Berita Terbaru

Thursday, May 8, 2014

Gubernur pimpin rakor persiapan WCRC
by RONAL ROMPAS - 0

GUBERNUR bersama Kapolda dan Kajati Sulut saat rapat persiapan WCRC (foto:ist) 
Manado—Gubernur Sulut DR Sinyo Harry Sarundajang mengharapkan para pengusaha di bidang jasa perhotelan dan restoran di Manado yang nantinya juga menjadi partner dalam iven internasional World Coral Reef Conference (WCRC) pada tanggal 14-17 Mei 2014 nanti, kiranya jangan sampai menaikan tarif kamar kepada peserta. “Terus terang selama ini Pemprov telah banyak membantu pengusaha perhotelan dengan membuat berbagai iven nasional maupun bertaraf internasional di daerah ini sehingga diharapkan kamar-kamar hotel selalu ada tamu. Tapi kali ini saya mohon pengertian jangan sampai saudara menaikan tarif kamarnya terlalu tinggi, sehingga bisa berdampak buruk bagi peserta yang menginap di hotel saudara. Jadi maksud dikumpulnya kalian disini untuk meminta pengertian jangan menaikan tarif kamar untuk tamu,” ujar Sarundajang, di ruang Mapaluse, Rabu (7/5) kemarin.
Dicontohkan Gubernur, pada pengalaman pelaksanaan iven internasional, World Ocean Conference dan Coraltriangle Initiative Summit (WOC-CTI Summit) pada tahun 2009 lalu yang menghadirkan 6 kepala negara yakni Indonesia, Malaysia, Philipina, PNG, Salomon Island dan Timor Leste, dihadiri ribuan peserta telah mendapat pengakuan positif dari dunia internasional. “Karena itu dalam pelaksanaan iven internasional WCRC kali ini, kiranya kalian dapat membantu Pemda,” tegasnya, sembari meminta pihak hotel dapat memasang CCTV demi keamanan para tamu, serta meminta PLN untuk tidak memadamkan listrik selama berlangsung iven ini.
Sementara Kapolda Sulut Brigjen Palmer Sinaga, menyatakan kesiapan aparat Polda Sulut untuk mengamankan iven internasional ini dan meminta agar panitia dapat memberikan data jadwal lengkap mulai kedatangan para kepala-kepala negara serta peserta lainnya mulai dari bandara sampai di tempat penginapan. “Selain itu juga lokasi-lokasi yang menjadi tempat side iven termasuk kendaraan yang digunakan oleh peserta dan untuk mengatasi kemacetan kemungkinan akan diterapkan plat nomor ganjil dan genap selama berlangsungnya kegiatan,” terang Sinaga.
Ketua PHRI Sulut, Jhoni Like berjanji, harga kamar hotel bagi peserta tidak akan dinaikan, karena seluruh pengusaha hotel di daerah ini telah sepakat untuk tidak menaikannya. “Ini dikarenakan iven kali ini pesertanya hanya sedikit 480 dibanding dengan WOC dan CTI Summit Tahun 2009 lalu pesertanya mencapai dua ribuan lebih,” ungkap Like.   
Kadis Kelautan dan Perikanan Ir. Ronald Sorongan mengatakan, peserta yang sudah terdaftar hingga saat ini berjumlah 240 orang terdiri dari 150 peserta domestik dan 90 peserta mancanegara, itu belum termasuk tamu khusus dari dubes, menteri luar dan dalam negeri karena mereka termasuk undangan khusus yang dilakukan registrasi oleh event organizer. “Ada sekitar 2000 kamar di 33 hotel yang sudah disiapkan bagi peserta. Selain itu ada 6 maskapai penerbangan Garuda, Lion Air, Batik Air, Air Asia, Sriwijaya Air dan Silk Air telah disiapkan panitia untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang akan berkunjungan di daerah ini,” ungkap Sorongan.
Rapat ini dihadiri juga Wagub Sulut, DR Djouhari Kansil MPd, Sekprov Ir Siswa Rachmat Mokodongan, Kapolda Sulut, Brigjen Palmer Sinaga serta Kejati Sulut Djungker Sianturi SH, para pengusaha perhotelan, maskapai penerbangan, restoran dan pasar swalayan, Pertamina dan PLN. (mld)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment