Berita Terbaru

Thursday, August 27, 2015

Kampanye Damai Pilwako Manado; Dilarang saling menghina dan fitnah
by donwu - 0

Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Manado 
melepas balon sebagai simbol pelaksanaan Kampanye 
Damai Pilwako Manado, yang digelar KPU Manado 
di Lapangan Sparta Tikala, Kamis (27/8/2015).(foto: farry/sk)
MANADO, SwaraManado- Kamis (27/8) sore, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado, menggelar agenda kampanye damai, yang dihadiri empat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2015-2020, di Lapangan Sparta Tikala, Manado.
Pada kesempatan itu, Ketua KPU Manado Eugenius Paransi menjelaskan kembali soal aturan kampanye sebagaimana tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 7 tahun 2015 tentang Kampanye yang telah mengatur tentang larangan bagi pasangan calon atau tim sukses untuk melakukan hal-hal atau kegiatan diluar dari ketentuan. Larangan tersebut diatur didalam pasal 66, 67, 68 dan 69.
“Penjelasan dalam kampanye dilarang, antara lain menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, dan/atau Partai Politik; melakukan Kampanye berupa menghasut, memfitnah, mengadu domba Partai Politik, perseorangan, dan/atau kelompok masyarakat; menggunakan kekerasan, ancaman kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada perseorangan, kelompok masyarakat dan/atau Partai Politik; mengganggu keamanan, ketentraman, dan ketertiban umum; mengancam dan menganjurkan penggunaan kekerasan untuk mengambil alih kekuasaan dari pemerintahan yang sah; merusak dan/atau menghilangkan Alat Peraga Kampanye; melakukan pawai yang dilakukan dengan berjalan kaki dan/atau dengan kendaraan di jalan raya,” terang Paransi.
Kemudian dalam kegiatan kampanye, pasangan calon dan/atau Tim Kampanye dilarang melibatkan pejabat Badan Usaha Milik Negara/Badan Usaha Milik Daerah; aparatur sipil negara, anggota Polri/TNI; dan/atau kepala desa atau sebutan lain/lurah dan perangkat desa atau sebutan lain/kelurahan. “Larangan lain, pejabat negara, pejabat struktural dan pejabat fungsional dalam jabatan negeri serta aparatur sipil negara lainnya dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah pada keberpihakan terhadap pasangan calon yang menjadi peserta Pemilihan sebelum, selama, dan sesudah masa kampanye. Larangan ini meliputi pertemuan, ajakan, imbauan, seruan atau pemberian barang kepada aparatur sipil negara dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat,” ujar Paransi, seraya berujar juga bahwa pasangan calon dan/atau Tim Kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk memengaruhi Pemilih.
Hadir dalam agenda politik ini empat pasangan calon yakni pasangan HAB Mangindaan-Jemmy Asiku, pasangan Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud, pasangan GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-Mor), dan pasangan Hanny Joost Pajouw-Tonny Rawung, bersama pendukung dan simpatisan masing-masing. Usai deklarasi damai, kandidat dan pendukung melakukan konvoi melewati beberapa titik kota Manado.(dsw)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment