Berita Terbaru

Wednesday, June 18, 2014

2 korban panah wayer dirujuk ke RS Kandou, 1 TPS dibakar
by RONAL ROMPAS - 0

SALAH satu TPS yang dibakar massa dalam kegiatan simulasi penanganan kesehatan dan konflik sosial di halaman Pemprov Sulut.(foto: ismail/sk)
Manado—Pascabentrok dua kelompok massa yang terjadi di lokasi Tempat Pemilihan Suara (TPS) di Kecamatan Tuminting Manado yang berlangsung pukul 10.00 Wita, Rabu (18/6) pagi kemarin, dua korban terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit Prof Kandou Manado menggunakan ambulance untuk mendapat penanganan khusus akibat luka yang dialami ke dua korban sangat serius akibat senjata tajam (sajam) jenis panah wayer dan parang yang menusuk dada dan perut korban. Tidak lama kemudian bantuan puluhan Polisi Sektor (Polsek) Tuminting pun tiba di lapangan dan langsung melakukan pengamanan dan penangkapan para tersangka.
Sementara disaat yang sama, terjadi pula aksi saling serang puluhan orang tak dikenal di Kecamatan Tikala Manado dimana Tempat Kejadian Perkara (TKP) juga sama seperti di Kecamatan Tuminting yakni di TPS. Pada akhirnya massa sempat membakar satu rumah warga yang dijadikan TPS. Namun, tak lama kemudian bantuan dari Polsek setempat yang juga dibantu satuan Dalmas Polresta Manado dan Petugas Pemadam Kebakaran Kota Manado, langsung berada di TKP dan melakukan pengamanan serta pemadaman api di TPS yang terbakar.
Setelah selang beberapa jam kemudian, ketegangan kembali terjadi dan kali ini massa gabungan lebih banyak dari sebelumnya. Dimana ratusaan gabungan massa tersebut menyerbu dan melakukan pembakaran di Kantor KPU Sulut. Pada akhirnya pun kekuatan Kepolisian akhirnya ditambah melalui pihak Polda Sulut dengan menurunkan pasukan anti huru-hara dan Dalmas serta satuan Brimob dengan persenjataan lengkap bersama tim gabungan SAR dan RAPPI serta Medis dari beberapa Rumah Sakit di Manado.
Dari informasi sementara yang didapat dari beberapa sumber terpercaya di dua lokasi TKP tersebut mengatakan, bentrok tersebut dipicu karena adanya ketidakpuasan dari hasil pemungutan suara salah satu kandidat pasangan Calon Presiden (Capres) dan Cawapres RI.
Pemprov Sulut melalui Wakil Gubernur Sulut, Dr Djouhari Kansil MPd, mengatakan segala bentuk simulasi tersebut guna mengantisipasi terjadinya kekacauan pada saat pemungutan suara Pilpres RI pada tanggal 9 Juli mendatang. “Segala kemungkinan itu bisa terjadi, jadi kami saat ini menggelar simulasi atau gladi lapangan penanggulangan masalah kesehatan akibat konflik sosial terkait Pemilu 2014 yang bersama-sama dengan para instansi terkait lainnya seperti Dinkes Sulut, TNI dan Polda, Damkar dan juga SAR,” terang Wagub, usai menyaksikan simulasi terkait penanganan masalah kesehatan dan konflik sosial terkait Pemilu 2014, yang diselenggrakan Dinkes Sulut dan digelar di lapangan Kantor Gubernur Sulut, Rabu (18/6) kemarin.
Sementara itu, Kadinkes Sulut, dr Grace Punuh mengatakan, Pemprov Sulut merasa bangga karena ditunjuknya Sulut sebagai lokasi simulasi penanganan masalah Kesehatan dan konflik sosial tersebut. “Saya sangat bersyukur, karena itu kami harapkan warga Sulut bisa bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban agar Sulut terhindar dari semua hal-hal yang tidak diinginkan seperti kerusuhan dan masalah kesehatan,” jelas Punuh.(try30)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment