Berita Terbaru

Tuesday, May 13, 2014

Geothernal Sulut capai 918 Mwe di 7 Kab/Kota
by RONAL ROMPAS - 0

Sekprov saat sambutan sekaligus membuka forum IGEF se-Sulut.(foto:ist)
Manado—Sulut ternyata memiliki potensi geothernal atau gas bumi yang sangat banyak dan telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pengelolaan pembangkit listrik tenaga uap. Oleh karena itu, dilaksanakannya kegiatan Indonesia Geothernal Energi Forum (IGEF) dinilai sangat penting dan bermanfaat untuk daerah ini. Hal tersebut diungkapkan Sekprov Sulut, Ir Siswa Rachmat Mokodongan. “Kontribusinya geothernal cukup besar di Sulut yakni dengan cadangan listrik sebanyak 918 mega watt electric (Mwe),” terang Mokodongan saat membuka forum IGEF di Hotel Peninsula Manado, Senin (12/5) kemarin. 
Akan tetapi dalam pemanfaatannya di Sulut masih relatif kecil, padahal energi panas bumi selain mempunyai sifat ramah lingkungan, juga bersifat memperbaharui lingkungan dan ini sangat potensial untuk dimanfaatkan secara langsung pada berbagai sektor pertanian dan agro industri. “Di Indonesia juga merupakan negara yang mempunyai sumber energi panas bumi terbesar di dunia, yaitu 40% dari total potensi dunia atau setara dengan dengan 29.000 Mwe,” ungkapnya.
Mokodongan mengharapkan kiranya forum tentang panas bumi yang dilakukan saat ini dapat menghasilkan sumber daya manusia yang handal untuk pengembangan energi panas bumi di daerah-daerah potensi di Sulut. “Ini sangat mendukung pengembangan teknologi panas bumi dan mensuport penuh serta menyediakan informasi dan perda di bidang panas bumi dan melakukan pembinaan serta pengawasan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif,” tandas Mokodongan, sembari mengatakan semoga forum IGEF yang mengambil tema 'peran pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan energi panas bumi sangat tepat dengan visi Sulawesi Utara yang berbudaya, berdaya saing, aman dan sejahtera sebagai pintu gerbang indonesia ke kawasan Asia Timur dan Pasific.
Diketahui, lokasi geothernal di Sulut tersebar di 7 daerah kabupaten/kota yakni Kota Tomohon, Bitung, Kotamobagu, Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan (Minsel), Minahasa Utara (Minut) dan Bolaang Mongondow (Bolmong).
Hadir pada kesempatan tersebut, Forkompinda Sulut, Direktur divisi energi, bidang Sumber Daya Mineral dan pertambangan Bappenas, Ir Montty Girianna, Direktur panas bumi, Dirjen Energi Terbarukan Kementrian ESDM, Ir Tisnadi, Ketua Asosiasi Panas Bumi, Abadi Poenomo, Asisten II Bidang Perekonomian Sulut, Ir Sanny Parengkuan, para Kepala SKPD Pemprov Sulut, Kepala Bappeda se-Kab/Kota serta unsur Mahasiswa Universitas Manado. (mld)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment