Berita Terbaru

Wednesday, August 26, 2015

Ketua MUI Manado: Ada 3 kecerdasan menjadi haji mabrur
by donwu - 0

Acara pelepasan jemaah calon haji Manado 2015.(foto: donny)
MANADO, SwaraManado.com- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Manado KH Mashar Kinontoa SAG menerangkan kepada para calon haji, bahwa ada tiga kecerdasan yang harus dimiliki supaya mencapai haji yang mabrur. “Ada tiga kecerdasan bila bapak/ibu calon haji menginginkan hal yang baik atau mabrur, dan bangsa ini akan lebih maju, khususnya di Manado, apabila 3 kecerdasan ini ditanamkan dalam diri kita masing-masing. Tiga kecerdasan itu adalah kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual,” ujarnya dalam acara pelepasan 147 jemaah calon haji Manado tahun 2015, yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Jl Balaikota Tikala, Rabu (26/8/2015) sore.
Dijelaskan Mashar, kecerdasan pertama adalah intelektual, dimana bicara soal intelektual berarti berbicara soal ilmu pengetahuan. Seluruh proses haji itu dilaksanakan harus mempelajari hukum haji itu sendiri. “Seorang yang mengikuti ibadah jika tidak murni di hadapan Allah maka ibadahnya ditolak. Nah kita harus menjalankan hukum haji supaya ibadah kita berbobot dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya seraya memberikan contoh haji yang tidak cerdas. “Ada sebuah cerita, dimana ketika ada seorang yang baru pulang melaksanakan ibadah haji, terus ditanya kepada dia apa itu haji. Nah dia sendiri tidak mengetahuinya. Jadi disini orang itu tidak memiliki kecerdasan intelektual. Dia sudah menyandang haji, tapi dia sendiri tidak tahu apa itu haji. Jadi calon haji benar-benar memiliki kecerdasan intelektual,” terang Mashar.
Yang kedua adalah kecerdasan emosional. “Tatkala bapak/ibu sudah melakukan suatu niat untuk menjakankan ibadah haji, maka ada hal yang dilarang; jangan membicarakan hal-hal yang membangkitkan seksual, jangan membuat dosa sekecil apapun. Dan ketiga kecerdasan spiritual, dimana ketika bapak/ibu menjalankan ibadah haji di sana, perbanyak mendatangi Mesjid Alharam dan Mesjid Alnabad. Jangan hanya karena alasan jauh, kita malas ke mesjid itu. Karena ketika kita beribadah di sana, itu sama dengan 100 ribu pahala. Jadi harus diatur dan manfaatkan dengan baik, jika kita menginginkan haji mabrur,” ujar Mashar.
Dia juga mengatakan, haji pada hakekatnya sebagai ibadah. Adapun puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Menurutnya, kloter pertama relatif lebih lama menunggu tibanya waktu wukuf 9 Dzulhijjah. "Jangan memforsir diri dengan ibadah umrah, Miqat berkali-kali tapi mengabaikan kondisi kita. Karena itu jaga kesehatan sampai dengan wukuf," katanya.
Diketahui, 147 jemaah calon haji Manado ini dilepas Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) didampingi Ketua TP-PKK Manado Prof Paula Runtuwene dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Manado H Lilik Hasmanah SAG MSi.(pra)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment