Berita Terbaru

Tuesday, June 24, 2014

HARI LH, Wagub: Antisipasi global warming
by RONAL ROMPAS - 0

WAGUB Sulut didampingi Kepala BLH Sulut saat menyerahkan penghargaan Kalpataru kepada salah satu peserta hari LH, Senin (24/6) kemarin. (foto:ismail/sk)

Manado—Wakil Gubernur Sulut, Dr Djouhari Kansil MPd mengatakan, pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, selain mencegah terjadinya kerusakan lingkungan hidup juga mengantisipasi pemanasan global (Global warming) yang diakibatkan oleh perubahan iklim cuaca yang akhir-akhir ini tidak stabil. “Hal ini akan memberi dampak terhadap kehidupan di muka bumi yang ditandai dengan meningkatnya frekuensi hujan dengan intensitas yang sangat tinggi,” ucap Wagub saat membacakan sambutan tertulis Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr Balthasar Kambuaya, dalam peringatan hari lingkungan hidup se-Dunia tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Sulut, Senin (23/6) kemarin.
Dampak lainnya juga bisa terlihat secara langsung diantaranya, melalui ketidakpastian musim hujan maupun kemarau, munculnya berbagai bencana alam seperti kekeringan, badai, banjir dan longsor, semua itu juga menjadi satu bagian dari dampak pemanasan global. “Dampak ini juga berpengaruh terhadap wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang mengakibatkan naiknya air laut ke permukaan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut, Drs Adry Manengkey, menambahkan bahwa disektor pertanian pun dapat mengalami kekeringan dan banjir akibat perubahan pola hujan sehingga dapat menyebabkan Indonesia ada penurunan 2% produksi pertanian pada dekade ini. “Pada sektor perikanan pun bisa mengakibat ikan di daerah tropis mengalami kematian. Oleh karenanya, Kementerian LH RI dalam mengatasi perubahan iklim, pemerintah telah menetapkan kebijakan berupa penurunan emisi dari kondisi 'busines as usual' pada tahun 2020 sebesar 26% dengan usaha sendiri dan 41% dukungan negara lain,” ungkap Manengkey saat diwawancarai usai kegiatan.
Pemerintah juga akan mengembangkan berbagai kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim diantaranya, melalui Perpres Nomor 61 Tahun 2011 tentang rencana aksi nasional penurunan gas rumah kaca serta Perpres Nomor 71 Tahun 2011 tentang penyelenggraan investasi gas rumah kaca nasional yang seiring dengan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. “Tema peringatan LH se-Dunia tahun ini adalah 'Raise Your Voice, Not The Sea Level' yang ditetapkan United Nations Environment Programe (UNEP) suatu lembaga BLH di PBB yang mempunyai misi satukan langkah, lingkungan ekosistem pesisir dari dampak perubahan iklim,” tandas Tutup Manengkey.
Adapun pada peringatan hari LH itu juga Wagub Sulut, Dr Djouhari Kansil MPd didampingi Kepala BLH Sulut, Adry Manengkey telah memberikan penghargaan Adiwiyata kepada 11 sekolah, penghargaan Kalpataru tingkat Kabupaten/Kota, kantor berwawasan lingkungan, penyerahan tong sampah bagi 8 tempat ibadah, penyerahan motor sampah serta penyerahan bibit pohon kepada kelompok masyarakat peduli lingkungan.
Hadir pula Wakil Ketua TP PKK Sulut, Ny Mieke Kansil Tantengkeng, serta sejumlahpejabat eselon II Pemprov Sulut dan perwakilan dari Kabupaten/Kota se-Sulut.(try30)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment