Berita Terbaru

Slider Area

Politik Pemerintahan

Olahraga

Minahasa Utara

Thursday, May 16, 2019

BSG Tutuyan Gelar Ta'jil On The Road
by Admin - 0

Tampak direksi dan karyawan
 kompak membagi-bagikan ta'jil
dalam kemasan
SwaraManado.Online,Boltim--Sepanjang jalan depan kantor PT Bank Sulut Gorontalo (BSG) Cabang Tutuyan terlihat warga mengantri. Pelayanan pun dilakukan di jalan. Ternyata, direksi dan karyawan PT BSG mengelar Takjil On The Road 1440 Hijriah dengan tema “Sucikan Hati di Bulan Penuh Berkah" dengan membagikan takjil gratis kepada para pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Kepala Cabang PT BSG Tutuyan, Ny Diana Mokoginta menjelaskan bahwa pihaknya mengupayakan agar giat Ta'jil On The Road seperti ini, akan dilakukan  setiap minggu selama bulan puasa ramadhan 1440 Hijriah, saat tiba waktu berbuka puasa. "Seperti di minggu ini, kami membagikan takjil pada hari ini, Kamis (16/05/2019)," kata Mokoginta, lanjut berharap Semoga Ta'jil On The Road yang kami lakukan di bulan puasa kali ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas, "terutama mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Terpantau, makanan ringan dengan air putih disiapkan, dalam kemasan kertas rapi. Untuk Ta'jil On The Road, kamis kemarin, jelas salah satu karyawan PT BSG Cabang Tutuyan, bahwa pihaknya menyiapkan 100 paket takjil berisi tiga jenis kue dan air mineral. "Kami gelar disela-sela penantian jam pulang kerja. Secara serentak turun demi kebersamaan. Ibu pimpinan bersama kami," ujar wanita cantik bersanggul rapi ini, sambil menyerahkan ta'jil kepada pengendara motor.  (yede).
Read More

Monday, April 29, 2019

Lakukan Perjalanan Spektakuler, SWM Ukir rekor MURI
by fadjrin - 0





MELONGUANE, SMCOM-Ketinggian ombak diatas 4 meter, tak menggentarkan SWM (Sri Wahyumi Manalip) Bupati Kepulauan Talaud melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, sekaligus mengukir sejarah dan rekor perjalanan dengan Jetski terjauh yakni 127 Mil, Jumat (26/4) penghujung minggu lalu. Ditemui di ruangannya, Senin (29/4) pagi tadi, SWM menuturkan bagaimana ia melakoni perjalanan selama 13 jam membelah Samudera Pasifik.

"Ketinggian ombak sampai 4-5 meter, angin dan arus yang kencang, membuat saya mil demi mil berseluncur kencang di atas ombak bahkan terkadang hilang dari pandangan rombongan karena berada di bawah ombak," ujar Bupati SWM membuka pembicaraan.









Yang menarik, namun justru dianggap lucu oleh perempuan yang dijuluki Sang Petarung dari Perbatasan oleh Budayawan Iverdixon Tinungki ini, ialah pada saat harus menambah bahan bakar.

"Kondisi yang berombak, di tengah lautan dan lagi tidak boleh lebih dari satu yang berada di atas jetski, saya yang harus mengangkat galon bahan bakar dari air dan mengisi ke tangki jetski, ditengah hantaman ombak disertai terjangan angin dan sapuan arus. Sungguh pengalaman yang menegangkan namun mengasyikan," ucap Bupati SWM sambil tertawa lepas.

Bupati SWM mengaku sempat mengalami keram di tangan dan beristirahat sejenak, ditengah ikan hiu yang berseliweran di sekelilingnya.''






"Ini pengalaman yang sangat menantang dan berharga bagi saya pribadi. Sebab pengresmian tugu titik Nol di Utara NKRI adalah sebuah komitmen atas janji Presiden Joko Widodo sewaktu berkunjung ke Miangas dan saya selaku Bupati Kepulauan Talaud yang harus saya penuhi sebelum mengakhiri masa jabatan saya," kata Bupati SWM menutup perbincangan, seraya menyampaikan terima kasih atas dukungan doa seluruh masyarakat Talaud dan Manado yang diberikan selama ia melakukan perjalanan ke Miangas dan balik ke Beo Pulau Karakelang.(efh)
Read More

Sunday, April 28, 2019

Tempuh 13 jam, SWM ber Jetski menuju Miangas
by fadjrin - 0




SWM di atas jetski di pantai Beo sebelum menuju Miangas.



MELONGUANE, SMCOM.-.Keinginan yang kuat belum tentu bisa mewujudkan apa yang diimpikan, jika tidak dibarengi dengan tekad dan nyali yang luar biasa.
Meski sempat diberi pertimbangan oleh Ketua DPRD Max FM Lua, maupun Sekab Ir Adolf Binilang bersama para pejabat lainnya, namun tekad Bupati Kepulauan Talaud SWM (Sri Wahyumi Manalip) untuk mengukir sejarah, tak mampu dibendung.


Menunggangi jetski, SWM bertolak dari Pantai Beo menuju Pulau Miangas yang berjarak 127 Mil, guna memastikan Rekor perjalanan menggunakan jetski terjauh yang pernah dilakukan di Indonesia oleh seorang Kepala Daerah. Otomatis baik yang ikut mendampingi atau mengawal, juga yang memantau dari daratan Pulau Karakelang, Miangas bahkan dari Manado dibuat ngeri.


"Berdasarkan ramalan BMKG ketinggian ombak pada saat Ibu SWM melakukan perjalanan dengan jetski itu 4 meter bahkan lebih," ungkap Kadis Perhubungan Leida Dachlan, seusai paripurna LKPJ atau sehari sebelum keberangkatan Bupati SWM menuju Miangas.


SWM di atas jetski  menuju Miangas.

Jam demi jam berlalu, hingga malam tiba, belum juga ada kabar berita tentang perjalanan membelah Samudera Pasifik oleh sang petarung dari perbatasan, sebuah jukukan yang diberikan Budayawan senior Sulut Iverdixon Tinungki kepada SWM dalam biografi sang bupati.

"Bupati sudah tiba di Miangas setelah menempuh perjalanan selama 13 jam lebih, puji Tuhan," kata Sekab Ir Adolf Binilang melali pesan singkat, yang langsung saja dikabarkan oleh banyak pihak di media sosial disambut ucapan syukur seluruh orang yang menanti kabar perjalanan Bupati SWM.

Perjalanan yang seringkali menghadapi bahaya yang dilakoni Bupati SWM ini untuk yang kelima kalinya, tak urung meski sudah terbiasa dengan nyali sang pemimpin, membuat bawahannya sering was-was manakala sang bupati melakukan sebuah aksi yang beresiko tinggi.
Meski demikian, Bupati SWM yang sempat dinyatakan hilang sewaktu pulang daru berkampanye untuk pemenangan calon bupati sangihe dua tahun yang laku, tak pernah surut nyalinya.


SWM saat melakukan terjun payung.


Bahkan perempuan cantik yang dengan jujur mengakui kalau dirinya tidak bisa berenang menanggapi santai setiap tanya orang tentang setiap tindakan dan aksinya yang ekstrem.
"Hidup mati itu di tangan Yang Kuasa. Bagi saya melayani tanpa batas bagi masyarakat Talaud adalah hal mutlak yang harus saya lakukan. Jika tidak dilakukan, maka saya bukan pemimpin yang baik. Sebagai pemimpin saya harus siap kapanpun dibutuhkan dan siap melakukan terobosaan demi Talaud. Soal apa yang saya lakukan dinilai nekat atau apalah, saya terima sebagai sebuah kewajaran.

Karena bagi saya, niat saja tidak cukup. Perlu aksi nyata dengan nyali besar untuk mewujudkan setiap keinginan kita," ujar SWM sambil tertawa lepas dalam wawancara khusus dengan media ini.
Kini, perjalanan 127 mil dengan durasi waktu 13 jam sudah diukir sebagai sebuah rekor, mengelilingi Pulau Karakelang bermotor ria sudah dia lakukan. Satu hal lagi yang bakal dilakukan Sang Petarung dari Perbatasan yang selalu tak ingin dikatakan cantik meski diakui atau tidak memiliki paras yang ayu ini, yakni menaklukan udara melalui terjun payung yang akan dilaksanakan mulai 2 sampai 8 Mei nanti.

Sebagai orang yang mengagumi sosok SWM, banyak orang yang cemas sekaligus bercampur penasaran menantikan aksi sang bupati, yang digadang-gadang bakal maju dalam Pilwako Manado tahun depan ini.
"Bupati SWM ini ibaratnya sesuatu yang ngeri-ngeri sedap. Ngeri melihat nyalinya tapi sedap dinikmati dan dikagumi setiap hasil kerja nyata yang dia lakukan selama ini. Lima tahun mengikuti perjalanan kepemimpinannya di Talaud ibarat naik roller coaster, ngeri tapi sensasi dan kenikmatannya membuat ketagihan. Soal menuju Manado biar waktu yang menjawab, seperti yang pernah SWM katakan biar semua mengalir di hidupnya," ungkap Denny Dalihade salah satu wartawan senior.(efh)
Read More

Wednesday, April 17, 2019

Gunakan Hak Pilih, H2M Mencoblos Di TPS 4 Desa Pinolosian
by fadjrin - 0

Haji Herson Mayulu dan istri seusai menggunakan hak pilihnya. /ist

BOLSEL, SMCOM - Haji Herson Mayulu (H2M) dan keluarga menyalurkan hak suaranya di TPS 4 Desa Pinolosian, Kecamatan Pinolosian, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Rabu (17/4/2019) pagi tadi.

"Sebagai warga negara yang baik, kami harus mensukseskan pesta demokrasi ini. Alhamdulillah, saya bersama keluarga telah selesai melakukan pencoblosan di TPS 4 Desa Pinolosian," ujarnya.

Pemilu 2019 yang meliputi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota dan DPD RI, adalah pesta rakyat yang harusnya dihadiri oleh rakyat.

"Saya harapkan tidak ada warga yang golput atau tidak memberi hak suaranya," ajaknya.

Sebagai Caleg DPR-RI Dapil Sulut dari PDIP Nomor Urut 2, H2M berpesan, meski berbeda pilihan, mari kita jaga kerukunan, mari kita saling menghargai, saling menghormati pilihan masing-masing.

"Do'a telah dipanjatkan. Ikhtiar telah dilaksanakan. Tinggal Tawaqal, dan menyerahkan semua kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Terima kasih semuanya," jelasnya.

"Semoga Pemilu 2019 serentak ini bisa berjalan dengan lancar, aman dan damai," pungkasnya. (efh)

Read More

Monday, April 1, 2019

Dugaan Korupsi Dana Subsidi, E2L: "Saya bupati selama dua periode,"
by fadjrin - 0

E2L saat bersaksi di PN Manado pekan lalu.


MANADO, SMCOM -  Persidangan kasus dugaan korupsi dana subsidi penerbangan di Talaud TA 2009, yang menjerat masing masing terdakwa dalam berkas terpisah, terdakwa MR alias Rusli selaku pihak ketiga/ kontraktor , dan Dua PNS Pemkab Talaud, FCHU alias Frans  dan JPP alias Jak . Kali ini JPU  menghadirkan mantan Bupati Talaud E2L alias Elly yang diperiksa sebagai saksi.

Adapun fakta persidangan yang terungkap, E2L selaku Bupati Talaud pada masa itu, telah menginstruksikan kepada terdakwa Frans (eks Sekda Talaud) dan terdakwa Jak (Kuasa Pengguna Anggaran) untuk menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Aero Support International (ASI), terkait jasa penerbangan Manado-Melonguane dan Melonguane-Manado.

"Klien kami hanya mengikuti instruksi dan perintah bupati saja. Ada beberapa nama yang disebut seharusnya turut terlibat. Dalam jenjang disposisi," ungkap Tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa Jack dan Frans, Janes Palilingan dan rekan ,usai persidangan lalu.

Lanjutnya, terdakwa Jack sendiri kala itu, sedang study , dan terdakwa Frans kemudian diperintahkan agar melakukan somasi terhadap perusahaan PT ASI, dan sudah dilakukannya. Hal itu juga telah diakui oleh saksi Elly.

Patut diketahui, aksi penyelewengan uang negara miliaran rupiah ini, menurut dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), semua berawal ketika Pemkab Talaud mendengar informasi PT Merpati bakal menghentikan penerbangan rute Melonguane-Manado dan Manado-Melonguane.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Talaud yang masa itu dipimpin E2L kemudian mengambil kebijakan menjalin kerja sama dengan PT ASI tanggal 20 Oktober 2009, dengan jangka waktu 1 tahun. Dimana, dalam surat perjanjian kerja sama tersebut terdakwa Frans dan terdakwa JAK telah bertanda tangan.

Selain itu, keduanya ikut diseret ke ranah hukum, karena dituding tidak melakukan audit dan nekad melakukan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) secara bertahap.

Lain halnya dengan terdakwa Rusli, dijerat hukum karena telah menerima uang Rp700 juta dan Rp300 juta, tanpa memberikan laporan pertanggungjawaban dana kepada Kepala Daerah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006.

Parahnya lagi, terdakwa Rusli justru mengabaikan begitu saja perjanjian kerja sama untuk menyediakan pesawat rute penerbangan Melonguane-Manado dan Manado-Melonguane.

Akibat perbuatan terdakwa Rusli itu, terdakwa Frans dan Jak pun ikut terseret, karena dianggap sebagai pemicu atas kerugian negara sebesar Rp1 miliar, seperti yang diaudit dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Nomor 08.B/LHP/XIX.MND/2011 tanggal 13 Mei 2011.

Dan dalam perkara ini, JPU telah mendakwa bersalah ketiganya dengan pasal sama, yakni bersandar pada Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.


Sisi lainnya, ada hal menarik disaat menjawab pertanyaan Ketua Majelis hakim yang mengadili perkara, Lukman Bahmid SH MH , JPU dan Tim PH terdakwa,  terkait jabatan saksi selaku Bupati, dengan tegas Elly menjawab , menjabat sebagai bupati selama dua periode, "Saya bupati selama dua periode," ucap Janes menirukan kembali apa yang dikatakan saksi dalam persidangan, Kamis (28/3/2019).

Sekedar diinformasikan,  Elly sendiri pernah dilantik sebagai Bupati Talaud di tahun 2004-2009 dan 2009-2014. Dan Elly belum pernah menjabat sebagai bupati selama dua kali masa jabatan. Periode terakhir, Elly hanya menjabat selama 2 tahun 1 bulan saja.
Read More

Konspirasi E2L di Kasus Korupsi Dana Subsidi penerbangan 2009?
by fadjrin - 0

foto: istimewa


MANADO,SMCOM--Kasus korupsi dana subsidi penerbangan di Talaud 2009, terus bergulir di Pengadilan Negeri Tipikor Manado. Dimana, dalam sidang yang  telah menjerat terdakwa MR alias Rusli, FCHU alias Frans (berkas terpisah) dan JPP alias Jak (berkas terpisah), kali ini menghadirkan mantan Bupati Talaud E2L alias Elly yang diperiksa sebagai saksi, pada sidang Kamis (28/3) tengah pekan lalu.

Dari sejumlah fakta persidangan mengarah pada keterlibatan E2L langsung menguat. Adapun fakta persidangan yang terungkap, E2L selaku Bupati Talaud pada masa itu, telah menginstruksikan kepada terdakwa Frans (eks Sekda Talaud) dan terdakwa Jak (Kuasa Pengguna Anggaran) untuk menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Aero Support International (ASI), terkait jasa penerbangan Manado-Melonguane dan Melonguane-Manado
  
Tak hanya itu, sebelum perjanjian kerja sama terjalin, ternyata E2L telah melakukan pertemuan dengan terdakwa Rusli (Direktur PT ASI) lebih dari satu kali. Tapi, ketika ditanya Penasehat Hukum terdakwa Frans dan Jak, Advokat Janus Palilingan, E2L menyebutkan hanya satu kali bertemu.

 “Saat ditanyakan saksi (E2L) sudah berapa kali bertemu terdakwa Rusli sebelum terjadi kerja sama, saksi jawab baru satu kali.
 Tapi terdakwa Rusli membantah, langsung berdiri dan menjawab empat kali terjadi pertemuan,” terang Palilingan, sambil menambahkan sempat terjadi perbantahan antara saksi dan terdakwa Rusli dalam sidang.

 Lebih dari itu, dalam fakta persidangan juga terkuak kalau sebelum dana Rp1 miliar Pemkab Talaud mengalir ke PT ASI melalui terdakwa Rusli. PT ASI dalam prosesnya ternyata tidak mengajukan proposal terlebih dahulu. Sehingga, diduga kuat ada konspirasi yang dimainkan E2L selaku Bupati saat itu.

Sementara itu, KasiPidsus Kejari Melonguane, Eliston Hasugian, saat dihubungi awak media, Senin (01/04), menegaskan kalau E2L tidak akan ikut dijerat, dan perkara ini hanya akan berakhir di tiga terdakwa saja. “Hanya untuk ketiga terdakwa saja,” singkatnya.

 Patut diketahui, aksi penyelewengan uang negara miliaran rupiah ini, menurut dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), semua berawal ketika Pemkab Talaud mendengar informasi PT Merpati bakal menghentikan penerbangan rute Melonguane-Manado dan Manado-Melonguane.

 Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Talaud yang masa itu dipimpin E2L kemudian mengambil kebijakan menjalin kerja sama dengan PT ASI tanggal 20 Oktober 2009, dengan jangka waktu 1 tahun. Dimana, dalam surat perjanjian kerja sama tersebut terdakwa Frans dan terdakwa JAK telah bertanda tangan.

Selain itu, keduanya ikut diseret ke ranah hukum, karena dituding tidak melakukan audit dan nekad melakukan Surat Perintah Membayar Langsung (SPM-LS) secara bertahap.

Lain halnya dengan terdakwa Rusli, dijerat hukum karena telah menerima uang Rp700 juta dan Rp300 juta, tanpa memberikan laporan pertanggungjawaban dana kepada Kepala Daerah, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2006.

Parahnya lagi, terdakwa Rusli justru mengabaikan begitu saja perjanjian kerja sama untuk menyediakan pesawat rute penerbangan Melonguane-Manado dan Manado-Melonguane.

Akibat perbuatan terdakwa Rusli itu, terdakwa Frans dan Jak pun ikut terseret, karena dianggap sebagai pemicu atas kerugian negara sebesar Rp1 miliar, seperti yang diaudit dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Nomor 08.B/LHP/XIX.MND/2011 tanggal 13 Mei 2011.

Dan dalam perkara ini, JPU telah mendakwa bersalah ketiganya dengan pasal sama, yakni bersandar pada Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.(*efh)
Read More

Friday, March 29, 2019

Bupati Talaud Minta Pusat dan Provinsi Serius Bangun infrastruktur Perbatasan NKRI - Filipina
by fadjrin - 0

foto: ist

MELONGUANE, SMCOM - Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip, SE menghadiri Musrenbang regional Sulawesi Tahun 2019 dan pembukaan Musrenbang RKPD 2020 Prov Sulut.

Kegiatan yang mengusung thema peningkatan infrastruktur untuk pembangunan sumber daya dan penguatan ekonomi wilayah sulawesi, secara resmi dibuka Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw, di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Senin  (1/4/2019).

Saat ditemui dijeda kegiatan, Bupati Wanita Pertama Talaud ini mengatakan, keprihatinan dan kerinduannya adalah keberpihakan yang benar-benar serius terhadap daerah kepulauan seperti Talaud.

"Infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan dan lainnya yang menjadi kewenangan pusat dan provinsi harus lebih dioptimalkan dalam tindak nyata. Karena masyarakat menantikan hal yang dijanjikan sejak hampir lima tahun lalu tersebut. Saya sangat berharap ini menjadi perhatian serius pusat dan provinsi," ungkap Bupati SWM

Menurut Manalip sebagai daerah yang menjadi Beranda terdepan utara NKRI, sudah selayaknya jika pembangunan infrastruktur di daerah kepulauan baik Sitaro, Sangihe dan Talaud mendapat perhatian lebih.

"Hal penting lainnya adalah komunikasi dan koordinasi agar terbangun sinergitas yang baik," harap Manalip

Sementara dalam sambutannya mewakili Gubernur Sulut, Wagub Drs Steven O. E Kandouw meminta pemerintah regional se-Sulawesi untuk bersinergis, suplementer komplementer karena ada faktor sebab akibat, dalam derap langkah pembangunan regional karena nampak hampirtidak ada daerah di Sulawesi yang bisa berdiri sendiri.

"Tetapi ini catatan saya kepada pemerintah pusat, jangan sekali-sekali melihat orientasi pembangunan pada padat dan tidak padat penduduk, besar dan kecil wilayah, prioritas dan tidak. Ini hal yang membahayakan, sekaligus kritik bagi Kementerian Pariwisata yang menetapkan 10 daerah prioritas destinasi pariwisata. Lalu daerah lainnya apa? cuma pajangan," ucap Wagub Sulut

Sebagian besar kota/kabupaten di Sulut, menurut Kandouw memiliki kemampuan fiskal pas-pasan aliasan PAD tidak mampu membiayai daerahnya sendiri. Tidak ada jalan lain pemerintah pusat harus turun tangan.

"Tahun ini begitu banyak badan yang hadir mulai dari balai jalan sampai ke-PU-an. Masa kepala desa saja diberi kewenangan mengelola keuangan, kok bupati/walikota dan gubernur tidak,?," katanya 

Ada beragam issu yang berkembang termasuk di sektor perikanan, sumber daya listrik dan sektor lainnya yang perlu dibicarakan dan dibahas dalam acara Musrenbang regional se-Sulawesi. 
Read More

Monday, March 25, 2019

Bupati Kepulauan Talaud Bantah Sepelekan Kehadiran Wagub Sulut
by fadjrin - 0

foto: ist

MELONGUANE, SMCOM -Kedatangan Wakil Gubernur Drs Steven OE Kandouw ke Kabupaten Kepulauan Talaud Kamis (21/3/2019) pekan lalu, menyisakan cerita yang kurang mengenakan.
Menanggapi, cerita tidak adanya penyambutan oleh Bupati SWM (Sri Wahyumi Manalip SE), RRI kemudian  melakukan konfirmasi langsung ke Bupati Kepulauan Talaud.
"Yang pertama saat kedatangan Wagub, saya sedang  tugas luar daerah dan kedua kunjungan Wagub Pemda talaud tidak menerima surat resmi, karena kunjungan Wagub untuk memenuhi undangan Bank Sulut, jadi pihak Bank Sulut yang fasilitasi.  Terus kegiatan  di hari yang sama adalah kegiatan partai," jelas Bupati Kepulauan Talaud  melalui sambungan telepon, baru - baru ini

Menurut Manalip sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah Talaud untuk memberikan penyambutan kepada setiap pejabat provinsi yang akan berkunjung ke Talaud.

"Tetapi kan harus ada pemberitahuan resmi. Jangan tidak ada pemberitahuan kemudian juga bupatinya lagi tugas luar malah dikatakan tidak menyambut atau masih menyimpan masalah lama. Bagi saya pribadi yang lalu sudah berlalu, mari kita melangkah ke masa depan dengan bekerja setulus hati tanpa saling menjatuhkan," ujar SWM

Lebih jauh ia meminta jangan lagi ada ujaran yang mengganggu hubungan baik antara Pemda Talaud dengan Pemprov, maupin hubungan baik antara dirinya dengan Gubernur maupun Wakil Gubernur.

"Mari kita arif dan bijak. Jangan lagi ada ucapan atau pernyataan yang asal malontok seperti yang dikatakan Edison Humiang kepada salah satu media yang mengatakan bahwa saya sudah terlanjur beli tiket dan sudah pulang. Rumah saya di Kelurahan Beo Kecamatan Beo Talaud. Saya sejak Hari Kamis itu melakukan tugas luar daerah. Jadi jangan lagi bicara yang tidak sesuai kenyataan di lapangan. Karena buktinya saya sudah memerintahkan Asisten 1 Sekretaris Daerah untuk menjemput dan mendampingi Pak Wagub selama berada di Talaud sekalipun tidak ada surat pemberitahuan resmi dari pemprov soal kunjungan Wagub ke Talaud," pungkasnya

Diketahui kunjungan kerja Wagub ke Talaud untuk memberi pembinaan kepada ASN lingkup Provinsi yang bertugas di Talaud, mengunjungi Bank SulutGo Melonguane dan sore harinya melakukan Rapat Koordinasi dengan struktur dan caleg partai yang dilakukan secara tertutup.

Terkait kehadiran Wagub yang tidak disambut Bupati SWM, juga secara terbuka disampaikan Asisten  Tata Pemerintahab dan Kesra Sekda  Alex Sahadulah  saat diberi kesempatan memberikan sambutan dalam acara pembinaan ASN lingkup Pemprov di Talaud yang dilaksanakan di Aula SMK Negeri 1 Talaud,  bahwa kehadiran Wagub sampai hari Bupati akan melaksanakan tugas luar daerah, Pemda Talaud tidak menerima surat pemberitahuan resminya.(efh)
Read More