Berita Terbaru

Monday, September 28, 2015

Lobi Walikota GSVL membuahkan hasil, 213 M bantuan bencana tahap I akan dikucurkan
by donwu - 0

Deputi RR BNPB Harmensyah dan tim foto bersama
Walikota Manado GS Vicky Lumentut usai pertemuan 
di Kantor Walikota, Senin (28/9/2015) siang.(foto: ist)
MANADO, SwaraManado.com- Lobi dan perjuangan yang tak henti-hentinya dilakukan Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) agar pemerintah pusat segera mengucurkan bantuan untuk rekahibiltasi dan rekonstruksi pascabencana alam 15 Januari 2014 silam, akhirnya membuahkan hasil. Dimana Senin (28/9/2015) siang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara langsung mengkoordinasikan penyaluran bantuan ini dengan Pemkot Manado.
“Kaitan dengan tindak lanjut bencana banjir bandang tahun 2014 silam, sudah ada kabar baik itu infrastruktur maupun bantuan perumahan. Jadi apa yang ditunggu masyarakat dan perjuangan Pemkot Manado, khususnya Bapak Walikota (GS Vicky Lumentut, red), hibah dana bantuan bencana banjir bandang sudah disetujui, dan mungkin akan dicairkan tahun ini juga,” ungkap Harmensyah selaku Deputi Rekonstruksi dan Rehabilitasi (RR) BNPB, usai Rapat Koordinasi di Ruang Kerja Walikota Manado, Jl Balaikota Tikala.
Dikatakannya, penandatanganan perjanjian hibah akan dilaksanakan pada Kamis (1/10) pekan ini. “Harapan masyarakat bisa terwujud. Mudah-mudahan segala sesuatu berjalan dengan lancar, termasuk juga perumahan, lokasi pembangunan, dan kelengkapan infrastrukturnya. Harapan masyarakat yang juga menjadi harapan kita semua, dimana harapan antara pusat dan daerah sama. Dan perjuangan ini memang termasuk Pak Walikota (GSVL, red) sudah berkali-kali ke Kementrian Keuangan dan ke kita di BNPB. Besarannya 213 miliar rupiah untuk tahap pertama, sesuai dengan rencana aksi,” terang Harmensyah.
Kehadiran BNPB di Manado sebagai tindaklanjut penyerahan Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) bantuan pendanaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu),  yang menandai bahwa sudah ada keputusan pemerintah pusat untuk membantu para korban banjir bandang. “Kehadiran kami di Manado ini untuk mewujudkan bantuan tersebut, sekaligus mengundang Pak Walikota (GSVL, red) pada 1 Oktober ke Jakarta menandatangani penyerahan hibah tahap pertama,” ujar Harmensyah yang disambut sukacita para pejabat Pemkot Manado yang hadir.
Menyambut penegasan tersebut, Walikota GSVL pun bertetima kasih kepada pemerintah pusat, baik Kemenkeu maupun BNPB, yang segera merealisasikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang Januari 2014 di Manado. “Terima kasih atas nama seluruh masyarakat Manado, khususnya yang mengalami banjir bandang, terima kasih kami kepada BNPB melalui Deputi RR, Pak Harmensyah dan tim yang hari ini (kemarin, red) datang ke Manado,” ujar GSVL.
Di satu sisi, kepada korban bencana banjir bandang, GSVL minta maaf karena telah lama menunggu penyaluran bantuan dari pemerintah pusat ini. “Lamanya (penyaluran, red) ini bukan karena ada masalah, tapi karena kesiapan aspek hukumnya, sehingga ketika disalurkan, kita tidak menemukan persoalan hukum karena payung hukumnya sudah ada, yakni PMK (Peraturan Menteri Keuangan) Nomor 162 tahun 2015. Dan sebagai Walikota harus membuat turunan dari peraturan itu. Kami telah berjanji, kami akan kawal penyaluran dana ini sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Masyarakat saya ajak berterima kasih, baik itu untuk kepentingan masyarakat maupun infrastruktur,” ungkap GSVL.
Terkait pembangunan rumah untuk korban banjir bandang, akan dibangun 2054 unit rumah, namun lahan yang disiapkan Pemprov Sulut baru untuk 1000 unit. “Sisanya masih akan disiapkan pematangan tanahnya. Oleh karena itu baru 1000 rumah yang dibangun sekarang, sisanya akan dibangun tahap berikutnya. Saya sudah diarahkan oleh Pak Deputi, kontraknya akan dilaksanakan tahun jamak yang dimungkinkan peraturan,” terang Walikota GSVL.
Kemudian khusus pembangunan Jembatan Dendengan Dalam (Dendal), Walikota mengungkapkan bahwa Pemkot Manado mendapatkan Dana Alokasi Khussu (DAK) 2015. “Sambil menunggu dari BNPB, kami sudah menganggarkan pembangunan bagian bawah, karena kita harus membangun dua jembatan, yaitu selain di Dendengan Dalam juga di Maesa,” ujar Ketua Walikota se-Indonesia ini.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain Asisten I Pemprov Sulut John Palandung, Kepala BNPB Sulut Noldy Liow, Kepala BPBD Manado Maxmilian Tatahede, Kepala Bappeda Manado Peter KB Assa, dan Kepala BPMPK Manado Spener Tahulending.(dsw)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment