Berita Terbaru

Tuesday, May 26, 2015

EE Mangindaan undang Walikota GSVL hadiri reses di Manado Tua
by donwu - 0

Walikota Manado GS Vicky Lumentut membawakan
sambutan di reses Wakil Ketua MPR, EE Mangindaan,
di pulau Manado Tua, Selasa (26/5) siang.(foto: v4q/ist)
Manado Tua—Wakil Ketua MPR RI, EE Mangindaan, melakukan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di Manado Tua, Kecamatan Bunaken Kepulauan, Selasa (26/5) siang. Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) diundang dalam reses yang dihadiri ratusan warga setempat. Merasa terundang, orang nomor satu di ibukota Sulut ini pun datang menggunakan speedboat, usai mengikuti acara di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado.
Tiba di Manado Tua, GSVL langsung disambut Lape—sapaan akrab Mangindaan—bersama warga setempat. Bahkan pada saat itu, GSVL diberi kesempatan menyampaikan sambutanya. Tak menyia-nyiakan kesempatan, warga pun menyampaikan keluhannya kepada Walikota, baik seputar jatah beras untuk masyarakat miskin (raskin), pembangunan jalan lingkar, hingga dermaga kapal yang saat ini tidak digunakan lagi karena mengalami kerusakan yang cukup parah.
"Selaku pemerintah dan warga di Manado Tua ini, kami sangat berterima kasih dan bersyukur atas kedatangan pak Mangindaan selaku wakil rakyat yang dipercayakan sebagai Wakil Ketua MPR RI untuk datang menyerap aspirasi dan keluhan warga Manado khususnya di kepulauan seperti Manado Tua ini. Semoga apa yang menjadi harapan dan kerinduan warga yang telah disampaikan ini, boleh terwujud berkat dukungan dan lobi pak Mangindaan ke pihak pemerintah pusat," ujar Walikota GSVL disambut aplaus warga Manado Tua yang hadir.
Sementara itu, Lape sendiri iktu mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Dijelaskannya, Pancasila adalah dasar negara dan tak bisa dan berada di posisi paling tinggi, tak bisa disamakan dengan UUD NRI, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, karena merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. “Pancasila tak bisa diubah-ubah karena merupakan norma dasar dan fundamental negara, pandangan hidup, dan pemersatu bangsa,” kata Lape.
Mengenai UUD 45, dirinya mengatakan memiliki tiga hal penting, yaitu pembatasan kekuasaan organ-organ negara, mengatur hubungan antara lembaga dan mengatur hubungan kekuasaan antara lembaga-lembaga negara dan warganya. Dia menjelaskan mengenai NKRI, bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik, dan merupakan negara hukum. “Kedaulatan itu berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar,” katanya.
Lape mengatakan, berdasarkan ketentuan UU RI, tidak ada lagi lembaga tertinggi di negara Indonesia, kecuali kewenangannya, seperti MPR yang punya kewenangan memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden menurut UUD. Sementara mengenai Bhineka Tunggal Ika, berasal dari tulisan Mpu Tantular dalam pengertian berbeda-beda tapi satu dan memberikan penafsiran karena memiliki makna walaupun berbeda-beda tetap satu.(dewe)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment