Berita Terbaru

Sunday, May 11, 2014

Pasca banjir, tim Adipura puji Manado
by RONAL ROMPAS - 0

WALIKOTA Manado GS Vicky Lumentut saat menerima kedatangan Tim Adipura di ruangan kerjanya di Pemkot Manado.(foto:ist)
Manado—Bencana banjir bandang yang menimpa Kota Manado 15 Januari 2014, ternyata tidak berpengaruh terhadap penilaian Adipura Kota Besar. Pasalnya, tim penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengaku kaget dan memuji kebersihan Kota Manado, meski ditengah status masa transisi pascabencana banjir bandang. Hal ini terungkap ketika utusan Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Pembatasan Sampah, Ny Catherine diterima langsung Walikota Manado GS Vicky Lumentut pada akhir pekan lalu di ruang kerjanya.
Dalam pertemuan tersebut, selaku koordinator penilai Adipura, Ny Catherine yang didampingi Ny Anisa menyatakan, sejak beberapa hari melakukan pemantauan sekaligus penilaian, pihaknya sangat terkejut dengan telah berangsur dan normalnya kembali, perekonomian dan aktivitas warga Kota Manado meski belum lama ini terkena musibah banjir bandang yang sempat prorak-porandakan Ibukota Sulawesi Utara Kota Manado ini, sehingga meningkatnya sampah dan limbah atau kotoran rumah tangga serta merusak penataan kota di Manado.
Padahal sebelumnya, pihaknya sempat meragukan jika Pemkot Manado bisa secepatnya melakukan penataan kota jelang perolehan penghargaan Adipura. "Diluar dugaan, Kota Manado bisa pulih seperti ini lagi meski barusan terkena bencana alam banjir bandang. Kami salut dengan langkah cepat Pemkot Manado, semoga kedepan semakin baik lagi," puji Catherine tersenyum.
Meski demikian, ditambahkannya, dalam penilaian Adipura tersebut, Pemerintah dan warga masyarakat di Manado masih perlu memperhatikan seputar pembuangan sampah. Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya sudah cukup baik atau sangat tinggi. Namun itu masih harus diperbaiki lagi, seputar pemilahan sampah basah maupun sampah kering. Karena itu diketahui, cukup berdampak pada proses pemilahan nantinya karena cenderung sampah yang bisa diolah untuk menghasilkan sesuatu, akhirnya harus rusak dan itu cukup merugikan. "Kesadaran warga Manado membuang sampah ditempatnya, sudah sangat baik. Tapi itu belum diikuti kesadaran memilah sampah kering atau basah. Mudah-mudahan itu tidak terjadi lagi," saran Catherine.
Sementara itu, Walikota GSVL didampingi Kadis Kebersihan Julises Ohlers SH menyatakan, penghargaan Adipura buka semata-mata menjadi target utama pelayanan ke masyarakat. Namun yang terpenting adalah, bagaimana Pemkot Manado bisa menjadikan Kota Manado sebagai kota sehat dan menyenangkan sehingga warga masyarakat, bisa hidup bersih dan sehat serta bisa tinggal dengan nyaman di wilayahnya masing-masing. "Penghargaan Adipura itu simbol suatu kota bersih, tapi yang terpenting kita warga masyarakat Manado harus bisa hidup sehat karena lingkungan yang bersih dan nyaman," jelas GSVL. Ditambahkannya, jika kota itu bersih dan sehat, maka sudah jelas akan membantu dan meringankan program kerja Pemkot Manado. Seperti halnya program pelayanan UC (Universal Coverage) atau pengobatan kesehatan gratis serta pemberian santunan duka bagi warga yang mengalami duka cita. Pemkot Manado akan diringankan atau terbantu, jika warga masyarakat telah hidup sehat tidak mengalami sakit apalagi hingga di panggil Yang Maha Kuasa. "Bayangkan kalau tiap hari, banyak warga pemilik KTP Manado yang sakit atau meninggal dunia, pasti banyak pula anggaran yang harus disalurkan. Dengan program kebersihan lingkungan dan hidup sehat ini, pasti kita akan hidup sehat dan terus berdampingan, karena kami masih sangat membutuhkan bantuan pemikiran-pemikiran warga Kota Manado yang ada," pungkas GSVL seraya berharap bisa meraih Adipura ke 8 pada bulan Juni mendatang.(dede)


« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment