Berita Terbaru

Tuesday, June 17, 2014

PENERTIBAN PASAR BERSEHATI nyaris bentrok
by RONAL ROMPAS - 0

PEMBONGKARAN  kios pedagang akan dilakukan secara rutin di pasar bersehati oleh pihak PD pasar. (foto: lukman/sk)
Manado—Selasa (17/6) kemarin, kembali aksi penertiban yang dilakukan oleh pihak PD Pasar dan Satuan Pol PP Kota Manado, melakukan penertiban di Pasar Bersehati bagi beberapa lapak pedagang yang dinilai menyalahi ketentuan aturan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda). Dalam aksi penertiban pedagang pada saat itu, diketahui hampir terjadi bentrokan antara pihak Satpol PP dengan pedagang. Namun untungnya kesigapan aparat keamanan dari TNI dan Polri bisa berhasil menenangkan kondisi panas dari kedua pihak tersebut.
Dari pemantauan harian ini, salah satu pedagang Hasna Abdul, nampaknya tidak terima kiosnya dibongkar paksa oleh pihak Satpol PP sehingga situasi pun kembali memanas. Sebab dirinya memaparkan hal-hal negatif kepada beberapa oknum PD Pasar dengan menuding kalau petugas Pasar yang sering meminta uang retribusi sebesar Rp25 ribu perharinya. “Bukan hanya itu, petugas dari PD Pasar juga ada yang menjual lahan kepada kami para pedagang  bervariasi harganya mulai dari Rp1 juta sampai dengan Rp1,5 juta perlapak,” paparnya dengan nada emosi.
Disisi lain, Jootje  Rumondor SH yang merupakan Direktur Operasi PD Pasar, saat itu dalam klarifikasinya mengatakan, kegiatan penertiban secara rutin ini dilakukan bertujuan untuk penataan menuju pada wacana sebagai pasar traditional percontohan, sehingga semua pedagang di badan jalan harus di tertibkan agar tidak mengganggu arus lalulintas. “Semua pedagang yang ditertibkan akan kami pindahkan di lokasi lapak yang baru. Area yang kami tertibkan untuk dijadikan lahan parkir demi kenyaman konsumen. Saya  secara pribadi mengklarifikasi kalau tidak ada petugas PD Pasar yang meminta retribusi lebih atau menjual lapak kepada para pedagang di pasar Bersehati ini. Kalaupun itu ada, saya minta bukti otentik untuk kami tindaki,” ungkapnya.(elha)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment