Berita Terbaru

Slider Area

Politik Pemerintahan

Olahraga

Minahasa Utara

Monday, October 15, 2018

Kejari Minut Mulai Selidiki Dana PNPM di Seluruh Desa di Minut
by Frani Bagawie - 0

DANA PNPM milik salah satu desa di Kecamatan Likupang Timur saat diserahkan ke Kejari Minut.(foto:dok)
AIRMADIDI,SMCOM--Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut akan melakukan penyelidikan terhadap semua desa di daerah itu yang menerima bantuan dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri tahun anggaran 2008-2014. Ini dilakukan Kejari Minut karena diduga ada desa yang telah menerima bantuan PNPM Mandiri, namun tidak disalurkan seperti yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Likupang Timur sehingga dana sebesar Rp794.502.081 harus dikembalikan ke kas negara.
Kajari Minut, Rusdiningsih SH mengakui jika pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan. "Tim Pidsus (Pidana Khusus) sudah turun lakukan penyelidikan dan itu akan kita lihat bagaimana hasilnya," ujar Rusdiningsih saat didampingi Kasi Pidsus A Silitonga
kepada wartawan, Senin (15/10).
Pada bulan Juni 2018 lalu, salah satu desa di Kecamatan  Likupang Timur ditemukan anggaran sisa dari program PNPM Mandiri yang masuk ke rekening Bank Sulut nomor 034.02.11.000664-2 atas nama SPP MP LIKTIM/Novita Makapeti. Proses pemeriksaan pun dilaksanakan berdasarkan surat perintah penyidikan nomor PRINT-03/R.1.16/Fd.1/05/2018 tertanggal 31 Mei.
Namun atas etikad baik dari pemerintah desa, maka dana sisa itu dikembali bersama bunganya ke kas negara lewat Kejari Minut. "Saya minta kepada pemerintah desa yang menerima bantuan PNPM agar segera mengembalikan dana yang tidak terpakai. Jangan sampai kami temukan, maka itu akan berproses hukum," jelasnya.
Diketahui, PNPM sudah berakhir sejak 31 Juli 2015, berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Desa PDTT bernomor 134/DPPMD/VII/2015.(lee)
Read More

Kumtua Bahoi Keluhkan Pengeboran Air Dari Dinas PU
by Frani Bagawie - 0

KUMTUA Bahoi, Daud Dalero.
AIRMADIDI,SMCOM--Proyek pengeboran air bersih yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui pihak ketiga yakni kontraktor di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat, mulai dikeluhkan oleh Hukum Tua (Kumtua) Daud Dalero.
Pasalnya, proyek air bersih dan 2 bak penampungan yang dianggarkan kurang lebih Rp800 juta dari APBD 2018 ini, pengerjaannya sudah terhenti. "Sudah hampir 1 bulan proyek itu tidak berjalan. Saya akan pertanyakan masalah ini ke Dinas PU. Jika Dinas PU dan kontraktor tidak ada orang yang siap kerja, saya nanti carikan orang untuk kerjakan proyek tersebut. Saya juga melihat mesin pengeboran yang digunakan sudah tidak layak karena sudah beberapa kali rusak," ungkap Dalero.
Penyediaan air bersih di Desa Bahoi sudah sangat mendesak diperlukan masyarakat. Sebab, air bersih yang ada sekarang dinilai tidak layak karena mengandung zat kapur. Sementara, dengan adanya proyek air tersebut, maka air yang akan dikonsumsi masyarakat sudah sangat baik. "Proyek pengeboran air berada di puncak sehingga air akan bersih. Sementara untuk saat ini, air bersih yang digunakan warga berasal dari bawah dan dekat pantai sehingga mengandung kapur," jelas Dalero.(lee)
Read More

Kantor Kemenag Tanpa Musholah, Ada Apa Dengan Pemkab Minut
by Frani Bagawie - 0

TOKOH Masyarakat Airmadidi, Hj Husein Tuahuns.
AIRMADIDI,SMCOM--Fasilitas publik harusnya memiliki sarana musholah bagi umat Muslim yang akan menjalankan ibadah 5 waktu. Namun sayangnya, perkantoran Pemkab Minut termasuk didalamnya ada kantor Kementerian Agama (Kemenag) Minut, ternyata tidak ada fasilitas musholah. Hal itupun langsung mendapat sorotan dari Ketua Masyarakat Airmadidi, Hj Husein Tuahuns. "Masa di SPBU saja ada musholah, lantas kenapa perkantoran Bupati minimal kantor Kemenag saja tidak ada," tanya Tuahuns kepada wartawan, Senin (15/10).
Menurut Tuahuns, berdasarkan informasi dari FKUB Minut jika pembangunan musholah ini belum ada komunikasi dengan Bupati Minut Vonny A Panambunan. Padahal, acara peletakan batu pertama sudah akan dilaksanakan, namun dihentikan oleh Satpol PP Minut.
Untuk meluruskan permasalahan ini, maka Tuahuns pun mencari Kabag Humas Pemkab Minut, Chresto Palandi. Namun sayang, Kabag Humas jarang berada di tempat sehingga menjadi sorotan dari Tuahuns. "Jangan sampai ada kesan jika FKUB melarang pembangunan musholah ini sehingga itu perlu dipertanyakan ke pemerintah. Tapi Kabag saat dicari selalu tak berada di tempat. Tidak mungkin saya harus langsung menghadap ke Bupati jika beliau lagi sibuk karena ada corong pemerintah (Kabag Humas)," ungkap Tuahuns.
Berdasarkan informasi, Kabag Humas sering tidak berada di ruangan karena selalu mengikuti agenda dari Bupati Minut. Hal tersebut pun disorot Tuahuns. "Harusnya itu tugas dari TUP yang mengikuti agenda Bupati dan bukan Kabag Humas. Jika begitu terus, corong pemerintah tidak akan jalan dan itu perlu dievaluasi oleh Bupati," tandas Tuahuns.
Kabag Humas Pemkab Minut, Chresto Palandi saat dikonfirmasikan mengatakan jika pada prinsipnya Bupati tidak pernah melarang adanya pembangunan Musholah karena itu merupakan fasilitas umum. Hanya saja, peletakan batu pertama ini harus ada Bupati. "Tidak ada yang melarang karena itu fasilitas umum. Namun alangkah baiknya itu tunggu ibu Bupati dulu," tandas Palandi.(lee)
Read More

Thursday, October 11, 2018

Lagi, Kejari Minut Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
by Frani Bagawie - 0

UANG negara sebesar Rp1.119.154.095 dari pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis akan dikembalikan ke kas negara.(foto:glen/smcom)
AIRMADIDI,SMCOM--Kembali Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut, Kamis (11/10), menyelamatkan uang negara sebesar Rp1.119.154.095 dari pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis (MWM) Minut yang berasal dari  Dana Alokasi Khusus (DAK). Uang ini berasal atau dikembalikan dari 2 kontraktor yakni PT Karta Tri Putra dan CV Cahaya Sinar Miracle yang menangani pembangunan RSUD MWM.
Dengan adanya penyelamatan uang negara tersebut, jadi total kerugian negara yang berhasil diselamatkan Kejari Minut berjumlah Rp1.309.122.058. Sebab sebelumnya, 2 kontraktor yakni CV BPO'S dan CV Amin Anugerah sudah mengembalikan uang negara sebesar Rp187.967.870.
Kajari Minut, Rusdiningsih SH MH dalam konfrensi pers mengatakan, jika dalam pembangunan RSUD MWM ini menelan anggaran sebesar Rp19.895.388.000 dari DAK. Namun karena adanya pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi kerugian negara sebanyak Rp1.309.122.058 sehingga langsung ditindaklanjuti oleh Inspektorat dan Kejari Minut. "Pengembalian uang negara ini berkat kerjasama Kejari dan Inspektorat Minut yang melihat hasil pemeriksaan dan temuan BPK dimana ada denda pembayaran dan sebagainya. Uang ini akan dikembalikan ke kas negara. Semoga itikad baik ini akan menjadi contoh bagi pihak kontraktor lainnya," ujar Rusdiningsih.
Ditambahkan Rusdiningsih, pengembalian uang negara ini tidak akan berlanjut ke pengadilan mengingat 4 pihak kontraktor memiliki etikad yang baik. "Disini tidak ada unsur kesengajaan dan tak akan bermuara ke pengadilan. Sebab, kalau masuk ke pengadilan, itu akan membutuhkan biaya besar dan waktu lama," tambahnya.
Kepala Inspektorat Minut Umbase Mayuntu ikut mengakui jika pengembalian ini atas hasil temuam BPK. Untuk itu, Umbase memberikan aspirasi yang tinggi kepada 4 kontraktor tersebut. "Pengembalian ini sangat baik bagi perusahaan karena kontraktor tidak akan cacat dan bisa terjalin baik dengan pemerintah dalam proyek lainnya. Istilahnya kontraktor tidak akan di black list dan bisa bersaing kembali untuk proses tender proyek kedepan. Bahkan pemilik perusahaan bisa tidur nyenyak dengan telah pengembalian uang negara ini," tandas Umbase.
Diketahui sebelumnya, Kejari Minut telah mengeluarkan surat perintah penyelidikan bernomor 04/R1.16/Fd.1/09/2018 Kejari Minut dengan memanggil pihak perusahaan pelaksana proyek pembangunan 4 jenis pekerjaan RSUD MWM yang masing-masing dikerjakan oleh empat perusahan dengan nilai kontrak berbeda.
Adapun pembangunan gedung rawat inap dengan anggaran sebesar Rp7.570.000.000 yang dikerjakan oleh PT Cahaya Sinar Miracle diduga terdapat temuan kerugian negara sebesar Rp486.618.179.
Kemudian pembangunan gedung poli klinik dengan anggaran sebesar Rp9.442.000.000 yang dikerjakan oleh PT Karya Tri Putra diduga terdapat temuan kerugian negara sebesar Rp634.535.916.
Lalu pembangunan gedung laundry anggaran sebesar Rp1.007.268.000 yang dikerjakan oleh CV Amin Anugrah diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp58.738 972.
Dan terakhir pembangunan lanjutan rawat inap dengan anggaran sebesar Rp1.876.120.000 yang dikerjakan CV BOP’S diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp129.228.989.(lee)
Read More

BM Kawal Bantuan Pemkab Minut Untuk Korban Bencana di Sulteng
by Frani Bagawie - 0

BANTUAN dari Pemkab Minut bagi warg korban bencana di Sulteng.(foto:ist)
AIRMADIDI,SMCOM--Aksi sosial untuk korban bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, kembali disalurkan Pemkab Minut pada Kamis (11/10). Bantuan ini dilepas oleh Sekda Minut Ir Jemmy Kuhu MA di depan kantor Bupati Minut dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minut dan Ormas Brigade Manguni (BM).
Kuhu usai melepas bantuan, kepada wartawan mengatakan jika ini merupakan penyaluran ketiga dari Pemkab Minut kepada warga yang terkena musibah di Sulawesi Tengah (Sulteng). "Ini merupakan bantuan kloter ketiga dari Pemkab Minut untuk korban bencana di Sulteng," kata Kuhu.
Ditambahkan Kuhu, bantuan yang diberikan tak jauh berbeda dengan bantuan sebelumnya yakni berupa keperluan sandang dan pangan. Namun kali ini sudah termasuk dengan obat-obatan. "Bantuan ini nantinya akan dikawal oleh Ormas Brigade Manguni (BM) sampai ke daerah tujuan. Semoga bantuan ini bisa meringankan saudara-saudara kita yang terkena musibah," tambah Kuhu.
Sekjen Brigade Manguni, Novie Kolinug SH mengatakan jika bantuan ini akan dikawal sampai ke 3 daerah yang terkena bencana di Sulteng. "Akan dikawal hingga sampai ke warga Minut yang menjadi korban bencana di Sulteng," tambahnya.(lee)
Read More

Artis Jalan Roda dan KOMPAS All Out galang dana Bencana Palu dan Donggala
by fadjrin haryanto - 0

Foto bersama para Artis Jalan Roda Manado bersama KOMPAS sebelum event.


MANADO, SMCOM - Gempa 7,4 SR dan Tsunami di Palu dan Donggala membuat mata dunia terbelalak. Melihat hal itu, bantuan pun datang untuk korban jiwa dan warga Palu dan Donggala pada umumnya. Juga, kepedulian datang dari para Artis Jalan Roda Kota Manado bersama Komunitas Om’ Paling Snang (KOMPAS) yang turut serta  menggalang dana denga tajuk event Peduli Palu dan Donggala yang dilaksanakan di New Marina Bay Cafe n’ Beer House, untuk disalurkan di Palu dan Donggala, (10/10) tadi malam.

Kiki Waworuntu mewakili All Artis Jalan Roda, yang juga salah satu penggagas event mengatakan, sangat terasa kalau kita tak ikut membantu korban jiwa dan keluarga serta masyarakat di Palu dan Donggala. ‘’Ini juga bentuk kepedulian serta dari lubuk hati yang paling dalam dari kami sebagai penggiat hiburan di Manado terpanggil untuk menggalang dana kemanusiaan,’’kata Kiki.

Kiki mengungkapkan, Sejumlah artis yang tergabung dari Jalan Roda, ikut ambil bagian dalam acara penggalangan dana ini.

Maka, kami pun terpaksa turun ke jalan raya di siang hari. Selain turun ke jalan raya, para All Artis Jarod juga masuk sejumlah tempat-tempat hiburan dan menyampaikan bahwa kita juga ikut peduli dengan bencana gempa 7,4 SR yang diikuti Tsunami. Maka, bantulah kami. Dan bantuan diatas akan langsung disalurkan ke Palu dan Donggala.

Senada dikatakan Manager New Marina Bay Cafe n’ Beer House Yasir Liatu mengatakan, demi kemanusiaan, Pihaknya mendukung penuh event ini. "Jadi, tak hanya kami saja yang ikut peduli. Warga Manado pada umumnya juga kami sambut dengan suka cita. Upaya ini akan kami  lakukan terus dalam beberapa hari kedepan sebelum waktu kami kirim. Pastinya, pengiriman bantuan akan dilaksanakan secepat mungkin,’’sebut Yasir.(efh)
Read More

Wednesday, October 10, 2018

Eman Ingatkan Perda No 7 Tahun 2017
by Frani Bagawie - 0

KEGIATAN Fasilitasi Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Perda Kota Tomohon Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Ketertiban Umum.(foto:ist)
TOMOHON,SMCOM--Pemkot Tomohon melalui Bagian Hukum Setda Kota Tomohon menggelar kegiatan Fasilitasi Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Perda Kota Tomohon Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Ketertiban Umum yang di laksanakan di Kantor DPRD Kota Tomohon, Rabu (10/10).
Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak hadir dalam kegiatan tersebut dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan ini mengatakan bahwa penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentuan masyarakat menjadi urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah Kota Tomohon yang dalam pelaksanaannya harus dijalankan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan budaya serta tata nilai kehidupan masyarakat Kota Tomohon. “Pemerintah sebagai pembuat kebijakan seharusnya mempertahankan atau memelihara sesuatu yang baik tentang kota dan berupaya merencanakan pertumbuhan dan perubahannya. Bentuk konkrit pengaturan tersebut adalah dengan membentuk peraturan daerah dalam rangka mengatasi masalah ketertiban umum,” papar Walikota.
Dijelaskannya, berdasarkan Perda No 7 Tahun 2017, terdapat 10 ruang lingkup ketertiban umum di Kota Tomohon, antara lain tertib jalan dan angkutan jalan raya, tertib fasilitas umum, tertib sungai, saluran dan kolam, tertib lingkungan, tertib tempat usaha dan usaha tertentu, tertib sosial, tertib kesehatan serta tertib tempat hiburan.
“Kegiatan ini dimaksudkan tidak hanya sebagai payung hukum bagi penyelenggaraan ketertiban umum, tetapi juga sebagai instrument untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan kepada masyarakat sehingga keberadaan peraturan daerah ini benar-benar dapat mewujudkan pemerintahan yang baik bagi masyarakat kota tomohon," kunci Walikota.
Diawal kegiatan, Kabag Hukum Setda Denny Mangundap SH dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mewujudkan Kota Tomohon yang tentram dan tertib serta menumbuhkan rasa disiplin berperilaku dalam masyarakat Kota Tomohon.
Selaku narasumber pada kegiatan ini Ketua DPRD Kota Tomohon Ir Miky JL Wenur MAP. Turut hadir pada kegiatan ini Asisten Umum Ir Corry Caroles, Asisten Perekonomian Max M Mentu SIP MAP, para kepala SKPD, Kepala Bagian,  para Camat dan Lurah se-Kota Tomohon.(lee)
Read More

Bantuan Pemkot Tomohon Sudah Disalurkan ke Sulteng
by Frani Bagawie - 0

BANTUAN bagi korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala.(foto:ist)
TOMOHON,SMCOM—Sebagai bentuk kepedulian akan bencana gempa/tsunami yang menimpa Wilayah Palu, Donggala dan sekitarnya, maka Pemkot Tomohon ikut memberikan berbagai bentuk bantuan seperti beras, perlengkapan bayi/anak, biskuit, air mineral, serta barang lainnya.
Saat bersamaan Wartawan Biro Tomohon, Komunitas Musisi Kota Tomohon didalamnya Komunitas CML, turut memberikan bantuan melalui Pemkot Tomohon diterima oleh Kadis Sosial dan diteruskan ke pihak posko bantuan.
Bantuan yang telah diserahkan pada Jumat (5/10) lalu oleh Asisten Kesra Setda Kota Tomohon Drs O D S Mandagi bersama Kadis Sosial dr John Lumopa mewakili Walikota Tomohon di Posko bantuan bencana untuk Palu dan Donggala di lapangan udara Sam Ratulangi Manado, dimana telah diterima oleh Kolonel Arm Gunawan.
Terpisah, Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak berharap bantuan ini akan sangat membantu korban gempa/tsunami di Palu Donggala dan sekitarnya. "Semoga bantuan ini akan sangat membantu, bermanfaat sekaligus dapat meringankan beban yang dialami masyarakat yang terdampak bencana," ucap Eman.
Lebih dari itu Walikota Eman mengungkapkan mengatasnamakan Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon menyampaikan turut prihatin sekaligus berbelasungkawa kepada keluarga-keluarga yang anggota keluargannya meninggal akibat gempa, semoga Tuhan yang maha kuasa akan memberikan kekuatan dan ketabahan.(lee)
Read More