Berita Terbaru

Wednesday, June 4, 2014

Kasus Youth Centre Manado disinyalir satu paket proyek Hambalang
by donwu - 0

Oknum kontraktor, kerabat dekat mantan anggota DPR RI,
saat masuk ke ruangan Unit 1 Subdit Tipikor Polda Sulut,
untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi
pembangunan Youth Centre Manado, Selasa (3/6).(foto: obi/sk)
Manado—Penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Gelanggang Pemuda atau dikenal Youth Centre, Manado, belakangan ini kembali digulirkan pemeriksaannya oleh penyidik Subdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulut. Menariknya, Selasa (3/6) siang, penyidik Tipikor memeriksa saksi oknum kontraktor, yang diketahui kerabat dekat dengan salah satu mantan anggota DPR RI, yang menjadi terpidana kasus korupsi pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Kasubdit Tipikor, AKBP Wiliam Simanjuntak SIK, ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya pemeriksaan oknum kontraktor tersebut. Dikatakan Simanjuntak, oknum tersebut dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan terkait pembangunan gedung Youth Centre, yang memiliki kerugian negara mencapai miliaran rupiah. “Iya, sementara diperiksa. Dia (kontraktor, red) baru pertama kali kita ambil keterangannya. Memang muncul pertanyaan, kenapa oknum kontraktor ini baru pertama diperiksa. Alasannya, dari hasil pengembangan pemeriksaan saksi-saksi, muncul nama dari oknum ini. Makanya kita panggil dan telusuri peran oknum ini dalam kasus Youth Centre ini,“ ungkap Simanjuntak, di ruang kerjanya, kemarin siang.
Dari pantauan wartawan di Mapolda Sulut, oknum kontraktor yang didampingi dua Penasehat Hukum (PH) yakni Deni Ngari SH dan Robert Watulingas SH, mulai menjalani pemeriksaan sejak pukul 09.30 Wita. Terpantau, sekitar pukul 13.00 Wita, oknum kontraktor yang mengenakan kemeja batik berwarna coklat tersebut, keluar ruangan untuk istirahat makan siang. Beberapa jam kemudian, pemeriksaan pun dilanjutkan. Nampak, oknum kontraktor tersebut sesekali keluar ruangan menuju toilet. Selanjutnya, sekitar tujuh jam lamanya diperiksa, pukul 17.30 Wita, dia bersama dua PH keluar ruangan.
Oknum kontraktor ketika diwawancarai wartawan, melalui kedua PH mengatakan, kehadiran kliennya untuk memenuhi panggilan Polda sebagai saksi kasus Youth Centre. Menurutnya, dari pemeriksaan tersebut ada beberapa pertanyaan yang dicecar penyidik terhadap kliennya. “Klien saya datang memenuhi panggilan penyidik. Baru kali ini dipanggil. Tadi sekitar 10 pertanyaan. Kalau soal kasusnya, kita serahkan penanganan ke penyidik. Itu saja belum bisa kami berkomentar lebih,“ kata kedua PH tersebut, sembari berjalan menuju kantin Polda Sulut, samping Aula St Joseph.
Sementara itu, informasi yang didapat dari sumber penyidik di Mapolda Sulut menyebutkan, pemeriksaan tersebut mulai dikembangkan karena masih ada beberapa unsur yang harus diungkap. Pasalnya, diduga kuat kasus Youth Centre ini memiliki kesamaan dengan kasus korupsi Hambalang yang memakai dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Kemenpora. Tak hanya itu, disinyalir kasus Youth Centre tersebut terindikasi kuat dengan adanya paket proyek yang bersamaan dengan pembangunan Hambalang. Meski demikian, sumber menyatakan bahwa hal tersebut sementara didalami penyidik Tipikor. “Kita masih kembangkan. Belum bisa penyidik ambil kesimpulan. Apakah sama mata rantainya dengan Hambalang atau tidak. Yang kita dalami dulu, peran oknum kontraktor ini. Pemeriksaannya masih panjang, dan akan dilanjutkan besok (hari ini, red),“ beber sumber.
Sebelumnya, hasil audit kerugian negara yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut, tinggal menunggu rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan (BPK). “Walaupun sudah ada tersangka, tapi penyidik belum bisa mengambil langkah lanjut untuk selesaikan kasus ini. Karena auditnya belum ada juga. Mungkin birokrasi di dalamnya hingga hasilnya belum diserahkan,“ tandas Simanjuntak, belum lama ini.
Diketahui, kasus Youth Center ini berbandrol Rp9,6 M dan teridentifikasi diselewengkan. Hal-hal yang mencurigakan adalah dana yang digunakan tidak mengantongi pertanggungjawaban. Ada beberapa item pun dinilai mengganjal dan tidak sesuai bestek. Secara kasat mata, Youth Center hanya seperti Balai Desa yang mewah. Tak hanya itu, penanganan kasus ini mulai berproses di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut dengan dikirimnya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), yang diterima penyidik Tipikor Kejati. Dalam surat tersebut, tercantum nama oknum legislator Manado, RE alias Ronny Cs yang kini berstatus sebagai tersangka bersama dua oknum kontraktor.(obi)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment