Berita Terbaru

Tuesday, June 2, 2015

Diduga terlibat kasus togel di Minahasa, sejumlah Polisi terancam dipecat
by donwu - 0

Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi.
Tondano—Dua pelaku judi toto gelap (togel) yang ditangkap Tim Barracuda Polda Sulut, Jumat (28/5) pekan lalu, masing-masing oknum bandar JM alias Jons (28) dan pengecer NS alias Novry, keduanya warga Desa Karondoran, Kecamatan Langowan, Minahasa, akhirnya berbuntut panjang. Pasalnya, terkuak dalam penangkapan tersebut, sejumlah anggota Polisi diantaranya oknum Kanit Reserse Kriminal Polsek Langowan dan Kakas serta 2 anggota Barracuda Polres Minahasa, diduga kuat memback-up serta menerima jatah uang dari pelaku togel. Tak heran, dugaan keterlibatan beberapa oknum Polisi ini membuat Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi, geram. Bahkan, anggota yang terlibat pun dipastikan dipecat.
Menyikapi kasus tersebut, Rumondor menyatakan, sesuai komitmennya sebagai Kapolres, dirinya akan menindak tegas anggotanya yang “nakal”. Ia merasa kesal, karena di tengah gencarnya memberantas judi di Minahasa, justru ada anak buahnya yang dengan sengaja memback-up judi agar lancar beroperasi. Rumondor pun menegaskan, dengan keterlibatan oknum Kanit Reskrim Polsek Langowan dan Kakas berinisial TM alias Tomy dan CM alias Charles, maka sanksi pun akan diberlakukan.
“Tindakan yang dengan sengaja membiarkan peredaran judi togel bahkan mem-back-up dari petugas, sanksinya kedua Kanitres tersebut bakal dicopot dari jabatannya. Apapun alasan kedua anggota, saya tetap akan mencopot jabatan mereka,” tegas Rumondor kepada sejumlah wartawan, Senin (1/6). Lebih lanjut eks Kasubdit Regident Dit Lantas Polda Sulut itu mengatakan, selain kedua oknum Kanit Reskrim yang diduga terlibat, ada 2 anggota Timsus Barracuda Polres Minahasa mengalami kasus yang sama dan sementara menjalani pemeriksaan Propam Polda Sulut.
Namun menurut Rumondor, bahwa kedua anggota tersebut melakoni aksi mem-back-up judi sebelum mereka masuk dalam tim Barracuda. “Kedua anggota Tim Barracuda Minahasa MP alias Maikel dan Audy saat ini sementara dalam pemeriksaan oleh Propam Polda Sulut. Namun perlu diketahui bahwa kedua anggota Barracuda Polres Minahasa yang sementara dalam pemeriksaan ini, mereka mem-back-up togel bukan setelah terbentuk Timsus Barracuda Polres Minahasa, tetapi sebelum bergabung di tim Barracuda atau tim elit ini, dua anggota ini sudah lama beraksi. Hanya saja kami belum mengetahuinya,” terang Rumondor.
Ia menambahkan, bagi anggotanya yang dengan sengaja melibatkan diri dalam mem-back-up judi, dirinya tidak segan-segan untuk mencopot jabatan bahkan memberikan sanksi yang lebih berat. “Dengan terkuaknya sejumlah nama anggota Polres Minahasa yang sengaja mem-back-up akan peredaran Judi Togel di wilayah Langowan dan Kakas tersebut, saya apresiasi dan berterima kasih kepada Tim Barakuda Polda Sulut. Karena dari penangkapan bandar togel dan pengecer yang beroperasi di wilayah Langowan dan sekitarnya, dapat diketahui siapa saja oknum polisi yang terlibat,” pungkas Rumondor.
Diketahui, Tim Barracuda Polda Sulut dibawah pimpinan Dir Reskrimsus Kombes Pol Hilman SH SIK MH, berhasil mengungkap bandar dan pengecer judi togel beroperasi di wilayah Langowan dan Kakas, Minahasa atas informasi yang diberikan masyarakat. Mendapat laporan itu, 3 personil Barracuda berangkat ke Langowan. Awalnya, tim membekuk tersangka Novry di ruas jalan Desa Sendangan, Kecamatan Kakas. Novry tak berkutik saat diciduk petugas. Selanjutnya, tim mengantongi nama tersangka Jons, yang merupakan oknum bandar. Menariknya, ketika hendak ditangkap, Jons malah mencoba menyuap tim Barracuda dengan uang Rp15 juta. Peluang pemberian uang sogok itu pun langsung ditanggapi untuk menjebak pelaku. Nah, ketika uang tersebut diserahkan, tak hitung tiga, pelaku langsung dibekuk tim Barracuda.
Dalam interogasi yang dilakukan Barracuda serta penyidik Jatanras Dit Reskrimum Polda Sulut, kedua pelaku turut membeberkan keterlibatan oknum polisi di Minahasa. Beberapa waktu lalu, salah satu rekan mereka yang masuk dalam jaringan judi Togel di Minahasa, ditangkap beberapa anggota Polres Minahasa yang diberi nama Tim Barracuda. Namun pelaku langsung dilepas hari itu juga oleh Barracuda Minahasa, karena telah menerima uang “tutup mulut” kepada anggota tim. Bahkan dua nama anggota Polisi yang diduga meminta jatah uang itu berinisial MP alias Maikel dan Audi. “Bos yang bayar ke polisi, karena pernah ditangkap Polres Minahasa dan tim Barracuda Minahasa. Namun dikeluarkan, karena memberikan uang tebusan,” terang Novry dibenarkan Jons.
Bukan hanya itu, kedua pelaku turut mengakui jika mereka diback-up oknum Kasat Reskrim Polsek Langowan TM alias Tommy dan Kanit Reskrim Polsek Kakas CM alias Charles. Kedua oknum penegak hukum ini diduga sering menerima upeti dari para pelaku togel di wilayah hukum kedua Polsek tersebut. “Pembagian uang tutup mulut itu saya beri ke Kasat Res Langowan, Tommy dan Kakas bernama Charles setiap dua minggu. Mereka datang ambil langsung ke rumah saya di Karondoran. Kalau Kanit Langowan saya beri Rp500 ribu per dua minggu, kalau Kanit Polsek Kakas saya beri dia Rp1 juta,” beber Jons. Ditambahkan Jons, tindakan untuk menyuap oknum polisi di Minahasa tersebut sudah berjalan lama. “Kalau mo bacair dorang (Polisi, red) ke Langowan. Tiap dua minggu,” aku pelaku.(erbe/erel)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment