Berita Terbaru

Monday, August 24, 2015

Tim GSVL-Mor taat aturan, atribut mulai diturunkan
by donwu - 0

Stiker GSVL yang dipasang di kendaraan
mulai dicabut Senin (24/8/2015) pagi.(foto: donny/sk)
MANADO, SwaraManado.com- Sesuai peraturan KPU Nomor 12/2015 tentang calon dan masa kampanye kandidat dimulai 27 Agustus hingga 5 Desember 2015. Sebelum tanggal itu maka semua alat peraga kampanye dilarang. Dalam posisi ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) akan melakukan pemantauan dan pengawasan pelaksanaan Pilkada serentak ini, terutama terhadap tim sukses pasangan calon kepala daerah yang mencoba mendahului tahapan masa kampanye dengan memasang sejumlah baliho dan spanduk ajakan untuk memilih.
Pasangan calon kepala daerah hanya diperbolehkan memasang alat peraga kampanye jika sudah mulai memasuki masa kampanye, sebagaimana telah ditetapkan KPU yakni 27 Agustus hingga 5 Desember 2015. Karenanya tim sukses agar dengan kesadarannya dapat menurunkan kembali semua baliho ataupun spanduk kampanye mereka karena ini belum jadwal untuk berkampanye.
Dan, Senin (24/8/2015) sore, KPU telah resmi menetapkan pasangan calon kepala daerah yang akan maju pada Pilkada serentak 2015 maka sesuai ketentuan UU Pilkada Nomor 8 Tahun 2015 alat peraga kampanye calon akan ditanggung dananya oleh negara melalui APBD dan APBN. Jadi semua perlengkapan alat peraga kampanye calon di antaranya baliho, spanduk, stiker, selebaran, dan lainnya akan ditangung negara, tentunya masing-masing kandidat mendapatkan perlakuan yang adil dan sama.
Hal ini mulai dilakukan tim pasangan calon GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-Mor), yang dengan sadar mulai menurunkan sendiri baliho, spanduk atau bahkan stiker yang menempel di kendaraan. “Kami (tim GSVL-Mor, red) taat aturan. Kami menunjukkan kepada masyarakat Manado sikap sebagaimana yang selalu ditunjukkan GSVL-Mor,” ujar Ketua Media Centre GSVL-Mor, Hendra Zoenardjy, kemarin. Hal ini juga dilakukan tim GSVL-Mor untuk menjaga situasi yang kondusif, aman, damai, tertib, dengan menghindari berbagai intrik politik negatif yang mengarah pada kampanye hitam. “Kecerdasan berpikir dan berbuat GSVL-Mor, itu yang kami kedepankan,” tukas Henzoe, sapaannya.(dsw)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment