Berita Terbaru

Thursday, May 8, 2014

Tolak Kumtua, Bupati Minut tetap pada pendirian
by RONAL ROMPAS - 0

Airmadidi—Penolakan sebagian warga Desa Suwaan Kecamatan Kalawat, atas pelantikan Hukum Tua (Kumtua) desa yang baru tersebut, berlanjut, Rabu (7/8) kemarin. Dimana sebagian warga yang menolak, mulai melakukan penutupan Kantor Kumtua.
Bahkan sebagian pemerintah desa yang hendak berkantor, tidak diberi izin untuk masuk oleh warga. “Jangan dulu ada aktifitas di tempat ini, sebelum ada penyelesaian dari Pemkab Minut, soal pergantian Kumtua Youla Bokong ke Decky Sompie,” tutur sejumlah warga yang berada di lokasi.
Sejumlah warga yang melakukan penolakan, enggan mendengarkan petunjuk sebagian aparat desa, agar tenang dan tidak membuat keributan. Bahkan, tidak puas dengan menyegel kantor Kumtua, warga melakukan pembakaran ban di pinggir jalan. Alhasil, suasana tersebut sempat memacetkan ruas jalan Airmadidi-Suwaan.
Mendapat laporan adanya kegiatan massa yang menjurus ricuh, sejumlah anggota Polres Minut dipimpin langsung Kapolres AKBP Djoko Wienartono SIK, langsung turun lapangan untuk membubarkan aksi warga tersebut.
Betul saja, saat sejumlah anggota polisi turun dari kendaraan, warga yang tadinya berkumpul, satu-persatu membubarkan diri. Melihat hal tersebut, anggota polisi berhasil mengendalikan situasi, dan memadamkan ban yang dibakar warga.
Kapolres Minut AKBP Djoko Wienartono SIK saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang menjadi aspirasi masyarakat Desa Suwaan, sebaiknya disampaikan ke Pemkab Minut. Bukan dengan cara mengganggu ketertiban umum. “Silahkan, langsung menyampaikan aspirasinya. Jangan dengan cara begini, karena jika berbuat sesuatu yang mengganggu kenyamanan orang lain, kita akan langsung tindak. Intinya tenang, jangan sampai anarkis,” tutur Wienartono.
Sebelumnya, Selasa (6/5), warga sudah melakukan penolakan tersebut. Bahkan kantor Kumtua dipenuhi dengan coretan. Mereka menganggap, pelantikan Kumtua Suwaan yang baru, melanggar aturan.
Sementara itu, Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA mengatakan, tetap pada pendiriannnya. “Saya minta pada Kumtua yang baru dilantik, tetap bertugas untuk melayani masyarakat. Silahkan salurkan aspirasi, asal tidak merusak fasilitas publik. Yang harus ditolak kalau dia (Kumtua, red) belum melayani. Yang ini kan belum melayani, masa sudah ditolak. Kita lihat dulu kinerja Kumtua yang baru,” ucap Singal.(boy)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment