Berita Terbaru

Tuesday, May 26, 2015

Oknum PNS Diknas Sulut dilaporkan ke Mabes Polri
by donwu - 0

Diduga miliki kekayaan tak wajar, ditengara punya rekening Rp17 M

Ketua LAKI-P Tommy Sumelung di Bareskrim.
Jakarta—Seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) berinisial JS, alias Jendry, dilaporkan ke Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, Selasa (26/5). Laporan tersebut dimasukkan Forum Bersama Masyarakat Anti Korupsi (FBMAK) Sulut—yang merupakan gabungan Masyarakat Jaring Koruptor Sulut (MJKS) dan Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Pejuang Sulut—ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.
Laporan tersebut langsung diterima dan diregistrasi oleh Dwi S, staf Tata Usaha dan Urusan Dalam Bareskrim. Menurut pelapor, JS diduga memiliki kekayaan yang tak wajar sebagai PNS, dan ditengara diperoleh lewat penyalahgunaan wewenangnya di Dinas Pendidikan (Diknas) Sulut. “Menurut informasi yang kami terima, JS punya rekening sebesar Rp17 milyar di salah saru bank di Manado,” jelas Ketua MJKS Stenly Towoliu dan Ketua LAKI-P Tommy Sumelung.
Karenanya, pelapor meminta agar pihak kepolisian mengusut harta kekayaan JS yang dinilai tak wajar itu. “Karena selama ini terkesan terjadi pembiaraan terhadap dugaan korupsi yang dilakukan JS ini,” pungkas keduanya. 

Sementara itu, JS ketika dikonfirmasi wartawan membantah terkait dugaan kasus tersebut. Menurut salah satu Kabid di Dinas Diknas Sulut ini, selama ini dirinya tidak memiliki uang miliaran rupiah yang disimpan di bank. Bahkan dengan tegas, JS menyatakan bahwa ia akan mengambil langkah hukum jika tuduhan tersebut tidak terbukti. “Saya merasa tidak pernah menyimpan uang di rekening sampai bermiliaran rupiah. Saya juga baru mendengar, kalau saya dilapor ke Bareskrim Polri. Saya bisa tuntut balik siapa yang melaporkan saya,” bantah JS, via telepon genggam, kemarin sore.(erel)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment