Berita Terbaru

Thursday, June 19, 2014

Harga HET elpiji 3 Kg segera naik
by RONAL ROMPAS - 0

SEKKOT Manado Ir Haefrey Sendoh dalam rapat bersama Pertamina dan Pemprov Sulut.(foto: ist)
Manado—Jelang ibadah Puasa, Pertamina telah merencanakan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji bersubsidi ukuran 3 Kilogram. Meski belum dipastikan akan naik kapan, namun Pertamina beralasan kenaikan tersebut karena rentan waktu antara tahun 2009 hingga 2014 terjadi inflasi sehingga perlu dinaikkan. “Untuk saat ini, acuan HET nasional tahun 2009 adalah Rp12.750/tabung ukuran 3 Kg. Untuk Manado yang menjadi acuan HET adalah Rp15.000. Karena rentan waktu antara 2009-2014 terjadi inflasi sehingga mepengaruhi harga, sehingga kami menyurat lagi untuk HET dan mohon evaluasi menyangkut tingkat beli masyarakat,” terang Pertamina melalui Aubaidillah M dalam rapat di kantor Pemprov Sulut sembari mengatakan, bahwa HET murni kewenangan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota sesuai Permendagri Nomor 17 tahun 2013.
Ditambahkan Wakil Ketua Hiswana Migas, Jhony Langelo yang juga agen LPG menambahkan, terkait dengan pangkalan, ada kontrak atau perjanjian bahwa untuk pangkalan harus memiliki timbangan dan alat pemadam kebakaran. Akan hal itu juga, lanjutnya, segera dibahas dalam rapat di Makassar tentang pembahasan HET elpiji 3 Kg tahun 2014.
Sekkot Manado, Ir Haefrey Sendoh yang ikut hadir menghadiri rapat pembahasan tentang konsep pembahasan rencana HET elpiji 3 Kg, Rabu (18/6) kemarin, mengharapkan semua pihak yang ikut serta dalam pembahasan memberikan masukan sehingga bisa ditemukan titik temu tentang HET elpiji ini.
Sekkot juga menambahkan perihal kebutuhan elpiji di Kota Manado melalui 535 pangkalan dan 7 agen. “Untuk kebutuhan elpiji 3 Kg kota Manado terkadang sulit ditemui dikarenakan jatah kota Manado digunakan untuk memenuhi kuota permintaan daerah lain. Saya berharap nanti akan ada penertiban untuk itu. Karena seperti diketahui kota Manado memiliki SPBE di Liwas, tidak dipasok untuk kota Manado dan justru untuk kota ini pasokannya diambil dari SPBE daerah Matungkas,” sembur Sekkot.
Tidak hanya itu, Sekkot pun menegaskan, agar ada pengecekan dan penertiban bagi pihak-pihak yang menggunakan gas subsidi 3 Kg yang tidak tepat sasaran. “Elpiji 3 Kg adalah subsidi pemerintah sehingga saya berharap agar hotel, rumah makan dan restoran tidak menggunakan elpiji subsidi,” tegas Sekkot.
Dalam rapat yang dipimpin Assisten II Pemprov Sulut, Drs Sanny Paregkuan MAP mengatakan, bahwa rapat ini bertujuan untuk meminta masukan dari Kabupaten/kota yang sudah melakukan konfersi elpiji 3 Kg.  “Memang secara nasional masih memakai harga yang lama, jadi kami meminta masukan dari masing-masing kabupateen/kota tentang HET elpiji 3 Kg,” katanya.
Dalam rapat itu, Sekkot sendiri didampingi oleh Asisten II Manado Drs Rum Usulu yang mengusulkan  pengawasan dan pengecekan di lapangan karena banyak kasus yang tidak sesuai ketentuan yang sering terjadi.(ton)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment