Berita Terbaru

Wednesday, August 19, 2015

6 bajak laut dalam pengejaran Polda Sulut
by donwu - 0

Tiga pembajak Kapal MT Rehobot yang ditangkap 
Polda Sulut diperlihatkan ke media massa 
di Mapolda Sulut Rabu (19/8/2015) siang.(foto: farry/sk)
3 pembajak kapal berhasil ditangkap, 
4 lainnya telah berproses sidang

MANADO, SwaraManado.com- Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Sulut akhirnya kembali berhasil menangkap 3 pelaku pembajakan Kapal MT Rehobot DWT 1149/GT 728/NT 307 jenis tanker pengangkut minyak, milik Welly Titah, yang bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar sebanyak 1100 kilo liter, pada 29 Januari 2015 lalu. Ketiga pelaku diringkus Polda Sulut bersama tim Mabes Polri, setelah sebelumnya Polisi melakukan pengembangan atas tertangkapnya 4 orang tersangka lainnya. Meski demikian, dari total 7 tersangka yang sudah diamankan, masih ada 6 pelaku lagi dalam pengejaran petugas dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung SH, didampingi Direktur Polair Polair Sulut, Kombes Pol Triyono Wibowo, dalam jumpa pers bersama para awak media, Rabu (19/8/2015) siang menjelaskan, ketiga tersangka yang ditangkap pada 11 Agustus 2015 antara lain,  MA alias Boy alias La Ade (36), warga Kelurahan Kebun Bawang III, Jakarta Utara, sebagai aktor intelektual atau penghubung ke pemesan dan pembeli, MM alias Mud (48), warga Pateten III, Lingkungan III, Kecamatan Maesa, Bitung, sebagai koordinator lapangan, serta AP alias Tole (26), warga Kelurahan Pateten I, Lingkungan V, Kecamatan Aertembaga, yang berperan sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Ketiganya ditangkap di Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, berkat kerjasama Tim Ditpolair Polda Sulut, Bareskrim Polri, Ditpolair Baharkam Polri dan Polsek Gunung Putri.
“Penangkapan ini hasil pengembangan anggota Polda bersama tim dari Mabes Polri. Dari hasil ini, kita mengamankan sejumlah barang bukti dan dibawa ke Markas Polair Polda Sulut untuk diproses lebih lanjut. Untuk 4 tersangka lain yang sudah ditangkap sebelumnya, saat ini sementara berproses penuntutan persidangan di Pengadilan Bitung,” kata Kapolda.
Lebih lanjut Jenderal bintang satu itu menjelaskan, barang bukti yang dijadikan barang bukti antara lain, kapal yang dibajak, perahu longboat yang digunakan untuk melakukan pembajakan, perahu taxi milik YS alias Akang yang digunakan untuk mengangkut para pembajak, 2 unit motor tempel merk Yamaha Enduro 40pk, yang digunakan pada perahu longboat untuk mengejar kapal MT Rehobot, mobil yang di gunakan untuk antar jemput para pembajak, 2 buah peta laut Sulut 356 yang disita dari tersangka PB alias Joko, 8 buah HP, 9 lembar KTP, 3 buah passport, 1 buah buku Pelaut, 4 buah kartu ATM dan 4 buah buku tabungan.
Barang bukti tersebut sudah digabungkan bersama 4 pembajak yang ditangkap sebelumnya pada Februari 2015. Ke empat orang pelaku tersebut diantaranya PB alias Joko (58), Kelurahan Gunung Sarillir, Kota Balikpapan, RT alias Udi (40), warga Kelurahan Pateten II, Lingkungan II Bitung, LS alias Sae (43), warga Papusungan Lingkungan I, dan YS alias Akang (57), warga Kelurahan Papusungan, Lingkungan V, Lembeh Bitung. Keempat tersangka sudah menjalani proses penyidikan dan telah di serahkan ke JPU serta sedang menjalani sidang di Pengadilan Negeri Bitung. Masih ada enam tersangka lainnya yang sudah ditetapkan sebagai DPO.
“Kejadian pembajakan Kapal MT Rehobot yang mengangkut BBM Solar, berlayar dari Depo Pertamina Bitung, Kamis 29 Januari 2015, sekitar pukul 23.00 Wita, menuju Gosowong Halmahera Maluku Utara. Dalam perjalanan laut, tiba-tiba dihadang sebuah kapal long boat tanpa nama yang ditumpangi para tersangka pembajakan. Para pelaku yang berjumlah delapan orang langsung naik ke atas Kapal MT Rehobot menggunakan penutup wajah serta senjata tajam jenis golok, langsung menyandera para ABK,” ungkap Kapolda.
Tak hanya itu, para ABK sempat diancam akan dibunuh jika melakukan perlawanan, kemudian para ABK disekap dalam kamar mandi, dengan kondisi tangan terikat dan mulut dilakban, dan diturunkan di laut Zee dengan menggunakan Life Raf. Selanjutnya para pembajak akhirnya turun di daerah Kotamati, Davao, sedangkan kapal MT Rehobot dibiarkan hingga terdampar di daerah Davao Oriental, Filipina Selatan, dan berhasil ditemukan oleh Coast Guard Filipina. Dikatakan Kapolda, dari pengakuan tersangka, kapal yang mereka bajak di arahkan menuju Filipina untuk menjual Solar pada DW alias Dudung, warga Negara Filipina keturunan Sangihe, yang merupakan pemesan BBM tersebut dengan harga Rp3000 per liter, dan berstatus DPO.
“Memang masalah kejahatan antar negara untuk wilayah Sulut cukup rawan. Dimana ada kasus pembajakan, serta bisa menjadi jalur peredaran Narkoba. Apalagi jarak Sulut dengan negara Filipina yang cukup dekat,” tandasnya.
Dirinya juga menegaskan, pihak Polda Sulut akan meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan dengan negara tetangga. “Kita mengantisipasi ini dengan melakukan patroli rutin di wilayah-wilayah perbatasan dengan Filipina. Kita juga bekerjasama dengan Mabes Polri dan TNI AL, juga kerjasama dengan Kepolisian Filipina,” jelasnya sembari menambahkan, bahwa para pembajak diancam Pasal 439 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e Jo Pasal 56 KUHP.(obi)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment