MANADO,SM.COM - Menindaklanjuti pemberitaan swaramanado.com seputar Perusahaan tambang di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) PT.Sumber Energi Jaya (SEJ) diduga melakukan perubahan jalur sungai sepanjang 2 kilometer di sepanjang sungai perbatasan perkebunan kalait dan Tokin karimbow kecamatan motoling, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulut jadwalkan turun lapangan.

Kepala BLH Sulut Roy Mewoh dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Sulut pada selasa (24/5/2016) mengatakan mengetahui informasi tersebut, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Direksi dan Manajemen PT.SEJ yang akan ditindak lanjuti dengan peninjauan lapangan.

(Info lengkapnya http://www.swaramanado.com/2016/05/gawat-ptsej-rubah-alur-sungai-bahayakan.html?m=1)

Menanggapi ini, Ketua Komisi IV James Karinda langaung merespon dengan jadwalkan dampingi BLH untuk cek on the spot.(Obe)
Dirut Maxi Rondonuwu saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPRD Sulut

MANADO,SM.COM - Ditengah pembenahan yang dilakukan Rumah Sakit Umum Prof.Dr.RD Kandouw Malalayang dalam meningkatkan pelayanan dan pengobatan terhadap pasien, ternyata tak sepenuhnya dapat dukungan dari beberapa instansi terkait seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Sulut khususnya sekretariat PMI Malalayang.

Ini terungkap dalam rapat dengat pendapat yang digelar oleh komisi IV DPRD Sulut antara manajemen Rumah Sakit Umum Prof.Dr.RD Kandouw, pengurus PMI Sulut dan BPJS serta Dinas kesehatan Sulut pada senin (23/5/2016).

Maxi Rondonuwu Direktur Utama Rumah Sakit Umum Prof.Dr.RD Kandouw mengungkapkan kebutuhan darah bagi pasien yang ada sangat tinggi karena itu pihaknya mengambil tindakan dengan meminta keluarga menyediakan pendonor darah guna memenuhi kebutuhan yang ada.

Menurut Rondonuwu, langkah ini tak akan terjadi jika saja ada dukungan dari pihak PMI Sulut, karena permintaan bantuan darah ke sekretariat PMI sulut kurang diperhatikan.

"Contohnya saja, sampai dengan 22 mei barusan kami memberikan surat permohonan permintaan darah ke PMI Sulut sebanyak 20 kantong darah, namun hanya diberikan 1 kantong darah untuk keselamatan pasien langkah meminta pendonor darah keluarga pasien terpaksa dilakukan," kata Rondonuwu.

Maxi Rondonuwu meminta agar pengurus PMI Sulut harus bersikap profesional dan berbenah lagi, jangan sampai mengorbankan masyarakat yang membahayakan jiwa pasien.

"Jangan selalu bersandar pada kekuasaan terus mengorbankan masyarakat," kata Rondonuwu

Seakan ingin mengelak, pihak pengurus PMI Sulut beralibi pemberian bantuan darah yang dimintakan pihak
Rumah Sakit Umum Prof.Dr.RD Kandouw hanya 1 kantong dikarenakan alasan teknis.

"Mungkin saat itu sekretariat belum selesai melaukan pemeriksaan terhadap darah yang ada, sehingga permintaan 20 kantong darah hanya dapat diberikan 1 kantong darah," jelas pengurus PMI Sulut.(Obe)
Bupati Toni Supit dan Wabup Siska Salindeho memasang liling HUT ke-9 Sitaro.
SITARO, SMCOM—Pasangan top eksekutif Kabupaten Sitaro, Bupati Toni Supit SE MM dan Wakil Bupati Siska Salindeho, yang dulunya pernah diisukan merenggang, ternyata tak terbukti. Bahkan, di HUT ke-9 Kabupaten Sitaro, Senin (23/5/2016) hari ini, pasangan Tonsu-Siska semakin harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan.
Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa prestasi yang berhasil diraih Kabupaten Sitaro di bawah pemerintahan keduanya. Keharmonisan ini semakin lengkap saat acara pemasangan dan peniupan lilin HUT ke-9 Kabupaten Sitaro yang digelar di gedung DPRD Sitaro, yang dibawakan grup Marching Band SD Katolik Ulu Siau.
Kepala SD Katolik Ulu Siau Selma Derek SPd mengungkapkan kebanggaanya atas kepercayaan yang diberikan kepada anak-anak didiknya dalam membawakan ucapan kue ulang tahun. "Saya sangat bangga anak-anak didik kami dipercayakan untuk membawa ucapan selamat ulang tahun daerah,” ungkap Derek.(ddk)
Bupati Toni Supit saat membawakan sambutan di HUT ke-9 Sitaro.
SITARO, SMCOM—Sudah 9 tahun sejak menjadi daerah otonom pada 23 Mei 2017 lalu, Kabupaten Kepulauan Sitaro yang saat ini dipimpin Bupati Toni Supit SE MM, telah mengukir banyak prestasi dalam berbagai bidang. Hal ini diakui langsung Tonsu—sapaan akrab Supit—saat membawakan sambutan sebagai pembina upacara pada upacara dalam rangka memperingati HUT ke-9 Sitaro yang digelar di lapangan Akesimbeka Kecamatan Siau Timur (Sitim), Senin (23/5/2016) siang tadi.
"Selang 9 tahun penyelenggaraan pemerintahan Sitaro telah menuai sejumlah keberhasilan, antara lain telah dua kali mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pengeloaan keuangan; Meraih penghargaan dari pemerintah RI atas keberhasilan menyusun, menyajikan laporan keuangan tahun 2014; Mendapat penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM; Mendapat predikat pelayanan publik terbaik: Menjadi daerah percontohan reformasi birokrasi dan percepatan pemberantasan korupsi. Sementara di bidang pendidikan mampu menekan angka buta huruf dan termasuk pada tahun ini tingkat kelulusan bagi anak kita di tingkat SMA/SMK lulus 100 persen," ungkap Tonsu.
Dengan prestasi yang sudah diukir itu, Bupati Tonsu juga mengajak masyarakat dan semua penyelenggara pemerintahan untuk melakukan semua tugas dengan penuh tanggung, dan berpedoman pada kaidah sosial dan peraturan perundang-undangan. "Dengan semangat Pakatiti Tuhema, Paka Nandu Mengena, yang mengandung arti cermat berjuang, cerdas berkarya dalam kebenaran, saya mengajak seluruh  masyarakat dan semua penyelenggara pemerintahan di daerah ini, mari kita melakukan semua tugas dan tanggung jawab kita dalam kehidupan kita sehari-hari,” terang Tonsu.
Adapun upacara ini diikuti oleh para pejabat Pemkab Sitaro, para pimpinan dan anggota DPRD Sitaro, serta para undangan dan pelajar.(ddk)
Grup Marching Band The Rising Star saat atraksi di HUT ke-9 Sitaro.
SITARO, SMCOM—Senin (23/5/2016) hari ini, Kabupaten Kepulauan Sitaro genap berusia 9 tahun. Dan upacara yang digelar di lapangan Akesimbeka Kecamatan Siau Timur (Sitim) ini turut dimeriahkan grup Marching Band The Rising Star SD GEMIST Ulu, dengan mempertontonkan beberapa atraksi melalui lagu dan fariasi yang mereka tampilkan.
Usai menyuguhkah atraksi, grup Marching Band The Rising Star tersebut, melalui gita patinya Sefanya Langi dan Kepala SD GEMIST Ulu Meiske Sumarauw SPd memberikan karangan bunga sebagai hadiah ulang tahun Sitaro ke-9 tahun, yang diterima Bupati Toni Supit SE MM.
Sumarauw kepada SwaraManado.Com usai upacara mengatakan bangga anak asuhnya bisa tampil memeriahkan HUT ke-9 Sitaro. Bahkan kedepan, grup Marching Band The Rising Star tersebut akan mengikuti lomba yang akan digelar di Provinsi Bali. "Torang akan mengikuti lomba di Bali. Dan penampilan tadi selain memeriahkan HUT Sitaro, juga sebagai ajang latihan untuk mengikuti lomba di Bali," ujarnya.(ddk)


MANADO,SM.COM - Belum enam bulan jabat kepala daerah Nyiur Melambai, gubernur Olly Dondokambey (OD) - wakil gubernur Steven Kandouw (SK) diobok-obok oleh sejumlah oknum jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut.

Belum selesai dengan persoalan 15 SKPD brengsek yang tak kunjung laporkan keberadaan dan penggunaan anggaran APBN yang totalnya diperkirakan capi triliunan, kini OD-SK dihebohkan dengan pemberitaan pencatutan nama gubernur Olly Dondokambey oleh oknum pejabat yang katanya dekat dengan Dondokambey.

Dalam release yang dikeluarkan oleh Robby Dondokambey kakak kandung Olly Dondokambey dengan mengatas namakan barisan militan Olly Dondokambey Sulut pekan lalu yang membeberkan adanya oknum pejabat yang berani dan terang-terangan mencatut nama gubernur guna proyek, jabatan dan iming-iming materi.

Terkait ini munculnya press release tersebut, pengamat politik dan pemerintahan Sulut Taufik Tumbelaka menilai dapat menimbulkan sejumlah spekulasi dari berbagai kalangan, seperti dapat dianggap sebagai tanda adanya gesekan serius  dilingkaran orang dekat Gubernur dan juga selain itu  bisa juga dianggap sebagai upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih.

"Untuk itu sebaiknya Gubernur Dondokambey menyikapinya hal ini guna menjaga citra pemerintahannya karena jika tidak maka bisa juga muncul anggapan lain, seperti bahwa telah terjadi persaingan mengambil posisi strategis yang ujung2nya rebutan proyek, dimana para pemain lama berupaya mempertahankan diri agar "jatah proyek" mereka tidak terganggu oleh pendatang baru dengan manuver melalui lingkaran elite Gubernur," jelas Tumbelaka.

Menurut Tumbelaka, Selama ini diduga kuat ada oknum pejabat yang bekerja sama dengan oknum kontraktor atau calo proyek guna memperoleh proyek tertentu.(Obe)

MANADO,SM.COM - Kejamnya ibu tiri lebih kejam politik ternyata masih saja terjadi di masa kini, seperti halnya yang dilakukan oleh anggota DPRD Sulut Felly Runtuwene.

Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjadi salah satu Ranperda inisiatif DPRD Sulut di Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2016 ini dan sejak awal pembentukan Panitia Khusus (Pansus) BUMD bulan lalu, Felly Runtuwene telah membuat beberapa sensasi.

Mulai dari menyikut Noldy Lamalo anggota fraksinya dari BUMD dan kini setelah kerja Pansus BUMD masuk tahap akhir, Felly Runtuwene yang juga wakil ketua Pansus tersebut malah membuat pernyataan memalukan.

Tak pernah hadir dalam pembahasan draft Ranperda BUMD, Felly Runtuwene malah bersuara sumbang mulai dari draft ciplakan alias copy paste sampai janjikan galang fraksi lain "memboikot" hasil pansus.

Beberapa tindakan yang akan dilakukan politikus cantik yang gagal di pemilihan bupati Minahasa Selatan beberapa tahun silam adalah menggalang kekuatan politik bersama fraksi lain yang berada dalam pansus BUMD "boikot" draft ranperda yang ada.

“Siapa bilang ini sudah selesai. Mereka kan masih akan membahasnya lagi. Kalau menurut saya adalah lebih baik jika kita mulai dari awal tapi akhirnya bagus. Daripada terlalu cepat sementara kualitasnya tidak baik, kami bersama fraksi lain akan geledah draft pansus ini,” tegas Runtuwene.

Runtuwene dengan tegas menyebut hasil final pembahasan draft ranperda BUMD ini adalah hasil ciplakan dari provinsi lain.

"Draft ini harus dilakukan pembahasan dari awal, jangan hanya kopian, saya tidak ingin mengejar waktu tapi kwalitas tidak ada,lebih baik sakit didepan daripada malu dibelakang," tegas Runtuwene.

Selain itu, ia mengatakan salah satu anggota fraksinya didalam pansus tersebut Denny Sumolang telah melapor akan mencabut diri dari pansus.

"Alasan pengunduran diri Denny Sumolang tak dapat saya sampaikan sekarang, biar dia (Denny Sumolang,red) yang menyampaikan langsung," tandas Runtuwene sembari menambahkan bahwa pembahasan Ranperda BUMD belum rampung alias belum selesai.

Ketua Pansus BUMD Teddy Kumaat menanggapi dingin soal ini, karena tidak ingin memperlakukan sesama rekannya.

"Tahapan dari awal sudah dilakukan sesuai aturan, dan Felly Runtuwene selaku ketua fraksi sudahengetahui danenyetujui semua tahapan dan dalam pembahasan pansus, Felly Runtuwene adalah pimpinan juga, herannya Felly tidak mau mengambil waktu menyampaikan semua ini diforum resmi," ungkap Kumaat.

Pengamat politik pemerintahan Sulut Freddy Ratumbanua menilai apa yang dilakukan oleh Teddy Kumaat Cs sudah tepat karena ranperda ini memang dibutuhkan sulut saat ini.

"Tanpa maksud mencampuri dan menghakimi, saya kira apa yang dilakukan Felly Runtuwene harus dipertimbangkan lagi, dewasalah dalam berpolitik," kata Ratumbanua.

Menurut Ratumbanua, program yang baik tak mengapa diadopsi ke daerah kita selama program tersebut memang cocok dengan Nyiur Melambai.(Obe)
Walikota Manado GS Vicky Lumentut diberi kesempatan memasang lilin warna kuning di Hari Raya Trisuci Waisak 2560 di Vihara Vajra Viriya Dharma, Minggu (22/5/2016) pagi.(foto: ist)
MANADO, SMCOM—Minggu (22/5/2016) hari ini, umat Buddha memperingati Hari Raya Trisuci Waisak 2560. Dan pagi tadi Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) diundang menghadiri prosesi sakral dua tempat yakni pertama di Vihara Vajra Viriya Dharma Kelurahan Dendengan Luar Kecamatan Paaldua, dan kemudian dilanjutkan di Vihara Dhammadipa Kelurahan Lawangirung Kecamatan Wenang.
Dalam ibadah bersama dengan umat Buddha di Manado, Walikota GSVL diberi kesempatan untuk memasang lilin warna kuning sebagai simbol kepemimpinan Walikota GSVL dan Wakil Walikota Mor Bastiaan, agar bisa terus menerangi, mencerahkan dan menaungi Manado agar semakin lebih baik lagi dan terhindar dari bencana. GSVL-Mor juga diharapkan akan terus memancarkan cahaya, baik untuk kesehatan dan kesejahtraan umat manusia di ibukota Sulut ini.
Adapun GSVL dalam berharap agar Hari Waisak tahun ini, dapat dirayakan dengan penuh hikmat dan keimanan oleh seluruh umat Buddha sehingga akan melahirkam semangat dan harapan baru serta kebersamaan di tengah-tengah masyarakat Manado. “Selamat memperingati Hari Trisuci Waisak 2560 bagi saudara-saudaraku umat Buddha di Manado. Nammo Buddhaya," ujar Walikota GSVL yang turut didampingi Pandita Utama Fandy Kalensang ST MSc, tokoh agama Buddha Manado Hanny Wong Kandou dan Camat Paaldua Drs Rein Heydemans.(dsw)

Baca juga di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Senin 23 Mei 2016.
 

| Copyright © 2015 SwaraManadoOnline, All right reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Privacy Policy | Info Iklan |