Berita Terbaru

Sunday, September 20, 2015

Hadapi pilkada, Mendagri keluarkan 3 instruksi untuk Camat
by donwu - 0

Dua Camat di Manado, Camat Tikala M Sofyan dan 
Camat Wenang Donald Sambuaga, di sela apel Rakornas 
Camat se-Indonesia di Batam, Jumat (18/9/2015).(foto: ist)
BATAM, SwaraManado.com- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015 tak lama lagi digelar. Ada 9 Provinsi dan 269 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang akan menggelar pesta demokrasi tersebut secara bersamaan. Dan untuk Sulut sendiri, selain pelaksanaan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub), juga digelar bersamaan dengan Pilkada di tujuh Kota/Kabupaten yakni Manado, Bitung, Tomohon, Minut, Minsel, Boltim dan Bolsel.
Karena itu, supaya Pilkada serentak ini berjalan aman, tertib, jujur dan adil, maka Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengumpulkan para Camat se-Indonesia, khususnya yang daerah yang akan menggelar Pilkada, dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Camat Dalam Rangka Menghadapi Pilkada Serentak 2015, yang dipusatkan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Jumat-Sabtu (18-19/9/2015).
Di hadapan 1400 Camat yang hadir, Mendagri mengeluarkan tiga (3) instruksi yang ditujukan kepada jajaran Camat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di seluruh Indonesia. 3 instruksi itu yakni, pertama, seluruh jajaran kecamatan harus netral. Kedua, para Camat termasuk seluruh aparatur pemerintah harus melayani masyarakat secara ikhlas. Dan ketiga, koordinasi dengan perangkat di tingkat kecamatan dan desa.
Instruksi itu bertujuan untuk menjaga netralitas jajaran pemerintahan menghadapi Pilkada secara serentak yang akan digelar di 269 kota/kabupaten dan 9 provinsi. “Tugas utama seluruh jajaran kecamatan pada pilkada serentak adalah harus netral,” kata Tjahjo saat memimpin Apel Kesiapan di Lapangan Dataran Engku Putri. Mendagri mengultimatum Camat agar netral, dan jika ditemukan pelanggaran, dirinya tak sungkan memberikan sanksi seperti skorsing. Pasalnya, banyak temuan sebelum oknum di kecamatan melakukan pelanggaran berupa memainkan angka dan memanipulasi suara.
Mengutip laman resmi Sekretariat Kabinet, Mendagri secara terbuka mengingatkan jajaran Camat beserta aparat pemerintahan lainnya untuk tidak memanipulasi suara dan menambah angka seperti yang sering dilakukan oknum camat di saat penghitungan suara. “Untuk itulah, para Camat harus baik. Kalau tidak, hal yang sama akan ditiru oleh para kepala desa,” tegas Mendagri. Dia juga meminta para Camat melakukan deteksi dini atas berbagai potensi kecurangan saat Pilkada serentak. “Di tingkat kecamatan ada Kapolsek, Danramil, ada tokoh-tokoh masyarakat. Semua harus mampu membangun stabilitas daerah,” terang Tjahjo.
Dikatakannya, tujuan Pilkada serentak tahap pertama tahun 2015 ini akan menjadi pembelajaran untuk Pilakda serentak selanjutnya. Baik kesiapan pemerintah daerah dalam melaksanakannya, ataupun instansi lain seperti Polri dan TNI yang ikut andil dalam pengamanan.  "Ini merupakan latihan untuk Pilkada serentak tahun 2016 dan kesiapan Pilpres tahun 2019 nanti. Kita akan melihat dari pilkada Desember nanti," lanjut Tjahjo.
Untuk itu, lanjut politisi PDIP ini, seorang Camat harus memahami teritorial serta kondisi wilayahnya. Para camat harus dapat melakukan koordinasi yang baik dengan tokoh-tokoh seperti Danramil, Kapolsek serta tokoh-tokoh masyarakat. Karena dengan adanya koordinasi yang baik maka akan tercipta keamanan dan kesejahteraan masyararakat. "Kesemuanya untuk memperkuat tata kelola yang efektif, efesien, tahap pada hukum dan memunculkan pemimpin daerah yang memperkuat otonomi daerah yang ada," tambah Tjahjo.
Apel Camat ini dihadiri Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Putut Bayuseno, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen Wiyarto.(tri/kdn)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment