Berita Terbaru

Tuesday, May 20, 2014

23 siswa peserta di Mitra tak ikut UN
by RONAL ROMPAS - 0

Sulut—Sedikitnya 23 siswa peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupten Mitra, tak mengikuti ujian di hari pertama. Dan dipastikan para siswa tersebut, tak akan mengikuti ujian, karena telah pindah sekolah.
Hal ini diungkapkan Kabid Dikdas Crets Bendah SPd, kepadaSwara Kita, Senin (20/5) kemarin. “Ada 23 siswa yang tak ikut UN, dan mereka itu semuanya telah pindah sekolah,” ungkapnya.
Diketahui, dari data Dikpora Mitra, jumlah peserta UN tingkat SD yakni 2182 siswa, dan sekolah penyelenggara berjumlah 91, dengan 160 Ruang yang disiapkan. UN sendiri sesuai jadwal mulai tanggal 19 sampai dengan 21 Mei mendatang, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
Sementara itu, pelaksanaan UN dibuka secara resmi oleh sejumlah pejabat daerah, salah satunya Ketua Dekab Tonny H Lasut AmTm, yang membuka naskah UN di SD GMIM Ratatotok. Kepada para siswa peserta, Lasut menghimbau agar dapat mengisi jawaban soal dengan tenang dan konsentrasi. “Jawab terlebih dahulu yang dianggap mudah, isilah jawaban dengan tenang dan harus konsentrasi,” kata Lasut.
Ujian akhir siswa (UAS) untuk Sekolah Dasar (SD) mulai digelar serentak di wilayah Minahasa dan Tomohon (Mintom). Kedua pimpinan daerah pun secara langsung membuka soal ujian sekolah ini di daerah masing-masing serta berharap agar hasil ujian pada tahun ini, siswa bisa lulus hingga 100%.
Seperti yang dikatakan oleh Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi yang datangi SDN Sasaran, Kecamatan Tondano Utara dimana seluruh siswa yang lagi mengikuti UAS di Minahasa bisa lulus dengan nilai terbaik. “Kalau dalam mengerjakan soal UAS ini jangan tegang ya, harus teliti dan santai. Sebab apa yang anda belajar selama ini, pastinya ada dalam soal tersebut,” ujarnya.
Lanjut dikatakannya pula, pemerintah daerah akan mensuport semua anak-anak yang sementara mengikuti UAS, sehingga nantinya mereka bisa menyelesaikan ujian ini dengan baik. “Saya berharap sekitar 5.534 siswa SD yang telah mengikuti UAS saat ini bisa lolos dan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi yakni SMP,” terang Sajow sembari berpesan kepada guru-guru dan UPTD agar bekerja dengan baik dan jauhi dari hal-hal yang tidak diinginkan bersama, karena hal tersebut akan merugikan guru serta siswa.
Hal senada juga disampaikan oleh Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak saat membuka soal Ujian Nasional di SDN 2 Tomohon Kelurahan Matani II Kota Tomohon.
Walikota Tomohon didampingi oleh Kapolres Tomohon Ratna Setiawati SH, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tomohon DR Juliana D Karwur Msi Mkes, Sekretaris Dinas Pendidikan Herling Pondaag SPd dan Kabid Dinas Pendidikan Sonny Saruan MPd. “Saya berharap agar para siswa dapat konsentrasi dan mengisi jawaban dengan benar sesuai apa yang telah dipelajari di sekolah. Sebelum mengerjakan soal, saya minta agar para adik-adik siswa untuk tenang dan berdoa dulu sebelum mengerjakan soal,” jelasnya.
Selanjutnya walikota bersama rombongan meninjau pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SD secara maraton di 3 SD lainnya di Kecamatan Tomohon Utara. Peserta Ujian Nasional SD tahun 2014 berjumlah 1.725 siswa yang terdiri dari 894 siswa laki-laki dan 831 siswa perempuan. Sementara Jumlah sekolah penyelenggara ujian berjumlah 64 SD, 2 Madrasa Iptidayah dan 1 SDLB.
Di Bitung, UN kemarin, berjalan dengan aman dan tak ada persoalan. Bahkan seperti biasanya para pejabat Kota Bitung ditugaskan untuk membuka sampul UN, sebagai tanda kepedulian pemerintah pada pendidikan, sekaligus memberikan dorongan moral kepada para peserta ujian.
Sekkot Bitung Drs Edison Humiang MSi, yang saat itu mendapatkan kesempatan membuka sampul di SD GMIM I Bitung, terlihat datang setengah jam sebelum ujian dimulai sekaligus memantau persiapannya. “Saya ingin sekali melihat dari dekat persiapan ujian, sehingga saya harus datang lebih awal, karena ini persoalan pendidikan dan saya cukup paham dengan pelaksanaan ujian seperti ini, agar supaya sekolah tidak asal-asalan saja, apalagi ini mengenai nasib pendidikan Kota Bitung,” kata Humiang.
Humiang pun sempat mempertanyakan ketidakhadiran salah satu siswa disekolah tersebut. “Tapi kepala sekolah sudah menjelaskan kalau siswa tersebut memang sudah 6 bulan ini tidak sekolah dan kabarnya pun sudah tidak tahu tinggal dimana,” kata Humiang.
Sementara itu, Wakil Walikota Bitung M J Lomban membuka sampul UN di SDN Inpres 6/80 Wangurer Timur Kecamatan Madidir dan SDN Inpres 7/83 Kelurahan Girian Weru Dua Kecamatan Girian.
Pun demikian dengan Wakil Ketua Dewan Ir Mourits Mantiri, yang mendapatkan giliran membuka sampul di SD GMIM Girian. “Saya sangat bangga jika ada banyak siswa SD bisa lulus supaya ini bisa menjadi kacamata bagi dunia pendidikan Sulut,” kata Mantiri.(esel/try33/gebe/wepe)
« PREV
NEXT »

No comments

Post a Comment