Berita Terbaru

Sunday, June 14, 2015

Walikota Manado ibadah bersama jemaat GMIM Bukit Sion Manado Tua
by donwu - 0

Walikota Manado GS Vicky Lumentut diajak foto bersama 
sebelum meninggalkan Pulau Manado Tua, usai mengikuti 
ibadah bersama dengan jemaat GMIM Bukit Sion 
Pangalingan Manado Tua Satu, Minggu (14/6) tadi.(foto: ist)
Manado—Perhatian besar Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) terhadap warga di kepulauan, yakni di Pulau Bunaken, Siladen dan Manado Tua, sangatlah besar. Pasalnya, sejak dilantik sebagai top eksekutif Manado 2010 silam, sudah tak terhitung berapa kali GSVL berkunjung ke tiga pulau yang berada di Kecamatan Bunaken Kepulauan tersebut. Hal ini wujud komitmen Walikota GSVL untuk membangun ibukota Sulut ini, dengan memperhatikan semua wilayah di Manado, tanpa memandang suku, agama dan ras.
Hal itu terbukti juga ketika GSVL yang juga Ketua Walikota se-Indonesia (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia/APEKSI) ini memenuhi undangan jemaat GMIM Bukit Sion Pangalingan Manado Tua Satu, Minggu (14/6) pagi, untuk beribadah bersama dan disambut hangat warga setempat (Berita terkait baca Halaman 1). Dalam ibadah yang dipimpin Ketua BPMJ GMIM setempat, Pdt Rommy Rawis STh, dirinya menyadur khotbah dalam MTPJ (Menjabarkan Trilogi Pembangunan Jemaat) GMIM 14-20 Juni 2015 dengan tema “Menerima Didikan Tuhan” sebagaimana referensi bahan Alkitab Ayub 5:17-18 dan Kolose 1:19-23.
“Mencermati meningkatnya jumlah kriminalitas, perceraian, pengguna narkoba, HIV/AIDS di daerah kita, banyak yang mengatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah terabaikannya pendidikan. Karena pendidikan sekarang ini hanya menekankan pada aspek kognitif semata, yang bermuara pada transfer ilmu, nilai dan angka kelulusan, bukannya pada pembentukan karakter,” ujar Pdt Rawis.
Di samping itu ada pepatah lama yang mengatakan “di ujung cemeti ada emas”. Ungkapan ini melukiskan maksud/tujuan baik dari pendidikan ataupun pengajaran, kendati harus melalui proses yang sukar. “Tentu saja pengertian cemeti di sini tidak selalu harus diartikan sebagai tindakan kekerasan dari pendidik kepada anak didik, melainkan sebagai bentuk pembinaan disiplin. Tidak sedikit anak yang sulit mengerti maksud di balik tindakan orang tua yang disiplin. Demikian pula manusia di hadapan Allah. Terkadang kita kecewa dan marah karena kita tidak mampu memahami ajaran/didikan Tuhan kepada kita. Di bulan Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen ini, kita diajak untuk merenungkan sejauh mana pendidikan Kristen telah dilaksanakan dan memberi dampak dalam kehidupan berkeluarga, berjemaat dan bermasyarakat,” terang Pdt Rawis.
Tak lupa dirinya mengucapkan terima kasih kepada Walikota GSVL yang terus memperhatikan warga kepulauan selama memimpin Manado hampir lima tahun. “Kepedulian Walikota sangat besar untuk masyarakat di sini. Karena itu masyarakat sangat mengapresiasi pada pak Walikota, yang tidak memandang suku dan agama, tidak memandang orang kota atau kepulauan. Kiranya pak Walikota akan terus menjadi berkat bagi masyarakat di kepulauan secara khusus, dan masyarakat Manado secara umum,” ujar Pdt Rawis.
Sementara itu Walikota GSVL menyatakan, di tahun 2015 ini memang tahun politik, sehingga banyak yang muncul dengan berbagai macam bentuk pencitraan, khususnya menghadapai Pemilihan Walikota (Pilwako) Manado. Namun bagi GSVL, dirinya tetap berkonsentrasi membangun kota ini. “Saya tahun ini tahun politik, banyak yang sudah melakukan pencitraan. Jabatan saya akan berakhir pada 8 Desember tahun ini, namun saya masih akan membangun kota ini. Karena tugas saya sebagai Walikota harus membuat kota ini warganya sejahtera. Karena itulah sehingga saya masih konsen membangun kota yang kita cintai ini,” tegas GSVL.
Ikut mendampingi Walikota GSVL dalam kunjungan kemarin di Manado Tua, antara lain Kadis Perikanan dan Kelautan Meisje Wollah, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Hendrik Warokka, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Julises Oehlers, dan Camat Bunaken Kepulauan Robert Dauhan.(dewe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment