Berita Terbaru

Sunday, May 18, 2014

Proyek siluman bermunculan di Tatelu
by RONAL ROMPAS - 0

SALAH satu drainase yang diduga dikerjakan tanpa koordinasi dengan aparat desa setempat.(foto: boyz/sk)
Airmadidi—Masyarakat Desa Tatelu Kecamatan Dimembe Minut, dibuat bingung dengan hadirnya beberapa proyek pekerjaan drainase. Pasalnya, proyek-proyek drainase itu seperti proyek siluman yang tidak jelas statusnya.
“Saya pernah tanya, para pekerja bilang, mereka hanya melaksanakan pekerjaan, tapi tidak tahu siapa bosnya,” tutur Alfred Buang, warga setempat.
Salah satu yang diduga proyek siluman, di Desa Tatelu jalan Pinili Klabat. 250 meter diatasnya, ada lagi pekerjaan serupa, tapi dari kontraktor berbeda. “Di Desa Kalutai juga ada pekerjaan drainase lainnya,” ungkap Yansen Mamahit, warga Desa Tatelu.
Bukan warga saja yang geram, ternyata Kumtua Tatelu Vence Sumampouw juga merasa kurang setuju dengan adanya pekerjaan tersebut. “Saya sendiri sampai hari ini tidak tahu untuk apa proyek-proyek drainase itu dibuat, soalnya tidak ada koordinasi dengan kami,” katanya, Minggu (18/5) kemarin.
Akibat pekerjaan dilakukan serba tergesa-gesa dan tidak ada kordinasi dengan pemerintah desa, hasilnya proyek-proyek drainase  terkesan mubasir. “Di beberapa titik, pekerjaan drainase yang dibuat itu saya anggap mubasir,” katanya.
Menurut Sumampouw, ia pernah dikunjungi beberapa pria dari Dinas PU. “Pernah satu kali mereka datang, hanya melapor bahwa akan melakukan pengukuran lahan saja,” tuturnya.
Namun selanjutnya, tambah Kumtua, tak ada lagi kordinasi sehingga pekerjaan dimulai. “Kalau mereka berniat baik dalam melaksanakan proyek uang negara berupa proyek drainase, sebaiknya mereka berkordinasi dengan kami, agar kami bisa mengusulkan, dititik-titik mana yang perlu dikelolah,” tandasnya.
Melihat pekerjaan proyek itu tidak ada papan proyek, dan dikerjakan tidak pada tempatnya, LSM LAK-P2 RI menaruh curiga. “Jangan-jangan proyek-proyek siluman itu adalah anggaran sisa APBD yang harus dihabiskan. Kajari Airmadidi harus turun lakukan pemeriksaan, serta kejelasan status daripada proyek itu. Jika terbukti benar ada penyimpangan, saya minta segera lakukan proses bagi para kontraktor dan pelasana pekerjaan itu,” tukas Ketua LSM LAK-P2 RI Minut Rinto Rahkan.(eres)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment