Berita Terbaru

Monday, January 26, 2015

Sopir mobil “batu” masih “kepala batu”
by donwu - 0

Kendaraan pengangkut batu membahayakan pengendara lain.

Manado—Peraturan Walikota (Perwako) Manado Nomor 53 Tahun 2013 tentang Jam Beroperasi Kendaraan Tonase di atas 3,5 ton di ruas jalan Manado, masih dilanggar. Rata-rata yang melanggar adalah sopir truk pengangkut batu yang kepala batu alias keras kepala. Padahal dalam Perwako tersebut mengatur agar tidak ada kendaraan besar yang melintas di jalan-jalan utama di Manado pada jam-jam tertentu yang tujuanya mengurangi kemacetan.
Pantauan koran ini, dengan santainya kendaraan bermuatan besar dengan muatan batu besar melintas di Jl Piere Tendea Boulevard menuju lokasi reklamasi. Tak pelak, kondisi ini membahayakan kendaraan lain, sehingga membuat pengendara kendaraan kecil apalagi dua roda merasa pihak yang berwenang tidak tegas.  “Bagaimana bisa kendaraan besar  lalu lalang dengan bebas di pusat kota di jam-jam padat kendaraan tapi tidak ada tindakan dari Dishub dan Polisi,” sembur Novry Lasut, pengendara motor.
Kadis Perhubungan (Dishub) Manado Vicky Koagouw yang dikonfirmasi menyatakan, begitu banyak persoalan yang didapat ketika dilakukan penertiban di lapangan. Justru menurut Koagouw, ada sejumlah oknum aparat yang mempergunakan Perwako 53/2013 untuk perkaya diri, dengan modus mendampingi atau mengawal kendaraan tonase besar agar bisa melintas di jalan utama.
Untuk itu, dikatakan Koagouw perlu duduk bersama dengan semua yang terkait. “Baik itu dari Kepolisian, Dinas Perhubungan dan elemen masyarakat yang terkait. Agar dalam penindakan di lapangan tidak lagi terjadi hal yang serupa itu. Agar tujuan dari Perwako ini bisa memberikan kenyamanan kepada semua warga masyarakat pengguna jalan, bukan sebaliknya,” kunci mantan Kasat Pol-PP Manado ini.(try2)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment