Berita Terbaru

Tuesday, February 24, 2015

Warga kepulauan minta Pemkot Manado ambil-alih Bunaken
by donwu - 0

Bunaken menyimpan banyak sekali potensi laut.(foto: donny/sk)
Manado—Taman Laut Bunaken (TNB) adalah potensi pariwisata laut yang membahana dan menyedot perhatian dunia. Bagaikan sebuah lukisan, Bunaken menebar pesona dari sisi pantai dan lanskap bawah lautnya yang jernih. Berbagai terumbu karang hidup berdesakan di atas kontur dasar laut dengan kedalaman beragam. Biota laut yang hidup secara bebas dan beraneka warna menghiasi karya Tuhan tersebut. Tak heran jika Bunaken telah menjadi ikon kuat Manado bahkan Sulut secara luas.
Hanya saja, pengelolaan TNB tersebut hingga saat ini dinilai masih mengecewakan. Tak hanya para turis, bahkan oleh masyarakat setempat juga menaruh kekecewaan kepada Dewan Pengelola Taman Laut Bunaken (DPTNB) yang dianggap tidak serius menangani dan mengelola TNB. Hal itu terungkap saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Bunaken Kepulauan, yang digelar di Kantor Camat setempat, Selasa (24/02/2015) siang, yang dihadiri langsung Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL).
Decky Dommits, salah satu tokoh masyarakat setempat, mengeluh dan curhat kepada Walikota GSVL terkait kinerja DPTNB. “Pak Wali, Bunaken sudah dikenal luas di seluruh dunia. Namun lihat saja infrastruktur dan pengelolaan taman ini yang sangat mengecewakan. Bunaken ini dikelola DPTNB, dan lebih parah lagi sejak 2005 sampai sekarang sudah tidak ada dana konservasi yang disalurkan ke pulau ini,” ungkap warga Lingkungan VI Kelurahan Bunaken ini.
Karena itu, mewakili warga Bunaken, Dommits berharap Pemkot Manado segera mengambil-alih pengelolaan TNB tersebut supaya pengelolaanya lebih baik untuk mengangkat kembali citra Bunaken ke mata dunia, dan jangan sampai Bunaken hanya jadi kenangan. “Pak Wali, kami minta Pemkot harus panggil DPTNB tersebut. Kalau perlu kami minta Pemkot ambil-aih TNB untuk pengelolaannya supaya semua anggaran yang dapat di TNB ini dikembalikan ke warga kepulauan sekitar TNB,” tukas Domits.
Diketahui, sejauh ini TNB berada di sebagian besar wilayah Manado di antara Pulau Bunaken, Manado Tua dan Siladen. Hanya saja Pemkot Manado bukan pengelola TNB tersebut. Namun demikian Walikota GSVL berusaha dan mengupayakan agar TNB tersebut tetap menjadi ikon Manado. “Usulan yang kalian (warga kepulauan, red) sangat baik untuk pengembangan dunia pariwisata kita. Usulan Kecamatn Bunaken Kepulauan untuk jadi kecamatan pariwisata patut dihargai. Karennaya kita akan kumpul semua yang terkait, instansi terkait, termasuk DPTNB kita diskusi bersama,” ujar GSVL menjawab pertanyaan warga.
Dalam pertemuan itu nantinya, akan dibicarakan apa saja yang akan dibuat, karena Bunaken ini jadi primadona Manado bahkan Sulut secara umum. “Kita akan bicarakan, yang mana kewenangan kota, mana kewenangan provinsi, dan mana kesenangan pusat,” tegas GSVL. Yang tak kalah penting selain TNB, Walikota minta masyarakat Kecamatan Bunaken Kepulauan supaya menjaga keamanan dan kenyamanan daerah. “Karena Kecamatan Bunakan ini menjual pariwisata, maka jadikanlah wilayah iniu nyaman dan aman supaya akan lebih banyak turis ke sini dan bisa tinggal lebih lama di sini. Bunaken jangan hanya jadi kenangan, tetapi meninggalkan kesan baik bagi pengunjung,” ujar GSVL.
Hadir mendampingi GSVL dalam Musrenbang Kecamatan Bunaken kemarin antara lain Kepala Bappeda, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PU, Kadis Kesehatan, Kepala BPMD, Kabag Humas dan Protokoler. Sementara peserta Musrenbang antara lain Camat Bunaken Kepulauan, para Lurah, Pala, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda se-Kecamatan Bunaken Kepulauan.(dewe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment