MANADO,SM.COM - Aturan mengharuskan 6 bulan sejak pelantikan kepala daerah wajib miliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), juga menjadi tanda awas bagi Gubernur Olly Dondokambey (OD) - Wagub Steven Kandouw (SK) yang batas akhir sampai 12 agustus bulan depan.

Tanggal 12 Agustus 2016 adalah batas waktu terakhir bagi Pemprov dan DPRD Sulut untuk memparipurnakan Ranperda Rencana Pembangunan Daerah (RPJMD) tahun 2016-2021.

Dijelaskan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, batas waktu tersebut yakni sesuai aturan 6 bulan sejak pelantikan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw pada 12 Februari 2016, berkonsekwensi Gubernur dan DPRD Sulut tidak menerima gaji.

“Lewat tanggal 12 Agustus Ranperda tidak diparipurnakan Gubernur dan DPRD tidak menerima gaji, itu aturannya. Eksekutif dan legislatif akan mengupayakan pembahasan singkat namun menghasilkan Perda RPJMD berkualitas,” jelas Andrei Angouw.

Meski demikian DPRD menurut Angouw masih berharap batas akhir 12 Agustus 2016 yang dimaksud yang tersisa 3 minggu adalah rapat paripurna tahap II.

“Kami akan cari tahu 6 bulan itu so clear sampai menteri atau paripurna tahap II. Waktu membahas terlalu mepet, torang mau sampai tanggal 12 yang tahap dua, dari pihak eksekutif mau tanggal 12 sudah selesai konsultasi,” tandas Angouw.(Obe)
 Airmadidi-Kembali Minut menciptakan generasi yang berprestasi. Dimana salah satu putra asli Minut Axl Rumondor, lulus dengan rangking satu dan berhasil tembus menjadi salah satu anggota Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) yang akan beraksi di pusat nantinya.
Dari penuturan Axl Rumondor, Selasa 19 Juli 2016, usai bertemu dengan Bupati Minut Vonnie A Panambunan yang ditemani kedua orang tuanya, sangat senang dengan masuknya dirinya dalam nominasi Paskibraka di istana karena akan mengharumkan Sulut khususnya Minut.
"Ada sekita 30 orang yang mengikuti seleksi  dari Sulut, dan puji Tuhan saya bisa meraih rangking pertama," tutur Rumondor yang juga mengatakan semua hasil kerja kerasnya berkat dukungan kedua orang tua dan rekan-rekan pembina serta sekolah.
Ditambahkan Rumondor, dirinya menjadi salah satu perwakilan pria dari 15 kabupaten/kota yang akan ikut seleksi di Jakarta. "Di Jakarta nanti masih akan diseleksi, dan saya berharap dukungan doa dari masyarakat Minut," ucap Rumondor yang sekarang tengah mengenyam pendidikan di SMK Yadika di kelas 10.
Sementara itu ayah Axl Rumondor Adri Rumondor warga Desa Maumbi, sangat bangga dengan apa yang diraih putranya tersebut. "Sejak dari seleksi kabupaten hingga provinsi saya bersama ibunya serta para pembina mendampingi Axl memberi semangat dan kekuatan. Dan sekarang dia membuat kami bangga," terang Adri.(boy)
Andrei Angouw

MANADO,SM.COM - Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw menerima kendaraan dinas baru berjenis Alphard dengan anggaran mencapai Rp.1 miliar 50 juta, dimana menurut Angouw kendaraan dinas yang lama sudah berumur 5 tahun dan sudah perlu diganti menunjang kegiatan perjalanan dinas dalam daerah yang memakan jarak tempuh yang cukup jauh.

Menanggapi soal perbedaan jenis kendaraan dengan gubernur Olly Dondokambey yang hanya berjenis Inova, dikatakan Angouw kebutuhan tinjauan lapangan yang dilakukan gubernur bisa lebih terjangkau.

"Selain itu, Gubernur memiliki kendaraan dinas lain yang berjenis sama dengan mobil dinas saya dan aturan memungkinkan pengadaan tersebut, tapi untuk ketua dewan hanya diperbolehkan miliki satu kendaraan dinas," kata Angouw.(Obe)

Video pernyataan Andrei Angouw soal Mobil Dinasnya


MANADO,SM.COM - Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKRI) menilai jargon politik yang dipakai gubernur Olly Dondokambey (OD) dan wakil gubernur Steven Kandouw (SK) "Torang Samua Ciptaan Tuhan" (TSCT) adalah cara jitu dalam mengimplementasikan 7 program pokok OD-SK untuk lompatan ekonomi besar menuju Sulut Hebat.

Wakil Bendahara Umum DPN LAKRI Jhon Dumais mengatakan jargon TSCT adalah pencerahan terahadap sesuatu yang paling hakiki di alam semesta.

"Kita pribadi mendukung Slogan Torang Semua Ciptaan TUHAN dan hal ini wajar karena sebagai salah satu cara untuk mengimplementasikan,merealisasikan berbagai program untuk Sulut Hebat. Tidak ada yg salah dalam slogan ini justru slogan ini memberi pencerahan tentang sesuatu hal yg paling hakiki & Prinsip untuk selalu mengingatkan hakekat sang Pencipta serta manusia sebagai makhluk mulia," kata Dumais yang juga Fungsionaris Partai Demokrat Sulut.

Jhon Dumais yang juga Mantan Ketua Komisi I DPRD Sulut  periode 2009-2014 mengatakan  Slogan ini justru mempertegas semangat Torang samua basudara.

"Sebagai pemimpin Sulut OD - SK wajar jika punya cara tersendiri atau slogan untuk mewujudkan janji kampanye yakni SULUT HEBAT dan hal ini perlu didukung,"jelasnya.

Lanjut dikatakan Dumais, bentuk dukungan terhadap jargon TSCT juga bagian dari fungsi LAKRI sebagai lembaga pengawas akan jalannya pemerintahan yang bertujuan utama pengabdian terhadap masyarakat.

"Sebagai lembaga anti korupsi bertujuan utama membantu pemerintah menjalankan tujuan pelayanan masyarakat, jika dengan jargon ini dapat mewujudkan masyarakat sulut yang lebih hebat mengapa harus diperdebatkan," tandas Dumais.(Obe)
Arthur Kotambunan.
MANADO, SMCOM—Beberapa hari terakhir ini, slogan baru yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE dan Drs Steven Kandouw (OD-SK) yakni Torang Samua Ciptaan Tuhan menuai pro dan kontra dan beragam tanggapan dari masyarakat. Baik masyarakat Sulut itu sendiri maupu masyarakat luar Sulut.
Dan kini ada pernyataan menyejukkan yang diutarakan mantan Wakil Ketua DPRD Sulut Drs Arthur Kotambunan (AK). Melalui akun media sosial Facebook-nya, politisi yang dikenal low profile dan apa adanya ini mengajak masyarakat untuk tidak lagi mempolemikkan slogan yang telah dicanangkan OD-SK.
Berikut pernyataan Kotambunan di FB, Senin 18 Juli 2016 kemarin:
(Sekedar bagi pendapat seputar pro kontra slogan OD-SK skrg ini: "TorangSamuaCiptaanTuhan").
Masa SHS (Gubernur SH Sarundajang) punya beberapa slogan: "membangun tanpa korupsi" saat masa kampanye; setelah jadi gubernur ada slogan baru lei: kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas. Masa kampanye OD-SK dikenal slogan "Sulut Hebat", lanjut setelah menang mengikuti slogan presiden jokowi: "kerja kerja kerja". Skrg Gub/WaGub mencanangkan slogan tambahan: "torangsamuaCiptaanTuhan". 
Semua ini adlh hak dari siapa yg memimpin (OD-SK) utk mencanangkannya (non perda); memang setiap isu yg terangkat, pasti ada pro n kontra dan diterjemahkan masing2 minus plusnya. Bagi yg setuju dgn slogan GuB/Wagub periode 2016-2021 silahkan menikmati dan gunakan slogan tersebut; bagi yg msh senang dgn slogan lama, silahkan gunakan; krn tdk ada larangan anda pribadi gunakan itu; hanya tentu bagi pejabat n jajarannya pemprov sulut, ini sdh wajib hukumnya dlm setiap sambutan hrs terselip: "TorangSamuaCiptaanTuhan". 
Bukan berarti pengucapan TorangSamuaBasudara so hilang di kamus. Tetap torang samua basudara, tetapi slogan resmi OD-SK skrg adlah "TorangSamuaCiptaanTuhan" lepas dari segala pro kontra.... Dmklah sekedar pencerahan!!!!Mari torang belajar menerima pengarahan pemimpin qta sepanjang bukan merugikan kepentingan rakyat sulawesi utara. Dan saya yakin masukan masy sulut akan mendapat perhatian dari Gub/Wagub qta semua. UjilahSegalaSesuatuDanPeganglahYgBaik!!!Amin!!
Salam:"SulutHebat". "KerjaKerjaKerja". "TorangSamuaCiptaanTuhan".(dsw)

Franky Rais (Kiri,Red)

MANADO,SM.COM - Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2011 yang melarang penggunaan dana APBD untuk sepak bola sejak 2011 silam ternyata membawa dampak besar bagi sepak bola di Indonesia khususnya Sulawesi Utara.

Nyiur Melambai sebenarnya memilik atlet sepakbola potensial yang bisa mengharumkan nama daerah bahkan bisa memberikan tambahan pemasukan bagi pundi-pundi APBD, karena itu Eks pemain Persma Manado Franky Rais mengharapkan adanya sumbangsih dari Gubernur Olly Dondokambey (OD) – Wagub Steven Kandouw (SK).

“Tak ada akar rotanpun jadi, kalau Sulut tidak memiliki Klub professional sendiri mungkin alangkah indahnya jika OD-SK mau menjembatani atlet muda potensial untuk mengikuti seleksi yang digelar oleh klub-klub professional yang ada di luar Sulut, kasihan saja dengan potensi yang ada saat ini mubasir tidak terpakai,” kata mantan bek kiri persma.

Lebih lanjut Rais mengatakan, sampai saat ini bibit-bibit muda yang ada di Sulut memiliki talenta dan skil alam yang mumpuni dan berkelas nasional disayangkan jika dibiarkan.

“Tuhan sudah berikan talenta untuk putra daerah, tapi apa daya semua harus buyar karena keterbatasan anggaran bagi pesepakbola muda untuk ikut seleksi klub professional diluar daerah, semoga ada perhatian dari kepala daerah kita,” kata Franky Rais.

Namun untuk saat ini sepertinya angin segar dari pemerintahan Jokowi untuk pencabutan pelarangan penggunaan dana APBD untuk sepak bola, dimana rencana pencabutan tersebut sedang dibahas secara mendetil demi menghindari peluang terjadinya penyalahgunaan. 

Selain itu pemerintah pusat juga diinformasikan sedang menggodok batasan-batasan tegas soal penggunaan dana APBD untuk sepakbola tersebut yang salah satunya adalah ketentuan bahwa dana APBD hanya akan diperuntukkan bagi klub amatir.(Obe)
Kegiatan MPLS di SMPN 1 Ulu Siau, Senin 18 Juli 2016.
SITARO, SMCOM—Senin, 18 Juli 2016 pagi tadi sejumlah sekolah di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, Sudah mulai dibuka. Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dispora) Sitaro Robert Kahiking pun meninjau langsung kegiatan siswa baru  di beberapa sekolah yang ada di pulau Siau. Salah satu sekolah yang ditinjau adalah SMPN 1 Ulu Siau.
Menurut Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Ulu Siau, Maria Pasorong SPd MSi, kunjungan Kadispora ini juga sekaligus membuka acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada 199 murid baru yang akan berlangsung selama tiga hari kedepan. “Tujuan utama dilaksankannya MPLS adalah untuk pengenalan lingkungan sekolah bagi para siswa baru,” ujarnya.
Dikatakan pula, dalam MPLS ini tidak ada kekerasan sesuai surat dari Menteri Pendidikan yang dibacakan Kepsek SMPN 1 Ulu Siau CH Dalughu SPd MSi. “”Pada saat ini sudah tidak diperkenankan lagi bagi kakak kelas untuk melakukan hal tersebut, karena telah ada edaran Menteri Pendidikan,” ujar Pasorang.
Sementara itu terpantau para siswa baru di beberapa sekolah di pulau Siau dengan penuh antusias mengikuti MPLS di sekolah masing-masing, sedangkan para kakak kelas terlihat tidak ada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).(ddk)




| Copyright © 2015 SwaraManadoOnline, All right reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Privacy Policy | Info Iklan |