Berita Terbaru

Thursday, September 10, 2015

Bawa nama Pemuda Katolik dukung HJP-Tora, legislator Manado Pinkan Nuah dikecam
by donwu - 0

Koorwil PK Sulut, Stephanus Mangonting.
MANADO, SwaraManado.com- Pernyataan yang disampaikan Theresia Pinkan Nuah yang menyatakan bahwa Pemuda Katolik berkomitmen mendukung pasangan Hanny Joost Pajouw-Tonny Rawung (HJP-Tora) di Pilwako Manado di salah satu surat kabar, Rabu (9/9/2015) lalu, dibantah keras Koordinator Wilayah Pemuda Katolik (Korwil PK) Sulut, Stephanus Mangonting, Kamis (10/9/2015).
Dia mengatakan, apa yang disampaikan oknum legislator Manado dari PDIP tersebut adalah pernyataan pribadi bukan pernyataan organisasi secara resmi. Pasalnya, dukung-mendukung pasangan calon di Pilkada harus melalui rapat pleno pengurus Pemuda Katolik Sulut. “Jadi pernyataan dari Pingkan Nuah selaku Bendahara Pemuda Katolik Sulut adalah pernyataan pribadi dan bukan pendapat resmi organisasi,” tegas Mangonting.
Menurut dia, sah-sah saja Nuah menyampaikan pendapat dan dukungan, tetapi jangan membawa nama organisasi. “Karena ada mekanisme organisasi untuk pernyataan dukungan dalam Pilkada, termasuk di Manado. Oleh karenanya, Ketua Dewan Pembina Pemuda Katolik Sulut, Bung Harold Pratasik, juga mengecam keras pernyataan tersebut yang membahayakan anggota dan mengancam keutuhan organisasi Pemuda Katolik Sulut,” kecam Mangonting.
Dirinya menjelaskan bahwa organisasi Pemuda Katolik jangan dijual murah untuk kepentingan pribadi seorang Pingkan Nuah. Tetapi harus tahu aturan main dan mekanisme organisasi yang berlaku di Pemuda Katolik dalam memberikan atau menyatakan dukungan. “Pemuda Katolik bukan onderbouw dari partai politik, tapi organisasi kemasyarakatan yang independen dan mandiri, mempunyai AD/ART yang mengatur organisasi secara jelas. Pemuda Katolik mendukung terlaksananya Pilkada yang jujur dan adil, demokratis dan non sektarian,” tandas Mangonting.
Dia mengatakan Pemuda Katolik menghargai perbedaan pendapat antar anggota dan pengurus Pemuda Katolik di berbagai tingkatan baik di Komda Sulut maupun Kota/Kabupaten, lainnya dimana para anggota Pemuda Katolik ada yang menjadi penyelenggara Pemilu, PNS, TNI/Polri, penggiat LSM serta legislatif di berbagai Kota/Kabupaten dan Provinsi. “Oleh karenanya secara organisasi Pemuda Katolik bukan pendukung para pasangan calon walikota/bupati dikota kabupaten dan di provinsi,” ujarnya.
Senada dengan Mangonting, mantan Ketua Pemuda Katolik Sulut sekaligus Ketua Dewan Penasihat Pemuda Katolik Sulut, Royke Elias, juga menyayangkan statement Nuah tersebut. Menurutnya, terlalu riskan menyatakan dukungan kepada salah satu pasangan calon tanpa kesepakatan bersama pengurus. “Terasa ada kepentingan pribadi yang diutamakan daripada kepentingan organisasi. Kader model begini bagusnya dipecat dari organisasi, karena jelas-jelas sudah melanggar AD/ART organisasi,” tegas Elias.(wan)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment