Berita Terbaru

Friday, June 20, 2014

Ratusan wartawan Sulut ajak tim sukses hentikan black campaign
by donwu - 0

Manado—Jumat (20/6) siang tadi, ratusan wartawan Sulut dan puluhan akademisi dan praktisi mendeklarasikan Indonesia Damai, sebagai bentuk keterpanggilan melihat fenomena yang terjadi jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli.
Beberapa poin yang dikeluarkan dari deklarasi tersebut, antara lain mengajak tim sukses capres-cawapres untuk berkampanye secara cerdas, dan menghentikan black campaign atau kampanye hitam “Kami dengan ini menyatakan keprihatinan terhadap cara-cara kampanye dari para oknum tim sukses, tim pemenangan dan tim relawan masing-masing kandidat capres dan cawapres yang telah jauh dari etika politik dan kearifan Indonesia. Untuk itu, demi pembangunan peradaban bangsa Indonesia yang bermartabat, kami menghimbau hentikan cara-cara kampanye yang tidak beradab. Marilah kita hadirkan pesta demokrasi yang beradab, bermartabat dan elegan. Mari kita tunjukan pada dunia, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar,” ujar Budi Rarumangkay, dalam orasinya.
Kita semua tidak mau Negara Indonesia yang sama kita cintai ini menuju kehancuran akibat saling hujat oleh kedua tim sukses capres-cawapres. Pesta demokrasi adalah kegembiraan dan bukan ketakutan. “Fenomena saling hujat dan tidak mendidik ini dikuatirkan akan diadopsi rakyat dan terduplikasi pada pelaksanaan pilkada gubernur, bupati dan walikota di seluruh Indonesia, yang berujung menghasilkan generasi penghujat. Atau rakyat akan bersikap apatis yang kemudian memilih untuk golput! Lantas bagaimana jika negara Indonesia yang sama kita cintai ini kemudian hancur? Siapa yang bertanggung jawab? Bagaimana kelangsungan kehidupan generasi kita ke depan?,” teriak Risat Sanger, salah satu orator.
“Persaudaraan yang tercipta selama ini di Sulut, akhir-akhir ini mulai terpecah belah hanya karena kepentingan sesaat, hanya karena beda pilihan capres-cawapres. Kami mengajak masyarakat Sulut jangan mengorbankan kerukunan dan persaudaraan yang sudah kita pelihara selama ini, hanya kita beda pilihan. Tim sukses dan relawan juga jangan saling menjatuhkan dan menghujat lawan, tapi saling mendukung satu dengan lainnya. Fair play lah,” tukas Donny Wungow, saat berorasi di Zero Point. "Yang paling mencolok terlihat di media sosial, baik Facebook, Twitter, bahkan BlackBerry Messenger. Ini yang patut kita cermati," ujarnya.
Sementara Toar Palilingan SH mewakili akademisi dalam orasinya juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga keamanan bersama, menghindari polemik, dan tidak terpancing dan larut dengan euforia politik yang memanas. “Mengingat tensi politik saat ini terus menigkat, diharapkan seluruh rakyat Indonesia, khususnya Sulut, untuk tetap menjaga keamanan bersama. Pelajari saja program yang ditawarkan capres-cawapres, jangan terpancing dengan black campaign,” ujar dosen Fakultas Hukum Unsrat ini.
Berangkat dari latar belakang inilah, wartawan dan akademisi Sulut ingin menggugah seluruh komponen bangsa yang peduli dengan nasib bangsa ini, untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan moral bangsa. “Kami setuju INDONESIA BANGKIT! Kami setuju INDONESIA HEBAT! Tapi kita semua juga harus dan wajib sepakat INDONESIA DAMAI! Dari Sulawesi Utara, gaung PERDAMAIAN ini kami gelorakan”.
Ada empat titik yang menjadi  sasaran pelaksanaan aksi damai pekan lalu, dimulai dari halaman Kantor Gubernur Sulut, Sekretariat Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di kantor DPD PDIP Sulut, Sekretariat Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) di di kantor DPD Partai Golkar Sulut, dan terakhir di Zero Point Manado. Di Kantor Gubernur, aksi ini diterima Asisten III Nikson Watung dan Kabag Tapem Jimmy Ringkuangan. Di Sekretarit Jokowi-JK diterima Sekretaris PDIP Sulut Franky Wongkar, di Sekretarit Prabowo-Hatta diterima Wakil Ketua Golkar Sulut Victor Rompas.
Khusus untuk tim sukses, diberikan ruang menandatangani deklarasi damai ini. “Aksi ini akan kita tindaklanjuti, dan kita berencana menggelar hal serupa jelang Pilpres,” ujar Taufik Tumbelaka, salah satu penggagas aksi Indonesia Damai ini.(ism)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment