Berita Terbaru

Sunday, September 20, 2015

Judi online turis menyasar Sulut, 30 WNA Cina dan Taiwan diringkus polisi
by donwu - 0

Para tersangka saat diamankan Polda Sulut.(foto: tino/sk)
Punya markas di Citra Land Manado, sempat tawarkan Rp1,6 miliar saat ditangkap

MANADO, SwaraManado.com- Jika selama ini kita hanya melihat di televisi kejahatan yang dilakukan Warga Negara Asing (WNA) di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia, kini kasus tersebut menyasar ke Manado. Buktinya, Sabtu (19/9/2015), 30 WNA asal Cina dan Taiwan diamankan Tim Resmob Manguni Polda Sulut, di Perumahan Citra Land, Royal Diamond, Manado. Dari 30 orang yang diamankan, 4 di antaranya wanita, 18 merupakan warga negara asal Taiwan dan 12 warga negara Cina.
Informasi yang dirangkum menyebutkan, awalnya Tim Manguni yang sementara melakukan kegiatan patroli, menerima laporan warga terkait adanya aktifitas puluhan turis ini, yang dinilai tidak jelas di perumahan elite tersebut. Tak heran, kabar itu langsung ditindaklanjuti Tim Manguni. Bahkan, tim mendatangi lokasi yang dicurigai tempat berkumpulnya para WNA tersebut. Penggerebekan pun langsung dilakukan.
Menariknya, para WNA saat digrebek sempat membujuk Tim Manguni untuk bernegosiasi. Tak hanya itu, para WNA ini nekat menawari uang senilai Rp1,6 miliar kepada petugas, agar bisa membebaskan mereka. Namun aksi itu ditolak mentah-mentah. Rumah yang mereka tempati hanyalah rumah kontrakan. Dari dalam rumah, petugas kepolisian mendapati sejumlah barang bukti di antaranya handphone, paspor, telepon rumah, uang tunai, laptop dan kalkulator. Setelah diinterogasi, para WNA tersebut sudah cukup lama menetap di Indonesia dan merekrut orang-orang dari negara asalnya, dengan diiming-imingi pekerjaan di Indonesia. Namun, setibanya di tanah air, mereka melakukan tindak kriminal penipuan dengan target warga negara asal Cina dan Taiwan.
Terkait penangkapan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi SIK SS MM, yang saat itu mengkoordinir penggrebekan mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus ini. "Kami masih mengembangkan kasus ini, dan kami juga sudah menghubungi pihak imigrasi dan mereka sudah didata," jelas Ratulangi.
Mantan Wadir Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut itu mengaku, bahwa mereka sempat mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan para WNA tersebut. Meski demikian, pihaknya bisa mendatangkan ahli bahasa dari sehingga  proses penanganan kasus berjalan baik. "Mereka agak susah diajak berkomunikasi karena tidak menguasai bahasa Indonesia, dan tidak fasi berbahasa Inggris. Tapi setelah kita amankan ke Polda, ahli bahasa masing-masing Negara dapat membantu proses penyelidikan,” tukas Ratulangi.(tin/obi)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment