Berita Terbaru

Thursday, May 22, 2014

Rakornas TPID, Manado diformulasikan upaya konkret
by RONAL ROMPAS - 0

WAWALI Manado Harley Mangindaan bersama pimpinan daerah se-Indonesia menghadiri Rakornas TPID di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.(foto: tonny/sk)
Manado—Wawali Manado, DR Harley Mangindaan, Rabu (21/5) kemarin, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) V Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta.
Tidak hanya Ai sapaan akrab Wawali, rakornas ini dihadiri sejumlah kepala daerah, di antaranya Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.
Agenda nasional ini dibuka langsung oleh Presiden RI Dr H Susilo Bambang Yudhoyono dan dihadiri Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi serta Gubernur BI Agus Martowardojo.
Dalam pidato Presiden SBY, dikatakan Wawali, pentingnya meningkatan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas pangan bagi kesejahteraan masyarakat. “Pengendalian inflasi perlu terus diupayakan karena faktor yang mempengaruhi inflasi adalah karakteristik daerah dan penyelesaian permasalahan struktural," ujar Wawali mengutip penegasan SBY.
Lepas dari itu, Wawali mengakui secara garis besar, rakornas ini membahas bagaimana meningkatkan kerjasama antar daerah di bidang ketahanan pangan melalui dukungan perencanaan program kerja dan penyediaan anggaran di daerah. “Meningkatkan ketersediaan dan kualitas data serta informasi surplus defisit pangan di setiap daerah oleh TPID, itu menjadi acuan dalam melakukan kerjasama antar daerah dan meningkatkan kapasitas pengelolaan kerjasama antar daerah, antara lain melalui bimbingan dan konsultasi bagi TPID yang difasilitasi oleh Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) TPID. Pemkot Manado terus memformulasikan berbagai upaya konkret melalui TPID sebagai sebagai upaya pengendalian laju inflasi. Kami juga minta dukungan oleh Kabupaten/Kota yang ada di Sulut karena distribusi dan ketersediaan pangan untuk Kota Manado banyak bergantung dari kawasan yang berada di luar Kota Manado. Intinya kerjasama antar daerah harus terus dijaga agar stabilitas harga tetap terjaga sehingga dapat mendukung pencapaian inflasi nasional,” jelas Wawali yang didampingi Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangun Manado Drs Rum Usulu.
Ditegaskan Wawali, ketersedian bahan pokok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi serta komunikasi akan menciptakan instrument yang sinergis yang membuat warga tidak panik kala terjadinya inflasi. “Di kota Manado sekarang ini memang masih terlihat adanya monopoli pasokan bahan-bahan pokok seperti beras dan cabe. Tentunya jika distribusi menuju Kota Manado terhambat akan terjadi kelangkaan yang membuat harga naik. Kita akan menkoordinasikan dengan Polda Sulut agar tidak ada hambatan-hambatan yang terjadi di jalan saat proses distribusi menuju Kota Manado. Tentunya sesuai dengan rambu-rambu yang berlaku,” ujar Wawali.
Acara tersebut diikuti oleh Gubernur dan walikota atau Bupati yang mewakili 233 TPID di 33 provinsi dan 200 kabupaten/kota. (ton)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment