Berita Terbaru

Friday, June 6, 2014

Kajari: Lombok tidak melakukan pelanggaran pemilu
by donwu - 0

Caleg Deprov Sulut Partai Demokrat Billy Lombok.
Amurang—Penanganan kasus Pemilu berupa dugaan penggelembungan suara di Desa Poopo Kecamatan Ranoyapo, yang telah menetapkan calon anggota legislatif (Caleg) Deprov Sulut dari Partai Demokrat, BL alias Lombok sebagai tersangka, bakal menemui jalan buntu. Hal itu menyusul telah dikembalikannya berkas oleh Kejari Amurang ke Polres Minsel karena tidak cukup bukti.
Kajari Amurang Umaryadi SH MH saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (5/6) kemarin, kepada sejumlah wartawan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya terhadap semua berkas yang dilimpahkan oleh Polres Minsel, tidak didapati fakta hukum yang jelas tentang keterlibatan Lombok dalam melakukan pelanggaran terhadap Pasal 309 tentang penggelembungan suara pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu. “Sejak Selasa (3/6) lalu, semua berkas sudah kami kembalikan, karena tidak ada bukti kuat yang bisa digunakan untuk melanjutkan proses hukum terhadap tersangka BL. Sebab tidak ada saksi ataupun fakta fisik yang diperoleh di lapangan, yang memberatkan tersangka,” tegas Umaryadi.
Selain mengembalikan berkas ke Polres Minsel, Umaryadi juga mengkritik kinerja Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Minsel yang dianggapnya tidak memahami Undang-Undang Pemilu dan aturan yang mengikutinya. Sehingga kata Kejari Minsel, kurangnya pemahaman Panwas dalam menjabarkan setiap aturan pelaksanaan Pileg, menyebabkan telah terjadi kesalahan prosedur dalam menetapkan seorang tersangka. “Sebenarnya kalau memang benar ada pelanggaran penggelembungan suara, yang seharusnya menjadi tersangka utama adalah BL, bukan Hukumtua atau tersangka lain. Sebab penggelembungan suara milik BL, tapi yang terjadi saat ini justru sebaliknya,” tukas Umaryadi.
Diketahui, Lombok dituduh melakukan penggelembungan suara di Desa Poopo Kecamatan Ranoyapo, sehingga diproses. Di pengadilan yang Lombok ikuti, sudah mengungkapkan banyak fakta, termasuk fakta dimana suara hasil pleno terlebih khusus suara caleg Deprov Sulut Partai Demokrat dapil Minsel-Mitra tidak ada penggelembungan suara sebagaimana tuduhan.
Kendati sudah ada putusan pengadilan beberapa hari lalu, namun proses hukum terhadap Lombok masih saja dilakukan. Namun Ketua Pemuda GMIM dua periode itu tetap merendah dan mengikuti semua proses hukum yang dituduhkan kepadanya. Dan kini, lagi-lagi tidak ada bukti Lombok bersalah. “Saya sudah mengikuti semua hormati proses ini. Sekarang saya mohon nama baik saya dipulihkan ketika didapati saya sama sekali tidak ada kaitan dengan kasus ini,” ujar Lombok tadi malam.
Dia pun berterima kasih kepada semua pihak yang terus memberikan dukungan moril kepada dirinya selama ini. “Yang pertama orang tua dan keluarga saya, kemudian teman-teman dan sahabat saya. Tak terkecuali kepada musuh sekalipun yang telah memberi inspirasi termasuk tekanan politik kepada saya, bagaimana menjalani hidup dan terus memberi buah bagi masyarakat,” kata putra Kumelembuai ini, seraya memanjatkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang terus memberikan dia kekuatan.
Kedepan, lanjut dia, dirinya akan lebih berhati-hati lagi karena dia sadar bahwa terjun ke dunia politik tidaklah segampang yang dipikirkan, karena lawan politik ada dimana-mana, termasuk di internal partai sendiri. “Yang terpenting, amanah yang rakyat Minsel dan Mitra sudah berikan kepada saya akan saya jalankan semaksimal mungkin, karena amanah rakyat adalah amanah Tuhan,” tukas kader muda potensial Partai Demokrat ini.
Lombok sendiri pada Pileg 9 April lalu mengantongi suara terbanyak di antara para caleg Partai Demokrat untuk Deprov Sulut.(try28/dewe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment