Berita Terbaru

Thursday, May 21, 2015

19 rumah di Tuminting, 1 rumah di Malalayang terbakar
by donwu - 0

Manado—Musibah kebakaran semakin mengkhawatirkan bagaikan epidemi penyakit menular karena semakin meluas penyebarannya, selain rugi secara material (karena dalam jangka waktu yang sangat singkat orang menjadi jatuh miskin) juga kadang ditemukan korban jiwa.
Rata-rata kasus kebakaran penyebab paling banyak adalah hubungan singkat arus listrik, hubungan pendek arus listrik, arus pendek, hubungan arus pendek atau biasa disebut korsleting listrik. Human error atau kelalaian manusia kerap terjadi, karena awamnya masyarakat terhadap listrik yang sering kali bertindak sembrono atau teledor dalam menggunakan listrik atau tidak mengikuti prosedur dan metode penggunaan listrik secara benar menurut aturan yang ada, sehingga terjadilah kebakaran.
Seperti halnya yang terjadi di Manado, Kamis (21/5) siang, terjadi kebakaran di dua tempat berbeda di jam yang hampir bersamaan. Di Kelurahan Tuminting, Kecamatan Tuminting, tepatnya di Lingkungan III sedikitnya 19 rumah terbakar hangus. 23 Kepala Keluarga (KK) pun terlihat pasrah, ketika rumah mereka ratah tanah dilalap api sekitar pukul 14.00 Wita. Menurut informasi, nyala api berasal dari rumah milik salah satu keluarga. Dimana stop kontak barang elektronik kulkas milik mereka terjadi korsleting. Sehingga, dari adanya korsleting, maka timbulah nyala api dan kemudian merembet ke rumah-rumah lainnya. Korsleting listrik pun menjadi “tersangka” kasus kebakaran ini.
Untunglah dalam kejadian ini tidak ditemukan adanya korban jiwa. Namun sayang, karena pada saat terjadi perisitwa ini situasi jalan dalam keadaan padat kendaraan, sehingga pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkot Manado, agak mengalami kehambatan. Namun walaupun terhalang dengan kemacetan, pihak Damkar telah berupaya keras untuk memadamkan nyala api, sehingga tidak menjalar ke pemukiman yang padat penduduk ini. Diperkirakan ada 10 Damkar yang turun memadamkan nyala api.
Tak ketinggalan Polsek Tuminting yang ikut mengamankan lokasi kejadian, dengan menurunkan personilnya. Kapolresta Manado Kombes Pol Sunarto, melalui Kasubag Humas AKP Bartholomeus Dambe mengatakan, dengan kejadian ini pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Untuk sementara kuat dugaan, api berasal dari korsleting stop kontak kulkas, sehingga terjadinya nyala api. Dan diperkirakan kerugian materi dalam peristiwa mencapai Rp750 juta," tandas Dambe.
Dihari yang sama dan waktu yang hampir bersamaan, Kamis (21/5) sekitar pukul 13.30 kemarin, di Lingkungan VII Kelurahan Malalayang Dua, Kecamatan Malalayang juga terjadi kebakaran. Tak pelak, rumah milik keluarga Wahid-Sugeha yang saat ini ditempati Tahir Ahmad habis dilahap si jago merah. Informasi yang dirangkum, berawal siang itu penghuni rumah Rafika Husna dan Lusi Minggu mendengar suara lendakan dari atap rumah. Penasaran dengan bunyi tersebut, membuat kedua wanita yang indekost dirumah itu keluar. Alhasil, mereka hanya bisa teriak ketika melihat api yang cepat membesar dan merayap diseluruh badan rumah.
Beruntung dibantu warga dan dua unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi kejadian, langsung memadamkan api yang nyaris meratakan rumah tersebut. Tidak ada korban jiwa, namun dirumah tersebut diperkirakan mengalami kerugian sekitar puluhan juta rupiah. “Asal api diduga akibat percikan arus pendek listrik,” kata Dambe.(nal)

KORBAN KEBAKARAN
LINGK. III TUMINTING
1. Kel. Dintje Langsaeng
2. Kel. Umar Langsaeng
3. Kel. Janis-Manalip
4. Kel. Takasiliang-Sidag
5. Kel. Gahana-Bagawie
6. Kel. Masbey-Baeng
7. Kel. Gahana-Lopos
8. Kel. Kasiahe-Ungo
9. Kel. Alvian Ungo
10. Kel. Sambey-Sondakh
11. Kel. Lumombo-tempone
12. Kel. Bawingkay-Ungo
     Kel. Kasareweng-Ungo
     Kel. Tambaru-Dalonding
13. Kel. Ungo-Tambaru
     Kel. Ungo-Pagihari
     Kel. Sambundiko-Ungo
14. Kel. Kaanghaeng-Tamaka
15. Kel. Antamang-Mahausi
16. Kel. Lahengke-Tatakalelumang
17. Kel. Tahakalelumang-Luge
18. Kel. Silvia Suma
19. Kel. Tahulending-Tutu

LINGK. VII MALALAYANG DUA
 
1. Kel. Wahid-Sugeha
(Ditempati Tahir Ahmad)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment