Berita Terbaru

Tuesday, May 13, 2014

SBY dan SHS kunjungan kerja ke Myanmar
by RONAL ROMPAS - 0

PRESIDEN RI dalam Pertemuan ke-10 BIMP-EAGA Summit; Menko Perekonomian, Ketua KEN, Menko Polhukam, Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, dan Menteri Luar Negeri (foto:ist)
Manado—Gubernur Sulut, DR Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dalam kunjungan kerjanya mendampingi Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Kota Nay Pyi Taw, Myanmar sejak Sabtu (10/5) lalu sampai Senin (12/5) kemarin, telah menyampaikan inti pokok pikiran diantaranya, bagaimana memperkuat kerjasama Kerjasama Brunei, Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) dengan melibatkan 15 Provinsi yang ada di Pulau Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua. “Kemudian bagaimana mempercepat pembangunan infrastruktur untuk menunjang konektivitas baik laut dan udara dengan maksud membuka pintu baru bagi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan melalui multi gate system,” terang Gubernur dalam sambutannya di Gedung Myanmar International Convention Center, sembari mengatakan pelabuhan dan bandara internasional juga berfungsi sebagai international hub-port dan perdagangan yang saling interkoneksi bisa memudahkan suatu negara dalam mempersiapkan segala sesuatunya dalam menghadapi arus ekonomi global.
Sementara itu, melalui Presiden RI SBY saat memimpin rapat tersebut sekaligus memberikan sambutan pembukaan KTT ke-10 BIMP-EAGA, bahwa pertemuan ini merupakan salah satu bagian dalam rangkaian konferensi tingkat tinggi (KTT) ASEAN ke-24 dimana masing-masing pemimpin negara akan menyampaikan pendapatnya, sehingga menghasilkan Joint Statement 10th BIMP-EAGA Summit. “Adapun isu-isu yang diangkat diantaranya, bagaimana kontribusi dari negara-negara anggota BIMP-EAGA dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Kemudian bagaimana progress implementasi dari pencapaian strategi empat pilar yaitu konektivitas, ketahanan pangan, pengembangan pariwisata dan lingkungan hidup dalam blue print di BIMP-EAGA 2012-2016,” terang SBY.  
Presiden RI juga menyampaikan perkembangan terkini mengenai arah BIMP-EAGA di masa depan nanti. Dimana dengan memberikan kesempatan pada pemimpim-pemimpin negara anggota lain untuk menyampaikan pidato serta dirangkaikan dengan diskusi secara berturut-turut. “Diawali dengan Sultan negara Brunei Darussalam, Menteri Perdagangan Internasional dan Perindustrian Malaysia, Presiden Republik Filipina, Sekretaris Jenderal ASEAN dan terakhir Presiden Asian Development Bank,” jelasnya.
Adapun sebelum pertemuan tersebut, para delegasi dari Indonesia mengadakan konsolidasi yang dimpimpin langsung Presiden RI. (mld)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment