Berita Terbaru

Wednesday, June 11, 2014

Pulau Bangka sedang dihancurkan PT MMP!
by donwu - 0

Isi broadcast yang menyebar terkait “sorga kecil” di Minut
Nama Gubernur Sulut, Bupati Minut dan Kapolda disebut-sebut 

Manado—Aktivitas tambang biji besi di Pula Bangka, Likupang Timur (Liktim), yang dilakukan terus menuai sorotan. Perusahaan asal China, PT Mikgro Metal Perdana (MMP), dinilai sedang menghancurkan salah satu “sorga kecil” yang ada di Kabupaten Minut tersebut. Setelah sebelumnya aksi protes dilakukan berbagai pihak, kini menyebar di BlackBerry Messenger (BBM) penolakan terhadap aktifitas tambang tersebut.
Dalam broadcast BBM tersebut, tiga pejabat di Sulut ikut disebut-sebut, masing-masing Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang, Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA, dan Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Jimmy Palmer Sinaga SH MHum. “Ironisnya Gubernur Sulut, Bupati Minahasa Utara, dan Kapolda Sulut, malah mendukung praktik penghancuran ini meski putusan Mahkamah Agung telah memenangkan gugatan warga dan tegas melarang kegiatan tambang di pulau indah tersebut,” demikian salah satu isi broadcast yang juga diterima Swara Kita.
Selain itu, dalam broadcast juga mengungkap aktifitas wisatwan yang berwisata di pulau indah tersebut, justru diduga dikriminalisasi. “Dan yang lebih gilanya, beberapa waktu lalu empat wisatawan asing yang sedang menikmati keindahan bawah laut Pulau Bangka, malah disandera dan dilempari batu oleh pegawai dan keamanan PT MMP, dan dipaksa menghapus hasil dokumentasi mereka, seolah-olah PT MMP adalah pemilik pulau tersebut,” demikian isi broadcast. Karenanya, kampanye penyelamatan Pulau Bangka pun terus disuarakan: “SAVE BANGKA ISLAND”.
Pada pekan lalu, aksi penolakan aktifitas di Pula Bangka tersebut dilakukan perkumpulan pemuda pemerhati lingkungan hidup Minut, yang dikenal dengan Kaum Pencinta Alam (KMPA) Nasional Tunas Hijau. Ada beberapa poin yang mereka sampaikan, yakni; usir PT MMP dari Pulau Bangka, ganti Kapolda yang mengabaikan Undang-Undang (UU) dan Putusan Mahkamah Agung (MA), turunkan Bupati Minut yang dituding penjahat lingkungan, mafia tanah dan penjajah sumber daya alam, dan rakyat Pulau Bangka berdaulat serta berkuasa atas pulau dan lautnya.
Saat itu, Bupati Minut melalui Kabag Humas Pemkab Minut Drs Sem Tirayoh langsung mengklarifikasi. "Tidak semua itu harus diterima dan dikabulkan oleh pemerintah. Contohnya masalah PT MMP di Pulau Bangka, mari kita lihat segi positifnya saja, jangan kita langsnug menghakimi pada kesalahan bupati. Karena pemerintah tidak mungkin membiarkan masyarakatnya terancam bahaya. Kami yang akan pertama mengusir PT MMP, jika itu terjadi," kata Tirayoh kala itu.
Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang yang turut disebut-sebut dalam aktifitas pertambangan tersebut, Selasa (10/6) kemarin, membantah dirinya turut andil pada perusahaan pengelola biji besi asal Cina, PT MMP. Pasalnya, kata dia, perusahaan tersebut tidak masuk dalam data Pemprov Sulut yang langsung ditandatanganinya. “Bisa dicek langsung, sekarang itu semua di sana (PT MMP) tertata secara transparan,” kilah Gubernur, kepada sejumlah wartawan di lobi Kantor Gubernur Sulut.
Sementara itu Kapolda Sulut Brigjen Pol Drs Jimmy Palmer Sinaga SH MHum, belum berhasil dikonfirmasi wartawan. Namun Kabid Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik SH yang berhasil dimintai keterangan soal tudingan adanya dukungan dari pimpinan Polda Sulut terkait beroperasinya tambang tersebut, menurutnya perlu dibuktikan pihak penggugat. “Itu hak semua orang untuk mengungkapkan keberatannya. Harus dibuktikan tudingan itu. Kalau soal laporan dugaan penganiayaan wisatawan asing sementara kita proses,“ tegas Damanik, kemarin.(dsw/try30)

Ini isi broadcast soal Pula Bangka:

Salah satu surga bawah laut Indonesia di Pulau Bangka, Sulawesi Utara, kini sedang dihancurkan oleh PT PT Mikgro Metal Perdana (MMP). Ironisnya Gubernur Sulut, Bupati Minahasa Utara, dan Kapolda Sulut, malah mendukung praktik penghancuran ini meski putusan Mahkamah Agung telah memenangkan gugatan warga dan tegas melarang kegiatan tambang di pulau indah tersebut.
Dan yang lebih gilanya, beberapa waktu lalu empat wisatawan asing yang sedang menikmati keindahan bawah laut Pulau Bangka, malah disandera dan dilempari batu oleh pegawai dan keamanan PT MMP, dan dipaksa menghapus hasil dokumentasi mereka, seolah-olah PT MMP adalah pemilik pulau tersebut http://bit.ly/1n3BYzi. 
Kita harus menghentikan kegilaan ini, masyarakat Pulau Bangka membutuhkan kita, bantu mereka dengan menyebar luaskan berita ini, dan isi petisi di http://chn.ge/15XXdM2 yang dibuat oleh Kaka Slank.
Mari bertindak, lingkungan Indonesia membutuhkanmu.PENTING!!!demi bumi dan tanah air Indonesia. TURUNKAN BUPATI MINUT SOMPIE SINGAL DAN GUBERNUR SULUT SINYO SARUNDAJANG! GANTI KAPOLDA SULUT JIMMY SINAGA! SAVE BANGKA ISLAND...........
Maaf hanya meneruskan Broadcast...Tapi ini harus dihentikan..Keindahan laut di Pulau Bangka telah rusak...


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment