengalami kesulitan dalam memadamkan api yang cukup besar. Diduga kebakaran terjadi akibat api puntung rokok yang dibuang orang tidak bertanggungjawab.
Kepala Lingkungan (Pala) setempat, Novi Rawis, yang berada di lokasi kejadian memantau pemadaman api, mengatakan kebakaran ini akibat kelalaian oknum yang tidak bertanggungjawab. “Karena ulah oknum tertentu menyebabkan kebakaran seperti ini. Apalagi dengan musim kemarau panjang dan cuaca panas seperti yang terjadi saat ini,” kesalnya.
Dirinya mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap musim kemarau saat ini. “Dan juga dihimbau kepada masyarakat jangan membuang dan membakar sampah-sampah yang kering di dekat rumah dan di tempat-tempat kos, termasuk membuang puntung rokok yang bisa menyulut kebakaran, karena bisa membahayakan kita semua,” pungkas Rawis. Pantauan harian ini, kasus kebakaran lahan juga terjadi di beberapa titik di Manado. Dua hari juga terjadi di Kelurahan Tingkulu, Kecamatan Wanea, tepatnya di Lingkungan V mengalami kebakaran pepohonan dan alang-alang.
Dan, kasus kebakaran di lahan ini juga mendapat perhatian legislator Manado. Ketua Dekot Noortje Van Bone meminta agar warga waspada terjadinya kebakaran di musim kemarau. “Kita harus tetap waspada menghadapi musim kemarau ini dan supaya kita senantiasa selalu mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan air bersih agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi,” ujarnya. Ditambahkannya, cuaca panas yang berkepanjangan ini selain mempersulit jumlah kebutuhan air bersih, juga rawan dengan terjadinya kebakaran. “Seperti kita ketahui bersama, di beberapa wilayah yang ada di Manado sudah terjadi kebakaran alang-alang dan pepohonan,” kata dia.(wan)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment