Berita Terbaru

Wednesday, September 2, 2015

Politikus PDIP ini dianggap tendensius oleh sesama legislator Manado
by donwu - 0

Legislator Apriano Ade Saerang diperhatikan Benny Parasan 
saat menanggapi pernyataan Hengky Kawalo yang duduk 
di sebelah kanan Parasan. Sonny Lela pun terlihat tertawa 
mendengarkan ungkapan Saerang, dalam Sidang Paripurna 
Dekot Manado, Rabu (2/9/2015) sore.(foto: farry/sk)
MANADO, SwaraManado.com- Sikap kritis yang disampaikan legislator Manado dari PDIP Henky Kawalo, kepada Walikota GS Vicky Lumentut dan Wakil Walikota HAB Mangindaan, pada Sidang Paripiurna dalam rangka Laporan Komisi-Komisi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan (AMJ) Walikota dan Wawali Manado periode 2010-2015, Rabu (2/9/2015) sore, bukannya mendapat apresiasi dari koleganya sesama legislator malah justru dikritik balik.
Salah satunya ditegaskan legislator Apriano Ade Saerang. “Kalau Pak Hengky bilang melihat langsung ke masyarakat, saya juga yang punya konstituen yang saya dengar aspirasi mereka. Yang saya lihat program-program yang dijalankan Pak Walikota dan Wawali cukup maksimal. Tapi apalah Pak Walikota dan Wawali tentunya punya kelemahan. Tetapi saya memandang ini (pernyataan Kawalo, red) sudah tendensius dan tidak berimbang,” tukas Saerang.
Politisi Partai Gerindra pun mencontohkan soal kemacetan yang menjadi salah satu kiritikan Kawalo. “Contoh soal kemacetan, yang saya tahu sejak Pak GSVL dan Ai menjabat Walikota dan Wawali, Manado ini sudah macet. Sejauh ini pemerintah turun ke jalan untuk mengurai kemacetan, tetapi saya tidak penah lihat Pak Hengky turun ke jalan,” sindir Saerang yang langsung disambut tepuk tangan semua yang hadir di ruang Sidang Paripurna. “Jadi marilah kita melihat keadaan yang sebenarnya. Saya juga tahu Pak Hengky punya komitmen di masyarakat, tetapi dalam Sidang Paripurna LKPJ ini marilah kita jangan terlalu mengada-ada,” tandas Saerang.
Tanggapan juga diutarakan politisi Partai Gerindra lainnya, Benny Parasan, yang juga menyikapi secara bijak soal kemacetan yang melanda Manado beberapa tahun terakhir ini. “Terjadi kemacetan dan sebagainya, itu merupakan fenomena sebuah kota menuju kota metropolitan. Dan ini konsekuensi suatu kota yang nantinya menjadi kota yang lebih maju, dan konsekuensi itu harus kita terima,” tukas Parasan.
Namun Kawalo berkilah bahwa di lembaga dewan diberikan ruang bagi anggota dewan untuk memberikan pernyataan. “Persoalan laporan Komisi saya sampaikan bahwa itu pandangan Komisi, dan yang saya sampaikan adalah hal-hal yang mutlak yang terjadi di Komisi. Ini tidak bisa dipungkiri. Dan apa yang saya sampaikan secara pribadi bisa saya pertanggung-jawabkan,” ujarnya.(dsw)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment