Berita Terbaru

Thursday, June 19, 2014

SELEKSI NYONG-NONA MANADO
by RONAL ROMPAS - 0

TIGA peserta Nyong dan Nona Manado 2014 berharap masuk di 12 besar.(foto: tonny/sk)
Manado—Ada yang menarik dari seleksi Nyong dan Nona Manado yang dilangsungkan di Ruang Serba Guna Pemkot Manado, Rabu (19/6) kemarin. Pasalnya, sejumlah peserta yang nantinya diharapkan menjadi duta pariwisata kota Manado, ternyata tidak tahu nama Sekkot Manado Ir Haefrey Sendoh yang sebelumnya ikut membuka kegiatan Nyong dan Nona Manado pada pekan lalu.
Adalah Pricilia Sumampouw (19) dan Benedick Narande (20) yang mengaku mahasiswa Unsrat dan Erick Marentek (23) mengaku mahasiswa Unima, ketiganya akui tidak tahu nama Sekkot. “Saya tahu cuma tahu nama marganya adalah Sendoh,” ujar serentak ketiga peserta itu.
Tak ayal, hal itu pun menjadi bahan pembicaraan warga yang berkesempatan mengikuti proses seleksi Nyong dan Nona Manado 2014. “Mungkin terlalu konsentrasi sehingga penyampaian materi dan nama Sekkot Manado lalu sampai lupa. Mudah-mudahan ajang ini berbobot,” sindir warga Tikala yang enggan menyebutkan namanya.
Kendati begitu, ketika menyinggung untuk persoalan potensi pariwisata di kota Manado, ketiga peserta tersebut begitu lugas memaparkan. “Saya akan angkat potensi pariwisata patung Yesus Memberkati yang adalah sebuah monumen Yesus Kristus yang terletak di kota Manado. Total ketinggian monumen ini 50 meter dari permukaan tanah. Sementara jika dilihat dari tinggi penopangnya, mencapai sekitar 20 hingga 30 meter. Dengan jumlah total tinggi monumen 50 meter, menjadikan monumen ini patung Yesus tertinggi kedua di dunia setelah Patung Yesus 'Cristo Redentor' di Rio de Janeiro, Brasil,” ulas Pricilia.
Lain lagi, menurut Benedick Narande, dia menyebutkan wisata kuliner dan wisata belanja serta sejarah Manado perlu dipromosikan karena menjadi salah satu unggulan pariwisata yang berdampak pada perekonomian di kota Manado.(t0n)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment