Berita Terbaru

Thursday, May 22, 2014

KNPI Silian Raya minta kembali ke logo Patokan Esa
by RONAL ROMPAS - 0

Ratahan—Perubahan lambang daerah Kabupaten Mitra, yang sementara dibahas dan ditindaklanjuti oleh Pemkab dan Dekab Mitra, diharapkan bukan dilakukan karena 'dendam politik', tetapi lebih didasari oleh berbagai dorongan positif, antara lain usulan masyarakat dengan melihat faktor budaya, etnis dan lainnya.
Hal ini disampaikan Ketua KNPI Silian Raya Ryan Sandag. “Saya sangat mendukung lambang daerah saat ini diganti. Karena selain menuai penolakan warga, logo pemulihan dianggap tidak mencerminkan budaya orang Minahasa,” tegasnya., Rabu (21/5) kemarin.
Lanjutnya, terkait dengan bakal hadirnya logo baru menjadi pertanyaan, kenapa Pemkab Mitra harus susah payah merancang logo baru. “Kembalikan saja ke logo Patokan Esa, yang memang sejak dulu itu yang diinginkan masyarakat. Justru kalau pergantian logo, terus yang muncul design baru, itu yang bisa memunculkan preseden buruk bagi sejarah Mitra,” tandas Sandag, sembari menambahkan, hal ini nantinya akan membuat masyarakat berpikir, jika kedepan bupati sudah orang baru, akan diusulkan lagi pergantian logo baru, sehingga dinilai orang Mitra tidak memiliki jatidiri, apalagi baru 7 tahun Mitra sudah menggunakan tiga logo.
Sementara itu, Sekkab Mitra Ir Adrianus Tinungki MEng menjelaskan, terkait perubahan lambang daerah, sudah melalui pembicaraan bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat serta pihak terkait lainnya di wilayah Mitra.  “Pada prinsipnya lambang daerah akan kembali ke lambang sebelumnya, hanya saja ada beberapa opsi yang menjadi pilihan dan sudah disetujui, yaitu tulisan Patokan Esa dihilangkan, dan tulisan Minahasa Tenggara akan ditempatkan dibagian atas atau bagian bawah lambang yang akan ditetapkan,” jelas Tinungki.(esel)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment