Berita Terbaru

Tuesday, May 20, 2014

Dianggap bermasalah, Lurah Tikala Baru teken pernyataan
by RONAL ROMPAS - 0

RATUSAN warga Tikala Baru saat melakukan demo terkait bantuan bencana di kantor lurah.(foto: lukman/sk)
Manado—Berkaca dari kisruh pembagian dana bantuan sewa rumah tahap pertama yang kerap ricuh, maka Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, Max Tatahede menyebutkan bahwa pihaknya tengah melakukan verifikasi di lapangan. Namun Tatahede akan meminta kepada para Kepala Lingkungan (Pala) untuk menandatangani pernyataan sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban. “Langkah ini diambil, agar ketika terjadi persoalan di lapangan, warga bisa langsung meminta pertanggungjawaban kepada Pala,” jelas Tatahede, Senin (19/5) kemarin.
Karena menurut Tatahede, penyebab terjadinya sejumlah protes masyarakat di lapangan, salah satu dikarenakan oleh kurang optimalnya para Pala melakukan pendataan alias lalai dalam menjalankan tugas.
“Dugaan pilih kasih yang dilakukan oleh para pala terus dikeluhkan. Jika terjadi kesalahan teknis khususnya terkait penyaluran bantuan yang tidak tepat, Kepala Lingkungan bisa dimintai pertanggungjawaban,” tegas Tatahede ketika meredam emosi warga di Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala.
Lanjut Tatahede, dalam sepekan kedepan, pihaknya sedang berupaya untuk merampungkan kegiatan pembagian dana bantuan sewa rumah sementara. Karena pekan depan, validasi data terhadap korban yang belum menerima bantuan saat ini, akan dilakukan pemerintah. “Saat ini kita sedang fokus pada pembagian, karena dalam minggu ini, target kita sudah harus tuntas mengingat minggu berikutnya kita sudah akan beralih fokus terhadap pendataan kembali korban yang belum menerima bantuan,” kata mantan Camat Tikala ini.
Disebutkannya, hingga kini realisasi pembagian dana bantuan sewa rumah sudah menyentuh angka 40 persen. Artinya masih ada 60 persen yang belum tersalur. Meski demikian, dirinya optimis pembagian akan rampung dalam minggu ini.
Agar tidak molor, kata Tatahede, para camat dan lurah yang wilayahnya telah menerima bantuan, dimintakan untuk melakukan pendataan terhadap warga yang belum menerima. “Setelah didata, langsung saja diusulkan kepada pihak BPBD paling lambat hari Kamis (22/5), datanya sudah harus masuk karena keesokan hari akan dilakukan validasi dan selanjutnya dikirim ke pusat,” ujarnya.
Sementara itu, Senin (19/5) kemarin, puluhan warga Kelurahan Tikala Baru mendatangi kantor kelurahan dan sampai menyegel. Hal ini menyusul, warga menganggap Pala Lingkungan I Jonny Tatontos tidak adil dalam mendata bantuan bencana. “Bukti bahwa Pala tidak lagi bekerja optimal, bisa dilihat dari teknis pembagian bantuan sewa rumah yang diberikan kepada warga yang menjadi korban. Masa yang dapat bantuan hanya orang-orang dekatnya (pala, red). Padahal bila dilihat, rumah mereka tidak rusak berat. Sementara warga yang sudah kehilangan rumah tidak terdaftar sebagai penerima bantuan,” beber warga.
Dilain sisi, warga sesali Camat Tikala M Sofyan tidak berada di kantor lurah, menyusul sempat terjadi keributan dan terkesan anarkis yang berujung pemukulan terhadap Lurah Tikala Baru.
Sementara itu, kekecewaan warga yang merasa tidak adil dalam pembagian bantuan dana sewa rumah sebesar Rp600 ribu/bulan selama 6 bulan, berujung pada pemukulan kepada Lurah Tikala Baru, Eva Kaunang. Kaunang yang bermaksud menenangkan para warganya yang mulai membabibuta di kantornya, harus kena tamparan di wajah.
Kaunang yang dikonfirmasi Swara Kita, Senin(19/5) kemarin, pun tidak menampik akan aksi oknum warga itu.
Kaunang menceritakan, kalau sebenarnya dirinya akan melakukan perundingan bersama tokoh agama dan masyarakat untuk membahas soal dana sewa rumah yang diberikan pusat melalui Pemkot Manado. “Tapi saya tidak mengetahui kalau saat itu ratusan warganya seketika sudah datang di kantor Lurah secara tiba-tiba. Saat saya menenangkan mereka, tiba-tiba ada warga yang memukul wajah saya. Pemukulan ini sejujurnya saya tidak terima, karena sudah melecehkan saya sebagai Lurah, sehingga hal ini saya langsung laporkan kepada pihak Polsek Tikala untuk segera ditindaki. Apalagi datangnya para warga sudah sangat brutal di kantor kelurahan saat itu," terangnya.(ton/elha)

« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment