Berita Terbaru

Monday, May 12, 2014

Transportasi, Wawali promosikan ASPOL di Batam
by RONAL ROMPAS - 0

WAWALI Manado Dr Harley Mangindaan ketika menghadiri appraisal mission Nationally Appropriate Mitigation Action Sustainable Urban Transport Initiative di kota Batam.(foto: ist)
Manado—SistEm Angkutan Kota Shuttle Bus dan Parkir/Tol (ASPOL) menjadi program Walikota Dr GS Vicky Lumentut di Manado yang ujungnya mengurai kemacetan, Jumat (9/5) lalu, menjadi bahan materi Wawali Manado Dr Harley Mangindaan ketika menghadiri appraisal mission Nationally Appropriate Mitigation Action Sustainable Urban Transport Initiative di ruang rapat Walikota Batam.
Dijelaskan Wawali, kota Manado memiliki konsep ASPOL, nantinya ini akan menjadi satu inovasi yang baik untuk Pemkot Manado jika disandingkan dengan project Nationally Appropriate Mitigation Action Sustainable Urban Transport Initiative. “Konsep ini akan mengurangi emisi gas buang, kemacetan, adanya pedestrian yang menjadi impian serta jalur sepeda serta tempat parkir,” ungkap Wawali memaparkan konsep Walikota Manado tersebut.
Dalam kegiatan yang merupakan program Kemenhub RI dengan GIZ serta ADB, sebagai tindaklanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dengan 3 Kota yakni Batam, Kota Manado dan Kota Medan yang menjadi Pilot Project. ”Saya berharap transportasi massal nantinya menggunakan dengan elektrick vehicle yang dinilai mengurang emisi gas buang dimana negara-negara berkembang lainnya sudah menggunakan teknologi ini dalam mengurangi emisi gas buang,” ujar Wawali.
Untuk itu, konsep–konsep tersebut bisa disandingkan dengan Nationally Appropriate Mitigation Action Sustainable Urban Transport Initiative. “Melalui appraisal mission ini bisa menyatukan persepsi dan pemikiran dengan harapan tujuan dari kegiatan ini, kiranya bisa membawa satu pemikiran yang akan mendukung keberhasilan program transportasi dan action plan mitigasi gas rumah kaca,” terang Wawali sembari menuturkan program ini akan berhasil jika ada inovasi dan inovatif serta saling berkoordinasi bersama.
Ir Nugroho Indrio selaku Staf Ahli Bidang Teknologi, Energi dan Lingkungan dari Perhubungan Kementerian Perhubungan menuturkan, Indonesia mempertahankan komitmen menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26%. “Pertemuan Tim GIZ dan 3 kota yang menjadi percontohan bertujuan untuk membahas action plan mitigasi gas rumah kaca dan rencana aksi daerah,” ujarnya.
Kepala Bappeda Batam, Dr Wan Darusalam yang bertindak sebagai moderator mengatakan kunjungan pertama tim GIZ  merupakan pijakan mendapat bantuan dan dukungan untuk program yang akan dijalankan di tiap-tiap daerah.
Daniel Bangardt sebagai  leader Tim GIZ dalam presentasinya, program ini menurunkan emisi di Indonesia dan mendapat suport dari negara lain. Beliau  mengatakan Support Project yang berfokus pembentukan Program Nasional Sustainable Urban Transport untuk mendukung pemerintah daerah dengan saran teknis, co-finance dan kapasitas.
Ditambahkannya, yang menjadi timeline dari penilaian meliputi  kesiapkan Appraisal Mission, Realisasi Studi Latar Belakang elemen inti (Aksi Mitigasi di Kota, Analisis Stakeholder, Pembiayaan Urban Transport).
Pada presentasi ini Tim GIZ juga mengapresiasi pemerintah kota Manado yang telah berkontribusi terhadap survey yang mereka lakukan dengan menyelesaikan Tatralog kajian Lalulintas dan untuk Batam dan Medan baru akan disurvey tahun ini .
Wawali juga mengatakan dari tiga kota yang menjadi percontohan baru kota Manado telah menyelesaikan tatralog isinya tentang kajian lalulintas
Dalam  appraisal mission tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Kajian dan Kemitraan Pelayanan Jasa Transportasi Drs Imam Hambali MSi, Kadis Perhubungan Kota Medan Reinward ParapatATD MT, Kadis Perhubungan Kota Batam Drs H Zulhendri Msi, Kadis Perhubungan Kota Manado Vicky Koagow MSi, Tim GIZ (lembaga kerjasama pembangunan pemerintah Jerman) Andrea Hentel,Carster Vonnoh dan perwakilan ADB(Asian Development Bank) Ko Sakamotoserta.(ton/*)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment