Berita Terbaru

Monday, February 23, 2015

Soal larangan PNS rapat di hotel, saran GSVL didengar Jokowi
by donwu - 0

WALIKOTA Manado selaku Ketua APEKSI, GS Vicky Lumentut,
mendampingi Presiden Jokowi dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja
saat rapat di Istana Bogor, Jumat (20/2) pekan lalu.(foto: setkab)
Manado—Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi sejak awal 2015 ini telah menerapkan pelarangan PNS melakukan rapat di hotel-hotel dengan alasan penghematan anggaran. Di satu sisi, larangan tersebut ada positifnya namun di sisi lain menimbulkan efek negatif bagi usaha parawisata khususnya industri perhotelan, termasuk di Manado. Itulah yang menjadi salah satu topik pembicaraan antara para Walikota se-Indonesia dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/2) pekan lalu.
Walikota Manado selalu Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) mengatakan kepada Presiden Jokowi supaya meninjau kembali aturan yang dikeluarkan MenPAN-RB tersebut. “Pak Presiden merespon baik usulan kami tersebut. Saya sampaikan pada saat pertemuan dengan Presiden Jokowi, kalau boleh meninjau kembali aturan tersebut,” ujar GSVL kepada wartawan usai mengikuti Musrenbang di Kecamatan Sario, Senin (23/2) siang.
Namun lanjut GSVL, larangan yang dimaksud MenPAN-RB ternyata disalah-artikan oleh PNS hingga kabupaten/kota. “Nah setelah saya dapat penjelasan dari MenPAN-RB, ternyata yang dimaksud larangan adalah jika anggaran itu digelembungkan. Misalnya acara hanya dua hari tapi dilaporkan tiga atau bahkan lima hari, atau jika peserta hanya 100 orang tapi yang dilaporkan 300 sampai 500 orang. Ini yang sala dan jelas-jelas pemborosan,” jelas GSVL.
Dikatakannya, kalau rapat-rapat tidak dilakukan di hotel, maka efek negatifnya juga adalah menambah penangguran dan mengurangi pendapatan petani. “Saya dengan sudah ada bahkan ada manejemen hotel yang sudah berencana mengurangi karawannya karena hotel mereka mulai sepi dengan rapat-rapat. Begitu juga pendapatan petani di daerah ini menurun karena stok sayur dan buah ke hotel juga dikurangi manajemen hotel. Contoh-contoh seperti itu yang dipertimbangkan,” terang GSVL.
Yang paling mencolok dan merugikan Manado, lanjut GSVL adalah, Manado sudah ditetapkan sebagai salah satu kota di Indonesia sebagai daerah tujuan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) sehingga mau tidak mau kegiatan antara lain digelar di hotel. “Kalau kota kita dijadikan tujuan MICE, terus dimana akan dilakukan MICE itu?,” tukas GSVL, seraya menekankan bahwa aturan MenPAN-RB tersebut akan segera dibahas kembali.(dewe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment