Berita Terbaru

Wednesday, October 22, 2014

JR: Keharmonisan kehidupan di Tataaran Tondano harus dijaga
by RONAL ROMPAS - 0

KARO Organisasi Setdaprov Sulut Jemmy Ringkuangan AP MSi saat memimpin pertemuan pra rekonsiliasi konflik di Tataaran Tondano, mewakili Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang, di gedung Gereja Siloam Tataaran Tondano, Selasa (22/10) malam lalu.(foto: ist) 
Manado—Gubernur Sulut Dr Sinyo Harry Sarundajang sangat serius dalam menyelesaikan pertikanan yang terjadi antar masyarakat Tataaran Tondano dengan para mahasiswa asal Papua, yang terjadi Minggu (19/10) lalu.
Buktinya, Selasa (21/10) malam lalu, Sarundajang menugaskan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Sulut, Drs Roy Mewoh DEA dan Kepala Biro Organisasi Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan AP MSi mewakili Pemprov Sulut untuk memimpin pertemuan pra rekonsiliasi antar kedua pihak yang bertikai di gedung Gereja Siloam Tataaran Tondano.  
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi dan Dandim Minahasa Letkol Teguh Harry Susanto beserta pemuka agama dan tokoh masyarakat dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Jemmy Ringkuangan mengatakan, tujuan dari pertemuan ini yakni untuk merekam apa yang menjadi kebutuhan masyarakat terkait berkembangnya berbagai aksi anarkhis yang mengarah pada terjadinya konflik sosial di Tataaran Tondano.
Ringkuangan yang akrab disapa dengan panggilan JR ini juga menyampaikan, agar masyarakat yang ada dan para mahasiswa Papua untuk dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan isu serta prilaku oknum yang dapat mengakibatkan rusaknya kehidupan harmonis yang ada di Tataaran.
JR yang juga merupakan Ketua DPD II KNPI Minahasa serta penduduk asli Tataaran Patar Tondano ini mengungkapkan, keprihatinannya atas kejadian tragis tersebut. “Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak yang ada di Tataaran Patar Tondano, dan tidak bisa terjadi lagi,” tegas JR.
Sementara itu, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang berharap agar masyarakat mau berinteraksi lagi dengan seluruh elemen yg ada di Tataaran, termasuk para mahasiswa Papua. Dirinya juga menegaskan bahwa miras adalah pemicu terjadinya kekerasan tersebut harus dapat dikontrol dan dikendalikan.
Masyarakat Tataaran yang hadir dalam pertemuan tersebut berharap agar pemerintah daerah memfasilitasi berbagai aspek kehidupan sosial di Tataaran sebagai daerah yang rawan terjadinya berbagai aksi kejahatan, akibat terbatasnya infrastruktur penunjang seperti penerangan lampu jalan.
Masyarakat juga menuntut agar diadakannya Pos Polisi tetap di Tataaran sehingga dapat secara cepat dan tepat meredam berbagai gejala sosial yg muncul di lokasitersebut.
“Harapan masyarakat ini disampaikan agar semua pihak mampu menahan diri dan rakyat Tataran cinta damai. Pihak luar yang hidup di Tataaran juga dapat mengikuti aturan dan norma-norma yang berlaku di daerah tersebut. Kami menerima siapa saya untuk tinggal di Tataaran. Karena Tataraan adalah bagian integral dari NKRI tetapi mereka harus taat asat dan taat hukum,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Tataaran.
Lebih lanjut dikatakan oleh salah satu perwakilan masyarakat bahwa selama ini masyarakat Tataaran tidak pernah memulai terjadinya pertikaian dengan pihak luar. Mereka hanya berupaya meredam tindakan anarkhir yg dilakukan oleh segelindir oknum pihak luar tetapi tidak bisa menduga dapat berakibat fatal seperti itu. Ke depan mereka berharap agar aparat keamanan secara aktif mengontrol situasi dan kondisi di Tataaran.
Hasil pertemuan tersebut melahirkan beberapa rekomendasi dan catatan kritis diantaranya, masyarakat akan membantu aparat dalam pengamanan wilayah dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait.
JR dalam kesempatan terakhir menutup acara tersebut dengan menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua yang hadir. Karena kehadiran para tokoh Tataaran yang sangat banyak malam itu adalah tanda komitmen dan tekad untuk memperbaiki situasi keamanan dan ketertiban daerah mereka.
JR juga mengapresiasi aparat keamanan, baik TNI dan Polri yang telah beerja keras mengamankan wilayah tersebut. Pertemuan itu juga dihadiri oleh BKSUA kecamatan Tondano Selatan.(oro)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment