Berita Terbaru

Tuesday, September 15, 2015

Pengusaha kuliner pantai jangan buang limbah ke laut
by donwu - 0

Kawasan kuliner Pantai Malalayang.(foto: ist)
MANADO, SwaraManado.com- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Manado, Meisje Wollah, menekankan kembali kepada para pengusaha kuliner di pinggir pantai Manado, supaya taat dengan peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah. “Tahun 2014 sudah ada peraturan Walikota tentang Pencegahan dan Pencemaran Akibat Aktivitas Kuliner Pantai. Jadi kami akan terus mensosilisaikan sekaligus kita akan melihat perkembangan yang ada di café-café di pesisir pantai dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya kepada Swara Kita, Senin (14/9/2015) di Kantor DKP Manado, Kelurahan Calaca, Kecamatan Wenang.
Dikatakannya, dari segi pencegahan jikalau kedapatan belum mentaati aturan itu, maka akan memberikan pembinaan. “Ini dimaksudkan agar café-café pantai itu diwajibkan memakai perangkap lemak yang harus meraka pasang di tempat pencucian piring. Semua cafe sepanjang pantai, dari kawasan Boboca Malalayang, Bahu Mall hingga Mega Mas,” tukasnya, seraya berharap pengusaha kuliner pinggir pantai mengumpulkan dan menampung lemak, lalu membuangnya di tempat pembuangan akhir, atau juga ada tempat-tempat sampah. “Artinya jangan buang limbah ke laut,” tandas Wollah.
Karenanya, lanjut dia, sosialisasi akan terus dilakukan, kemudian selanjutnya akan ada kelompok-kelompok  kuliner yang akan diberikan pembinaan supaya ada bantuan dari pusat melalui Direktorat Kelautan  Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Mereka akan memfasilisasi dalam upaya pencegahan pencemaran  lingkungan. Kami akan berkoordinasi dengan BLH dan Dinas Kebersihan,” kata dia.(pra)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment