Berita Terbaru

Tuesday, May 20, 2014

Wawali komunikasi dengan warga Tikala Baru
by RONAL ROMPAS - 0

Wawali Manado Harley Mangindaan turun langsung melakukan komunikasi dengan warga.
Manado—Kisruh pembagian bantuan bencana untuk sewa rumah sementara, akhirnya mereda di Kecamatan Tikala tepatnya di Kelurahan Tikala Baru. Hal menyusul, Wawali Manado Dr Harley Mangindaan langsung turun melakukan komunikasi dengan warga di kantor Lurah Tikala Baru khususnya  lingkungan 1,4,5 dan 6. 
Wawali didampingi Lurah Tikala Baru, Eva M Kaunang dan Kapolsek Tikala, AKP Killion Landangkasiang menyerap aspirasi warga sekaligus mencarikan solusi.  “Terima kasih kepada warga yang mau datang dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada saya. Dari aspirasi-aspirasi warga yang disampaikan, saya menangkap ada 3 point penting yang diinginkan warga untuk dituntaskan oleh pemerintah,” kata Wawali.
Dari 3 poin tersebut, Wawali mengungkapkan, masalah pembagian bantuan bencana yang dinilai banyak kekurangan dan tidak sesuai dengan data, akan menjadi perhatian serius Pemkot Manado. “Bantuan bencana uang sewa rumah merupakan bantuan dari pusat yang verifikasi serta validasinya dilakukan pusat lewat kepala lingkungan dan lurah. Untuk itu, bagi yang belum dapat bantuan dan belum terdata, saya ajak masukan data ke kelurahan. Bersamaan dengan itu, distribusi penerima dana bantuan untuk 1.551 kepala keluarga yang terdata, tetap berjalan sesuai SK,” terang Wawali.
Lanjut Wawali menerangkan, berdasarkan petunjuk dari Walikota Manado untuk warga yang belum memasukan data susulan, harap dimasukan ke pemerintah kota untuk diverivikasi dan validasi lagi. “Warga langsung datang ke kelurahan, dan nantinya data itu akan dirujuk ke BPBD dan juga pemerintah supaya menjadi pegangan untuk ke pusat. Usai itu apakah nanti anggaranya akan mengambil dana dari pusat atau APBD untuk pemerataan pembagian dana bantuan, itu setelah semua data masuk,” ungkap Wawali.
Warga Tikala Baru lingkungan I Jonas Madelu menyesalkan pendataan, pembagian dana sewa rumah yang dilakukan oleh oknum kepala lingkungan yang dinilai tidak transparan. Tak ayal, warga meminta kepada Wawali untuk mengganti oknum aparat desa tersebut. “Hari ini komunikasi secara langsung sudah ada fakta dan data untuk kami kaji, mudah-mudahanan ini merupakan langkah baik. Apabila kajian tersebut bisa diperbaharui dan diperbaiki oleh aparat pemerintah, saya harapkan itu semua bisa terjadi. Orang salah bukan dihukum mati, tapi orang salah diberikan pembelajaran,” ujar Wawali.
Tidak sampai situ, Wawali pun ikut turun melakukan penjelasan soal pembagian dana bantuan tersebut di Kelurahan Banjer. (ton)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment