Berita Terbaru

Tuesday, August 11, 2015

OJK kuatir Bank SulutGo tak siap hadapi AFTA
by donwu - 0

MANADO, SwaraManado.com- Bank Sulut yang kini bertransformasi merubah menjadi Bank Sulut-Gorontalo (SulutGo) nampaknya harus kerja ekstra, terlebih dengan ancaman Perdangangan Bebas Asean (AFTA). Ini terbukti dengan belum terpenuhinya persyaratan Bank Indonesia yang mewajibkan bank daerah wajib memiliki modal minimum Rp1 Triilun.
Kerja ekstra Direksi Bank SulutGo pun dipacu, dan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun nampaknya merasa khawatir terhadap nasib bank ini. Kepala OJK Sulut, Gorontalo dan Malut, Purnama Jaya. meminta PT Bank Sulut terus meningkatkan modal menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir 2015.
"Bank SulutGo harus memperkuat permodalan dengan mengatur kewajiban penyediaan modal minimum, baik individu maupun konglomerasi keuangan," kata Purnama di Manado.
Menurut Purnama, Bank SulutGo harus didorong meningkatkan modal menuju buku dua, sehingga memiliki daya tahan yang lebih kuat menghadapi MEA. "Juga dapat lebih leluasa untuk melakukan ekspansi bisnis melayani masyarakat daerah," jelas Purnama.
Dia mengatakan, permodalan Bank SulutGo diharapkan mencapai modal inti sebesar Rp1 triliun. Jika sudah mencapai, maka ada banyak kegiatan operasional bisa dilakukan oleh bank daerah itu. Kekhawatiran ini cukuplah beralasan, mengingat persiapan yang diperjuangkan sejak 3 tahun terakhir nampaknya bakal sulit terjadi.
Ketua DPRD Sulut Steven Kandouw juga telah mengingatkan ini sejak beberapa tahun silam. "Bank Sulut wajib perhatikan ketersediaan Modal minimum tersebut,jika tidak ingin kalah bersaing," tegasnya. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Sulut Johanis Salibana kembali memberikan pernyataan yang cukup percaya diri. "Modal disetor bank pembangunan daerah selalu tumbuh dari waktu ke waktu," ujarnya.(obe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment