Berita Terbaru

Friday, May 16, 2014

WCRC, GSVL himbau jaga stabilitas kota
by RONAL ROMPAS - 0

Manado—Hajatan internasional World Coral Reef Conference (WCRC) secara resmi akan dibuka Wakil Presiden (Wapres) RI Boediono di Grand Kawanua Kairagi Kecamatan Mapanget, Jumat (16/5) hari ini. Tak heran, guna mensukseskan iven yang bakal dihadiri utusan dari sekitar 50 negara tersebut, Walikota Manado, GS Vicky Lumentut mengajak seluruh warga masyarakat Kota Manado untuk bisa mensukseskan dan yang terpenting memberi rasa nyaman dan aman bagi tamu-tamu yang ada.
Ketua Asosiasi Walikota se-Indonesia ini, disaat sedang menjamu tamu-tamu mancanegara dalam iven internasional WCRC, maka diharapkan, warga masyarakat Kota Manado bisa menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu negatif yang beredar. Untuk itu warga diajak memberikan kesan aman bagi tamu-tamu yang ada, khususnya tamu dari luar negeri, agar supaya imej Kota Manado sebagai daerah yang punya nilai budaya Torang Samua Basudara bisa tetap dipertahankan. "Mari torang Brenti Jo Ba Panah Wayer, jangan rusak imej Kota Manado di mata dunia. Kita harus sukseskan iven internasional WCRC ini," harap GSVL.
Ditambahkannya, hajatan WCRC ini akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan. Jadi warga diminta memberikan kesan baik, agar tamu yang datang betah dan ingin kembali mengunjungi Kota Manado bersama keluarga maupun kerabat yang ada. "Kalau itu panah wayer sudah tidak ada, pasti tamu lokal maupun mancanegera ingin balik ke Manado lagi. Rasa aman bagi tamu, itu sangat penting. Karena kalau tak aman, kita semua yang rugi di sisi promosi Pariwisata maupun pendapatan perekonomian," jelas GSVL.
PERAN TOKOH
MASYARAKAT
Fenomena keamanan yang terjadi di beberapa wilayah termasuk Kelurahan Mahakeret, diakui Wawali Manado Harley Mangindaan, sebagai pekerjaan rumah bersama stakeholder kota Manado. Ini menyusul, berbagai masukan kepada pemkot agar bisa tegas dan turun sampai ke lapisan paling bawah untuk menjelaskan pentingnya keamanan. "Masukan warga akan keamanan kepada saya menjadi dorongan yang positif. Untuk itu kemarin (Selasa,red) saya langsung kumpul para lurah dan kepala lingkungan berikut camat untuk bahas penyebab dan apa keinginan mereka untuk amannya wilayah," ungkap Wawali, Rabu (14/5) lalu.
Namun disatu sisi, Wawali berharap agar para tokoh masyarakat ikut berpartisipasi aktif. "Ini semua dilakukan ujungnya untuk warga masyarakat kota Manado," terang Wawali.
Sementara dalam pertemuan dengan lurah serta kepala lingkungan, Wawali menegaskan terus memotivasi Lurah dan kepala lingkungan untuk membuat sistem yang tidak seperti biasanya dalam menjaga keamanan lingkungan. "Kita harus lebih keras dan tegas hadapi masalah-masalah yang ada. Saya arahkan lurah dan camat buat skema keamanannya, nanti akan di konsultasikan kembali kepada Pak Walikota serta kepada aparat keamanan. Para kepala lingkungan siap menjadikan wilayahnya sebagai Kelurahan Percontohan Keamanan," terang Wawali.
Namun kelurahan percontohan keamanan mendapat respon beragam dari berbagai kalangan. Pengamat politik dan kemasyarakatan, Mahyudin Damis mengapresiasi ide tersebut. Namun menurutnya, akan lebih baik jika luas garapannya diperkecil menjadi lingkungan percontohan keamanan. “Tiap pala menginventarisasi anak muda yang sering membuat keributan, kemudian dilaporkan ke polisi bahwa nama-nama tersebut yang perlu dipantau gerakannya. Jika perlu dipanggil untuk diperingati dan diberi pembinaan,” ujarnya.
Senada disampaikan pengusaha Jeffry Rantung Jr. Menurutnya, ide tersebut sangat baik dan perlu dilaksanakan. “Yang penting Pemkot tetap menyiapkan standar operasional prosedur,” ungkapnya.
Berbeda, desainer dan fotografer, Faisal Maksum mengatakan, yang terpenting saat ini adalah penegakkan hukum. “Harus ada tindakan tegas kepada pelaku. Kalau perlu perintah tembak di tempat,” katanya.
Warga Manado, Baso Affandi mengaku pesimis dengan ide Wawali tersebut. “Apa output dari kelurahan percontohan keamanan jika korban terus berjatuhan,” terangnya.
Menurutnya, daerah lain seperti Makassar, Palu dan Kendari juga pernah marak dengan senjata yang satu ini. “Bedanya hanya di istilahnya saja. Kalau di Manado panah wayer, di sana itu istilahnya busur panah,” katanya.
Dia mengatakan, aksi panah wayer di daerah-daerah tersebut berangsur hilang karena kebijakan Kapolda dan pemimpinnya yang tegas. “Tembak di tempat pelaku, operasi bersih minuman keras dan peningkatan kesadaran warga akan pentingnya siskamling. Selain itu, peningkatan peran keluarga dalam membina anak-anaknya,” jelasnya.
Akan masukan tersebut, Wawali menyimpulkan, keamanan jika tidak ditopang dan dan dukung oleh warga Manado sendiri, jelas tidak akan berjalan baik.(dede/teem)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment