Berita Terbaru

Slider Area

Politik Pemerintahan

Olahraga

Minahasa Utara

Thursday, May 24, 2018

Kuhu Akan Tertibkan Aset Pemkab Minut
by Frani Bagawie - 0

Jemmy Kuhu.
AIRMADIDI SMCOM--Masih banyaknya aset tanah milik pemerintah daerah yang belum bersertifikat, menjadi perhatian serius dari Pemkab Minut. Untuk penertiban aset akan dilakuka oleh Pemkab Minut. Hal itu dikatakan Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu MA pada wartawan, Kamis 24 Mei 2018. "Kita akan tertibkan aset-aset milik Pemkan Minut baik itu tidak bergerak maupun bergerak dengan melakukan pendataan atau inventarisir kembali," ujar Kuhu.

Penertiban aset ini juga sangat penting bagi Pemkab Minut dalam upaya mempertahan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulut. Untuk itu, Pemkab Minut kedepan akan menggunakan aplikasi yang sesuai untuk aset pemerintah. "Kedepan harus ada aplikasi untuk aset dan itu akan kami lakukan," tambah Kuhu.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Pemkab Minut, Robby Parengkuan SH mengatakan jika masih banyak tanah milik Pemkab Minut yang belum memiliki sertifikat dan itu sementara siapkan berkas penunjangnya untuk diserahkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Minut. Bahkan pada tahun kemarin, Pemkab Minut sudah mengusulkan 30 bidang tanah untuk dibuat sertifikat. Namun oleh BPN baru membuat 14 bidang tanah. Sementara pada tahun ini akan diusulkan 60 bidang tanah. Kendala yang dihadapi sekarang adalah dimana berkas penunjangnya belum lengkap. Contohnya tanah tersebut lagi bermasalah dengan ahli waris yang belum menandatangani dan permasalahan lainnya. "Saat ini kami sementara inventarisir lahan-lahan tersebut untuk dibuat sertifikat," jelas Parengkuan.(lee)
Read More

Wednesday, May 23, 2018

Pemkab Minut Terima Penghargaan UHC dari Presiden
by Frani Bagawie - 0

Bupati Minut saat foto bersama dengan sejumlah kepala daerah di Sulut usai menerima penghargaan dari Presiden.(foto:ist)
AIRMADIDI SMCOM--Prestasi demi prestasi terus didapat Pemkab Minut dibawah kepemimpinan Bupati Vonny A Panambunan (VAP). Buktinya, kali ini Pemkab Minut berhasil mendapatkan penghargaan di bidang kesehatan yaitu Universal Healt Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) Award tahun 2018.

Penghargaan ini diberikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo Bupati Minut Vonny A Panambunan, Rabu 23 Mei 2018. "Penghargaan ini diserahkan langsung secara simbolis oleh Presiden RI Joko Widodo kepada 2 perwakilan Provinsi dan 2 perwakilan Kabupaten/Kota. Minahasa Utara merupakan salah satu yang masuk daftar penerima dari 140 kabupaten/kota serta 4 provinsi," ujar Kabag Humas dan Protokol Pemkab Minut, Chresto Palandi SSTP.

Dikatakan Palandi jika VAP mengaku bersyukur dan bangga karena selain alokasi anggaran dari APBD Kabupaten Minut dan APBN untuk mengcover masyarakat kurang mampu menjadi peserta JKN-KIS, di Minut masyarakat kategori mampu juga memiliki kesadaran tinggi untuk menjadi peserta JKN-KIS Mandiri.  Hal ini mendongkrak pencapaian Minut sehingga meraih angka 95% dari jumlah penduduk merupakan peserta JKN KIS baik Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Non PBI. “Terima kasih rakyat Minahasa Utara, terima kasih kepada semua pihak terkait, BPJS Kacab Manado, Kantor BPJS pelayanan Airmadidi, Dinas Kesehatan Minut, dan semua pihak yang ikut ambil bagian dalam keberhasilan ini. Kerja, keras dan kerja bersama ini harus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga kedepan prosentase ini semakin meningkat. Karena kesehatan adalah hal yang sangat penting. Karena hanya SDM yang sehatlah yang mampu memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan daerah untuk Minut yang pasti semakin diberkati,” terang Kabag Humas Protokol mengutip pernyataan Bupati VAP.

Usai penyerahan secara simbolis di Istana Negara, acara kemudian dilanjutkan di Hotel Grand Mercure untuk penyerahan seluruh penghargaan, sekaligus juga buka puasa bersama.(lee)
Read More

DPRD Minut Kuliti Diknas Soal Anggaran Guru Honorer
by Frani Bagawie - 0

Hearing antara Komisi 1 DPRD Minut dengan Dinas Pendidikan Minut.(foto:glen:smcom)
AIRMADIDI SMCOM--Permasalahan anggaran di Dinas Pendidikan Minut terkait belum adanya pembayaran gaji guru tenaga honorer selama 5 bulan, mendapat perhatian serius dari Komisi 1 DPRD Minut. Tak heran, Komisi 1 ini pun langsung menguliti Dinas Pendidikan ini lewat pertemuan atau hearing yang digelar di ruang Komisi 1, Rabu 23 Mei 2018.

Dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin Ketua Komisi 1, Stendy Rondonuwu didampingi anggota Lucky Kiolol dan  Wellem Katuuk ini, mengupas berbagai persoalan anggaran yang belum maksimal direalisasikan oleh Dinas Pendidikan Minut.

Menariknya, di rapat dengar pendapat ini mencuat jika jumlah tenaga guru honorer mengalami peningkatan pada tahun ini, sementara anggaran yang disiapkan terbatas dimana hanya Rp8,1 miliar. Sebab, waktu pembahasan APBD 2018 di akhir tahun kemarin, jumlah guru honorer hanya tercatat sebanyak 860 orang dengan gaji Rp1 juta/orang sesuai SK Bupati. Namun pada tahun ini mengalami penambahan guru honorer sebanyak 315 orang sehingga menjadi 931 tenaga guru honorer. Tak hanya itu, terungkap juga jika pemerintah masih membayar tenaga guru honorer sekolah swasta, sementara dalam ketentuan jika itu melanggar aturan. Begitu juga dengan persyaratan guru honorer dalam mendapatkan pencairan anggaran, terungkap sangat sulit. Sebab guru honorer harus menyiapkan banyak berkas pendukung lainnya dan itu membutuhkan waktu.

Melihat keganjilan dan permasalahan ini, tak heran jika Komisi 1 langsung meminta Dinas Pendidikan segera memasukkan data lengkap le Komisi 1 dan meminta agar pengurusan pencairan anggaran guru tidak dipersulit dengan berbagai kebijakan. "Kami minta kiranya pak kadis Pendidikan bisa memasukkan data lengkap kepada kami agar jangan sampai masalah ini berurusan dengan hukum. Kami juga minta agar ada regulasi baru yang bisa memudahkan guru mengurus dana mereka," kata Rondonuwu dibenarkan Lucky Kiolol.

Kepala Dinas Pendidikan Minut, Alpret Pusungulaa mengatakan jika untuk anggaran tenaga guru honorer ini sudah dilakukan permintaan ke Dinas Keuangan Minut dan kemungkinan dalam waktu dekat ini akan segera dicairkan. Sementara menyangkut masih adanya tenaga honorer yang dibayar di sekolah swasta, itu akan dikaji kembali. "Anggaran untuk THL sebanyak Rp8,1 miliar dan sudah dilakukan permintaan ke Dinas Keuangan. Terkait pembayaran guru honorer di sekolah swasta, itu juga sempat ditegur oleh BPK dan akan kami kaji kembali," katanya.(lee)
Read More

Mingkid: Minut Belum Ada Gejolak Harga Sembako
by Frani Bagawie - 0

Allan Mingkid.
AIRMADIDI SMCOM--Pada bulan puasa ini, gejolak kenaikan harga bahan pokok mulai terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Namun untuk Minut sendiri, belum ada gejolak kenaikan harga. Hal itu dikatakan oleh Assisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Drs Allan Mingkid. "Minut belum ada gejolak kenaikam harga sembako. Ini karena distribusi masih sangat lancar," ujar Mingkid kepada wartawan, Rabu 23 Mei 2018.

Meskipun demikian, dikatakan Mingkid, pengawasan di lapangan terus dilakukan Pemkab Minut. Bahkan sudah ada tim yang turun langsung ke setiap sentra penjualan untuk memonitor akan kelangkaan dan kenaikan harga sembako. "Tim sudah turun sejak awal bulan Puasa dan laporan mereka menyatakan belum ada pengaruh terjadi kelangkaan dan kenaikan harga," jelas Mingkid.

Ditambahkan Mingkid, Pemkab Minut saat ini terus berkoordinasi dengan Pemprov Sulut dan juga pihak distributor barang. Koordinasi ini perlu agar bisa diketahui kendala apa yang akan terjadi sehingga perlu adanya solusi. "Kalau jika terjadi kelangkaan, kami akan berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk dilaksanakan pasar murah maupun operasi pasar. Namun saat ini distribusi masih lancar sehingga opsi pasar murah dan operasi pasar tidak perlu dilakukan," tambah Mingkid.(lee)
Read More

Tuesday, May 22, 2018

Kuhu Terima Rombongan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Jatim
by Frani Bagawie - 0

Kunjungan ke Kabupaten Minut dalam kegiatan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XI Pemerintahan Provinsi Jawa Timur tahun 2018 dalam rangka visitasi kepemimpinan nasional (VKN).(foto:glen/smcom) 
AIRMADIDI SMCOM--Dalam rangka menambah wawasan dalam ilmu pemerintahan, maka melakukan kunjungan kerja ke berbagai pemerintahan daerah di Indonesia, wajib dilakukan oleh pejabat negara eselon 2. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jajaran Pemprov Jawa Timur yang melakukan kunjungan ke Kabupaten Minut dalam kegiatan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XI Pemerintahan Provinsi Jawa Timur tahun 2018 dalam rangka visitasi kepemimpinan nasional (VKN), Selasa 22 Mei 2018.

Bahkan beberapa kepala SKPD dari daerah luar Jawa Timur pun ikut serta dalam kegiatan tersebut. Rombongan yang beranggotakan sekitar 15 peserta ini diterima langsung oleh Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu MA didampingi oleh Assisten 2 dan 3 Pemkab Minut.

Ketua rombongan Mohamad Sulu SH MSi dalam sambutannya menyatakan jika maksud dan tujuan mereka ke Kabupaten Minut adalah untuk mengenal lebih jauh kearifan lokal, potensi daerah dan juga pemerintahan daerah ini. "Untuk itu saya sangat berterima kasih kepada Bupati dan Sekda Minut beserta kepala SKPD Pemkab Minut yang telah menerima kami di Kabupaten Minut," kata Sulu.

Kepala Diklat Provinsi Jatim ini juga menambahkan jika mereka berencana akan turun ke Desa Langsot dan Kema 2 untuk melihat secara langsung kemajuan desa itu. Bahkan tidak hanya 2 desa itu yang akan dikunjungi, sebab ada beberapa desa di Minahasa, Mitra dan Minsel juga akan dikunjungi. "Sasaran untuk menumbuhkankembangkan pemikiran kita agar bisa mengalami kemajuan dengan berpatokan pada kearifan lokal," katanya.

Sementara itu, Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu mengucap selamat datang dan kiranya ilmu dan wawasan yang didapat di daerah ini bisa dikembangkan di daerah masing-masing.(lee)
Read More

Sudah 7 Perusahaan yang Siap Meriahkan Job Fair Minut
by Frani Bagawie - 0

Petrus Macarau.
AIRMADIDI SMCOM--Guna menekan angka pengganguran di Kabupaten Minut, maka Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Minut akan menggelar kegiatan Job Fair yang sediakan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juni mendatang. "Untuk tanggalnya masih akan menyesuaikan dengan Bupati Minut. Sebab ibu Bupati nantinya yang akan buka kegiatan tersebut di Hotel Sutan Raja," ujar Plt Kepala Disnaker Minut, Petrus Macarau kepada wartawan, Selasa 22 Mei 2018

Dikatakan Macarau, dalam Job Fair ini nantinya akan melibatkan 7 perusahaan yang siap menerima tenaga kerja. Jumlah perusahaan yang akan ikut kegiatan Job Fair selama 2 hari ini masih akan bertambah. "Sampai saat ini baru 7 perusahaan yang menyatakan kesiapan untuk ikut dan itu masih akan bertambah lagi mengingat waktunya masih ada sebulan," kata Macarau.

Diharapkan Macarau, dengan adanya kegiatan ini, kiranya bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian yang dimiliki. "Setiap perusahaan bisa merekrut sampai 10 orang tenaga kerja. Jadi saya harapkan agar masyarakat Minut bisa memanfaatkan kegiatan ini," tambahnya.(lee)
Read More

MENJAGA NAFAS KEBANGSAAN DENGAN PANCASILA
by fadjrin haryanto - 0




Oleh : 
Torkis T Lubis
Semangat kebangsaan di tanah air di tahun politik ini menghadapi banyak godaan dan tantangan antara lain ditandai dengan fakta fakta menyesakkan seperti rentetan serangan teroris, bentrok massa, aksi saling menghakimi, persaingan politik yang tidak sehat, beredarnya black campaign, masih belum terungkapnya koruptor kelas kakap dan perang melawan korupsi belum tuntas, segregrasi sosial sudah muncul benihnya, persatuan dan kesatuan yang mulai terganggu dengan banyaknya aksi massa, dampak aksi terorisme dan belum tuntasnya reformasi mental dengan ditandai intensnya moral hazard di semua level masyarakat.

Di ranah global, situasi ekonomi yang masih fluktuatif, munculnya sejumlah "ghost war" yang bermotif cukup beragam dalam skenario proxy war dan banyaknya penetrasi budaya asing baik melalui medsos, media online dan jalur komunikasi sosial termasuk sinetron-sinetron.

Adalah benar apa yang disampaikan Kepala BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Dr. Yudi Latif bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan kecerdasan kolektif untuk mengatasi tantangan kontemporer saat ini, dimana kecerdasan kolektif akan dapat mendorong munculnya semangat solidaritas sosial dan militansi kebangsaan, dimana keduanya merupakan esensi dari sila Persatuan Indonesia dalam ideologi negara kita, Pancasila.

Jika kita melakukan kontemplasi secara mendalam, memang ada kemungkinan perubahan strategis di ranah nasional dan global memiliki "final destination" yaitu ingin merusak persatuan negara, merampok sumber daya alam melalui plutarchy birokrasi dan menghancurkan masa depan bangsa dan negara yang disandarkan ke generasi muda dengan menawarkan "shifting ideology" yaitu skenario merusak kepercayaan generasi muda terhadap Pancasila.

Sejatinya, Pancasila adalah kecerdasan kolektif untuk tetap menjaga asa kebangsaan kita. Pancasila sudah didesain oleh sang Ilahi melalui para founding fathers bangsa sebagai mekanisme resolusi konflik mengatasi tantangan kekinian.

Persoalannya adalah diakui atau tidak pemahaman dan pengamalan Pancasila secara konsisten dan meluas kurang mendapatkan porsi yang memadai dalam kebijakan negara. Untungnya, Presiden Jokowi segera menyadari untuk menghadapi dekadensi moral dan degradasi kebangsaan, maka diperlukan revolusi mental, bela negara dan pendidikan Pancasila yang semakin masif dan kekinian dengan ujung tombaknya BPIP.

Kita harus percaya bahwa Pancasila bisa menjaga nafas kebangsaan. Pancasila juga bisa menciptakan kecerdasaan kolektif yang sebenarnya merupakan gabungan dari intelectual quotient, emotional quotient, spiritual quotient and nationship quotient dalam artian orang atau masyarakat yang berkecerdasan kolektif karena dia mengamalkan ajaran agama dan Pancasila sehingga mereka tidak mau menjadi rabble-rousers, detractor ataupun procastinator melainkan problem solver bagi masalah kebangsaan yang dihadapi negara tercintanya. Dia adalah Pancasilais sejati.

Penulis adalah alumni KRA ke 56 Lemhanas. Sedang berusaha mengikuti tes sebagai salah satu Deputi di BPIP.
Read More

We can beat Terrorist with Pancasila value
by fadjrin haryanto - 0

Foto: ist




By:
Toni Ervianto. 

The series of bomb attacks which was launched by terror groups especially JAD's cell terror starting with Mobile Brigade's jail riot which took 5 police's officer was dead and them other un anticipated terror attacks had also been occurred in several places in Surabaya, East Java and their recently attacks has been happened at Riau Police headquarters which was injured two police's officer who stubbed the suspects and one police's was killed.

According to former BIN's deputi chief As'ad Said Ali, terror attacks which was linked with JAD couldn't easy to detect because recently on the progress of terror group is they are not in "one command chain", they have many of sleeping cell which could be moved just only they heard "attacking instructions" through on social media. Since 2016, JAD's top leader Aman Abdurrahman had been given "fatwa" for JAD's members and symphatizers in Indonesia did not go to Syria and Iraq and enough to do their attacks in Indonesia which was claimed by them as "their countries or daulah".

Some of an intelligent pundits have been predicting terror attacks did not end as quick as possible. 

Obviously, the series of terror attacks in Indonesia had been taken a great attention from several foreign government such as Singapore, Malaysia, Australia, Iran and British which were condemned "barbaric attacks" which were killed and injured some of an innocent people. 

We must sure and believe that a terror attacks did not able to defeat our country and to replace our national ideology, Pancasila with other radical ideology. 

We should strong to fight terror attacks through we must consistently implement Pancasila's value. At Pancasila's point of view, a terror attacks had contratried with Pancasila's value number 1 and number 2 because a terror attacks as uncivilicized actions and its does not reflect religious teachings. 

We must use Pancasila to overcome the seeds of terror perpetrators. The basic attitude which can be changed be terror attitude is a radical and an intolerance. Most of men have been trended to be terror perpetrators based on many of survey results. 

A person who has a radical and an intolerance attitude because they do not know the true of their religious theachings and last but not least they did not learn seriously and correctly from Pancasila's norms and values. 

We must be worried because many of Indonesian youth generations have been believe in an other ideology and radical including accepted and agreed terror attacks as part of struggle to reach justice. According to these phenomenon, the Jokowi's administration must be intensifying mental revolution program, state defend program, deradicalization process and socialization and dissemination of Pancasila's norms and values through on social media, building Pancasila's defender networking and other strategic program which will suitable and proper to do during millenial's era. 

We must hand to hand and togetherness to eliminate the future of potential terror's cadre raising with seriously and continuesly implementing Pancasila's value at all of life's chain. Hopefully. 

The writer is a national issues observer and political and business consultant.



Read More