Berita Terbaru

Tuesday, June 24, 2014

Dukung Jokowi-JK, Ruhut: Kenapa Demokrat tak persoalkan SHS?
by donwu - 0

Ruhut Sitompul dan SH Sarundajang.
Jakarta—Jika sebagian besar anggota Fraksi Partai Demokrat (FFD) DPR RI sudah mendeklarasikan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (Prabowo-Hatta) sebagai calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres), maka anggota FPD Ruhut Sitompul resmi mendeklarasikan dukungannya kepada Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) di Jakarta, Senin (23/6) sore.
Anehnya, Ruhut justru terancam mendapatkan sanksi dari FPD karena tidak mendukung Prabowo-Hatta, kendati Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah berkali-kali menegaskan bahwa Partai Demokrat sampai saat ini masih dalam posisi netral dan memberikan kebebasan kepada kadernya untuk memilih mendukung salah satu capres-cawapres sebagaimana hasil Rapat Pimpinan Nansional (Rapimnas) Partai Demokrat akhir Mei 2014 lalu.
Hanya saja, Ruhut mengaku tak khawatir seandainya Partai Demokrat menjatuhi sanksi kepada dirinya. Dia pun menyinggung sejumlah oknum petinggi Partai Demokrat yang tidak mempermasalahkan bergabungnya sejumlah kader Partai Demokrat ke kubu Jokowi-JK, antara lain Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS). Apalagi SHS menjadi Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK di Sulut. "Sebelum saya ke Jokowi, kenapa mereka tidak pertanyakan Sinyo Harry Sarundajang, Dahlan Iskan, TB Silalahi, Suaidi Marasabessy, Endriartono. Tapi kenapa giliran Ruhut malah ribut. Akhirnya mereka pun sadar kalau saya sudah jadi tokoh nasional," ujar Ruhut dengan suara khasnya. Dia pun justru bangga karena ancaman sanksi itu dianggapnya menunjukkan bahwa ia telah menjadi tokoh nasional.
Di satu sisi, Ruhut yang juga Juru Bicara Partai Demokrat ini mengatakan, ia tak pernah mempersoalkan rekan-rekan separtainya yang menyatakan dukungan, baik kepada Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK. Dia bahkan mengklaim, SBY selaku Ketua Umum Partai Demokrat, telah memberikan restu kepadanya untuk mendukung Jokowi-JK. Ruhut lalu menjabarkan pengalamannya berorganisasi di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI). Selama 20 tahun, sebut Ruhut, dirinya bekerja untuk organisasi sehingga dia meminta Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf tidak asal berbicara. "Saya ini senior, enggak usahlah ancam-ancam itu," tutur Ruhut.(kom)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment