Mecky Onibala, Kadispora Sulut


MANADO,SM.COM - Torehan prestasi darah Sulut Lilyana Natsir pebulutangkisganda campuran yang meraih medali emas di Olimpiade Brasil menjadi modal besar bagi atlit Sulut yang akan bertarung di Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Jawa Barat yang berlangsung 17-29 September bulan depan.

kepala Dinas Olah Raga (Dispora) Sulut Mecky Onibala mengatakan prestasi Lilyana Natsir secara tidak langsung telah mendongkrak semangat juang atlit Sulut di PON nanti dan semangat tersebut diharap dapat terjaga sampai akhir pertandingan nanti.

"Sulut akan mengikuti26 cabang olah raga dan kami tetap optimis dengan hasil terbaik yang akan diraih utusan atlit yang dikirim untuk berlaga di PON nanti," kata Onibala.

lanjut dikatakannya, atlit yang dikirim tidak perlukhawatir dengan anggaran karena semua sudah tertata dan dipastikan semua  akan berjalan baik.

"Anggaran 17 Miliar yang tertata dipastikan akan habis dipakai untuk PON tahun ini, atlit dan oficial yang ada nanti tinggal fokus pada pertandingan,"tegas Onibala.

disampaikan Onibala untuk mendongkrak semangat atlit, pihak pemerintah provinsi (Pemprov) Sulut dibawah kepemimpinan gubernur Olly Dondokambey - wakil gubernur Steven Kandouw telah menyiapkan "Suntikan Doping" berupa anggaran khusus bagi atlit prestasi di PON tersebut. 

"Bonus yang dipersiapkan Pemprov untuk atli peraih medali emas Rp150 juta, peraih medali perak Rp75 juta dan medali perunggu Rp50 juta sedangkan untuk pelatih yang berhasil membimbing atlit peraih medali akan diberikan bonus sebesar Rp100 juta," tandas Onibala sembari berharap dukungan dan doa dari warga Sulut bagi atlit-atlit yang mewakili Nyiur Melambai yang akanbertanding bulan depan nanti.(Obe)
Rasky Mokodompit turun reses ke desa Tungoi Bolmong.


BOLMONG - Akses jalan perkebunan bagi warga desa Tungoi I kecamatan Lolayan diminta agar diperhatikan pemerintah guna mengangkut hasil perkebunan didesa tersebut.

Ini salah satu aspirasi warga  diungkapkan saat anggota DPRD Sulut Rasky Mokodompit menggelar reses serap aspirasi kedaerah pemilihan.

Warga mengungkapkan harapan aspirasi yang disuarakan dapat diperjuangkan.

"Akibat jalan akses ke perkebunan rusak, anggaran untuk mengeluarkan panen pasti besar sehingga hasil panen kami dipasaran tidak berimbang lagi atau besar pasak daripada tiang,"ungkap salah satu warga.

Persoalan lain yang disampaikan adalah perlunya bantaran sungai mengantisipasi kemungkinan banjir.

"Jika musim hujan datang, sungai yang ada sering meluap kami takut terjadi banjir, karena itu kami berharap perhatian pemerintah untuk membangun talut bantaran sungai," ungkap warga.

Menanggapi ini, Rasky Mokodompit mengatakan aspirasi warga adalah suatu kewajiban setiap anggota dewan untuk memperjuangkannya dan itu gunanya reses yang ada sehingga tugasnya sebagai anggota legislator Sulut dapat lebih bermanfaat.

"Terima kasih se tinggi-tingginya atas antusias masyarakat yg menghadiri reses, cukup banyak. Meskipun duduk di DPRD Sulut untuk periode kedua, baru kali ini saya hadir di desa tungoi 1," kata Rasky.

Lanjut dikatakan anggota legislator ganteng dan enerjik ini, penyampaian aspirasi dari masyarakat merupakan tanggung jawab saya untuk memperjuangkan aspirasi mereka di dewan propinsi sulut,

Reses Rasky Mokodompit di desa tungoi I tersebut dilakukan pada selasa (23/8) lalu dan  diterima oleh sangadi Sutrisno Ungko dan jajarannya, serta BPD, dan mendapat antusias dari tokoh masyarakat Ruslan Ompig, tokoh agama pegawai syar'i, gembala gereja dan masyarakat.(Obe)
Salah satu penampilan grup tari yang memeriahkan pentas seni budaya Sitaro, Kamis (24/8/2016).
SITARO, SMCOM—Untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni budaya yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), maka Pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang dipimpin Kadis Dra SW Katiandagho, menggelar pentas seni budaya di tempat umum, tepatnya di Pelabuhan Ulu Siau Kecamatan  Siau Timur (Sitim), Kamis (24/8/2016) tadi. Pentas yang berlangsung kurang lebih 2 jam tersebut, menyajikan beberapa tari-tarian, seperti tari Kliki Tong, tari Merah Putih, dan tari Petik Pala.

Winston Sagune, salah seorang pegawai Disbudpar Sitaro menjelaskan kegiatan tersebut sudah menjadi program Disbudpar Sitaro. "Tujuan utama diadakannya pentas ini adalah untuk menggali, menghidupkan dan mengembangkan kreatifitas, bakat masyarakat dalam bidang seni budaya. Jenis tarian yang dipamerkan adalah merupakan tarian peninggalan nenek moyang," ungkap Sagune kepada SwaraManado.com.

Beberapa penari mengaku sangat bangga bisa membawakan tarian yang merupakan peninggalan nenek moyang mereka. Menurut mereka, dengan menjadi penari mereka bukan hanya bisa menari namun lebih menariknya lagi mereka mengaku dengan  menari mereka bisa mengetahui nilai sejarah yang dituangkan dalam seni tari tersebut yang dulunya tidak tahu.


Para warga yang menyaksikan juga mengaku senang. Yeri Derek misalnya, yang menilai hal tersebut merupakan kegiatan yang sangat positif. "Kita senang dengan adanya pentas seni ini. Ini positif dan perlu dikembangkan. Karena dengan kegiatan pentas kesenian di tempat umum masyarakat yang dulunya tidak tahu tentang tarian tradisioanal dan sejarah yang tertuang di dalamnya akirnya menjadi tahu," ujar Ketua Bagasi Pelabuhan Ulu tersebut.(ddk)


WALIKOTA Manado GS Vicky Lumentut dan Dandim 1309 Manado Letkol Arm Johanes Toar Pioh menghadiri Rakornis TMMD ke-97 Tahun 2016 di Jakarta, Rabu (24/8/2016).
JAKARTA, SMCOM—Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL), Rabu (24/8) kemarin, memenuhi undangan menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 Tahun 2016, yang digelar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Balai Samudera, Jakarta Utara. Hadir juga dalam kegiatan tersebut Dandim 1309 Manado Letkol Arm Johanes Toar Pioh.

Kehadiran Walikota GSVL dan Dandim Pioh dalam kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kerjasama antara Pemkot Manado dan TNI dalam menciptakan suasana kondusif untuk Manado yang lebih baik. Apalagi dalam setiap kesempatan, Walikota mengajak masyarakat Manado untuk bersama-sama menciptakan rasa aman dan nyaman di Ibukota Sulut ini sebagai pusat pemerintahan dan pusat perekonomian Sulut.

Sementara itu dalam acara TMMD di Jakarta, KASAD Jenderal TNI Mulyono selaku Penanggung Jawab Operasional (PJO) TMMD Tahun 2016 menyampaikan bahwa kegiatan TMMD merupakan wujud nyata penerapan gotong royong, kebersamaan, dan kesatuan serta persatuan antara TNI AD dengan masyarakat dalam membangun daerah, yang diterjemahkan dalam tema Rakornis kali ini yaitu ‘Dengan semangat kemanunggalan dan kerja sama sektoral serta lintas komponen Bangsa, Kita Tingkatkan Percepatan Pembangunan di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat’.

Mulyono berujar, TMMD juga sebagai wujud pengabdian TNI AD kepada bangsa dan negara. Juga sebagai implementasi Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo yang membangun Indonesia dari pinggiran. “TMMD ke-97 tahun ini kami bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan yang telah memiliki infrastruktur transportasi sampai ke pelosok negeri,” katanya.

Ketua Komite Kebijakan Publik (KKP) Kemenhub Laksamana (Purn) DR Marsetio MM dalam sambutan pembukaannya mewakili Menteri Perhubungan menyampaikan, Kemenhub siap mendukung sepenuhnya kegiatan TMMD Tahun 2016. “TMMD ini sejalan dengan program kerja Kemenhub dalam mengimplementasikan Program Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ingin membangun Indonesia dari daerah terluar, terdepan, terisolir, terpinggir, dan termarjinalkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara merata,” kata Marsetio.

Dia mengatakan, Kemenhub memiliki sarana dan prasarana yang cukup hingga ke daerah-daerah terpencil. “Kapal-kapal kami sudah dapat menjangkau pulau-pulau terpencil dan terluar. Sehingga konektivitas antar daerah seperti yang diharapkan oleh Presiden Jokowi, secara bertahap telah tercapai,” ujarnya.(dsw/btc)

Bisa juga dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Kamis 25 Agustus 2016.


Ilustrasi.
MANADO, SMCOM—Penyakit lama “mati-mati strom” kembali kambuh. Terbukti, Rabu (24/8/2016) hari ini, terhitung tiga kali PT PLN melakukan pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Manado tanpa alasan yang jelas. “Pagi, siang, sore. So tiga kali mati strom,” ujar Ferry Rotinsulu, warga Kelurahan Ranomuut.

Dikatakannya, pemadaman listrik ini tentunya kembali menjadi momok masyarakat, apalagi tanpa ada pemberitahuan dari PT PLN. “Kita sebagai konsumen kembali kuatir akan terjadi lagi pemadaman listrik. Ini harus dipertanyakan, karena waktu lalu bos-bos di PLN Suluttenggo so janji nda ada pemadaman listrik lagi,” tukas Rotinsulu.

Sejumlah ibu rumah tangga juga gerah dengan pemadaman listrik ini. Bahkan mereka mengakui kalau aktivitas di rumah terganggu, apalagi saat ini hampir semua kegiatan di dapur seperti memasak, menggunakan listrik. “Tolong PLN jangan lagi bikin resah masyarakat dengan pemadaman listrik,” ujar Sri, seorang ibu rumah tangga di kampung Liwas.

Warga pun kembali mempertanyakan keberadaan Kapal Pembangkit Listrik (Marine Vessel Power Plant) Zeynep Sultan asal Turki yang berada di Teluk Amurang Minsel. “Kapal listrik itu katanya bisa menyuplai listrik di Sulut, sehingga tidak ada lagi pemadaman. Tapi kenapa sekarang masih ada?,” tanya Robert Maramis, warga Ranomuut.(dsw)


Bisa juga dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Kamis 25 Agustus 2016.
ANGGOTA Deprov Sulut Yongki Limen berdiri di depan mobil kontainer yang masuk di Liwas, Rabu (24/8/2016) siang.(foto: donny/sk/sm)
MANADO, SMCOM—Masyarakat Kelurahan Ranomuut, khususnya yang tinggal di Lingkungan VI (lebih dikenal dengan kampong Liwas), nampaknya mulai gerah dengan aktivitas keluar masuk mobil kontainer di komplek mereka. Bagaimana tidak, kendati siang hari namun kendaraan berbadan besar tersebut tetap masuk keluar di Liwas kendati tidak seimbang dengan ruas jalan yang sempit Jl Lengkong Wuaya. Ditambah lagi dengan debu akibat aktivitas galian C dan pengerukan tanah yang dilakukan pengembang perumahan, membuat masyarakat setempat gerah.

Puncaknya terjadi Rabu (23/8/2016) siang sekitar Pukul 12.00 Wita. Mobil kontainer yang masuk ke Liwas akhirnya dicegat masyarakat dan dilarang untuk masuk. Nampak Anggota Deprov Sulut Yongki Limen, yang tak lain warga setempat ikut nekat mencegat mobil kontainer tersebut. Hanya dengan menggunakan setelan kaos hitam dan celana pendek, politisi Partai Golkar itu menghalangi mobil kontainer tersebut untuk melintas.

Sempat terjadi adu mulut antara Limen dan sopir kontainer. Sekira kurang lebih 30 menit kemudian, nampak anggota Polisi dari Sektor Tikala tiba di lokasi. Namun rupanya, kehadiran beberapa anggota Polisi tersebut justru memicu kemarahan yang lebih besar dari Limen. Telepon selular yang digunakan Polisi yang kemungkinan berkomunikasi dengan pemilik kontainer tersebut diambil Limen. Saat itu terjadi percakapan, dan terdengar Limen marah-marah kepada orang di balik telepon tersebut.

“Ko’ jang ngana suru polisi kamari, lebe marah kita,” tukas Limen sambil menaruh telepon selular tersebut di telinganya. Kurang lebih 15 menit Limen berkomunikasi dengan pemilik kontainer, pada akhirnya sopir kontainer disuruh berbalik dan tidak boleh melintas lagi di jalan sempit tersebut.

Diketahuim aktivitas keluar masuk mobil kontainer di Liwas memang sudah terjadi cukup lama, karena ada gudang di komplek Liwas tersebut. Hanya saja yang disesali warga, aktivitas keluar masuk mobil berbadan besar tersebut tidak melihat waktu, kendati itu siang hari dimana Jl Lengkong Wuaya tersebut akhir-akhir ini padat dengan aktivitas kendaraan. “Laeng kali macet di jalan ini lantaran oto kontainer,” aku sejumlah warga.

Bebas beraktivitasnya kendaraan berbadan besar di siang hari di Manado memang menjadi masalah. Instansi terkait seperti Dinas Perhubungan nampaknya sudah membiarkan aktivitas mobil berbadan besar lalu lalang di Manado di siang hari. Padahal ada Peraturan Walikota (Perwako) yang mengatur soal itu, dimana mobil berbadan besar dibatasi jam berkativitas hanya khusus malam hari. “Kami minta pemerintah untuk kembali mengaktifkan kembali Perwako tersebut, dan berharap Dinas Perhubungan lebih serius melakukan penertiban,” tukas Susan M, warga Liwas.(dsw)

Bisa juga dibaca di SKH SWARA KITA Manado dan ePaper www.swarakita-manado.com edisi Kamis 25 Agustus 2016.



BUPATI Minut Vonnie Panambunan tidak mau membuat keputusan yang tidak beralasan apalagi dengan istilah asal suka dengan tidak suka dan tetap hati-hati terkait OPD.(foto: boyz)
Airmadidi,SMCOM-Pembahasan tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Selasa 23 Agustus 2016, akhirnya mulai diparipurnakan Dekab Minut bersama dengan Pemkab.
Dalam paripurna pembicaraan tingkat pertama Rancangan peraturan daerah (Ranperda) pembentukan OPD, Ketua Dekab Minut Berty Kapojos mengatakan, sesuai Undang-Undang (UU) 18 Tahun 2016 tentang perangkat daerah maka sususan OPD di Minut sangat mendesak.
"Untuk itu Dekab Minut memandang susunan OPD ini patut dibahas untuk disahkan menjadi Peraturan daerah (Perda)," tutur Kapojos.

Dari hasil pembahasan bersama tersebut, enam fraksi yang ada di Dekab Minut masing-masing Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang disampaikan Jimmy Mekel, Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) oleh Chintia Erkless, Partai Golongan Karya (Golkar) oleh Edwin Nelwan, Demokrat oleh Yetty Karamoy, Hati Nurani Rakyat (Hanura) Hanura oleh Harlen Pungus, dan Restorasi Keadilan Indonesia (RKI) dibacakan oleh Denny Sompie, akhinya setuju untuk dilakukan pembahasan selanjutnya dengan beberapa catatan.

Memang dalam pemilahan OPD bagi pejabat, ada jebakan Batman yang tersembunyi. Salah melangkah fatal akibatnya. Salah satu catatan fraksi yang disampaikan, mendapat tanggapan Bupati Minut. Seperti yang diutarakan dari Fraksi PDIP, dimana agar dalam pengisian jabatan nantinya harus sesuai dengan kemampuan.

"Tentu itu. Saya tidak mau membuat keputusan yang tidak beralasan apalagi dengan istilah asal suka dengan tidak suka. Saya harus hati-hati, jangan sampai saya dijebak. Pokoknya semua sesuai aturan yang ada, semua eselon harus saya teliti. Tentunya dengan berdoa agar tidak ada kesalahan," tegas Panambunan.(boy)
TIM IPMU yang menghadap Bupati Minut Vonnie Panambunan usai melakukan tatap muka dan memberikan ide serta gagasan untuk kemajuan Minut.(foto: ist)
Airmadidi,SMCOM-Ikatan Pendiri Minahasa Utara (IPMU), Selasa 23 Agustus 2016, untuk pertama kalinya sejak pasangan Bupati Minut Vonnie A Panambunan dan Wakil Bupati Joppie Lengkong (VAP-Jo) dilantik, melakukan audiens di ruang kerja Kantor Bupati Minut.

Kedatangan tim dari IPMU yang dipimpin Ketua Umum IPMU Denny Wowiling, bertujuan memberikan dukungan atas pemerintahan yang dipimpin VAP-Jo termasuk didalamnya akan ikut memberikan ide serta gagasan untuk kemajuan Minut.

"IPMU memiliki beban moril kepada pemerintahan sekarang. IPMU punya tanggung jawab sejarah. Kami melakukan tatap muka dengan Bupati sekaligus memberi ide gagasan dari IPMU yang mendukung kebijakan pemerintah VAP Jo yang pro rakyat, yang nantinya akan mempercepat proses kesejahteraan masyarakat," tutur Wowiling.

Ditambahkan Wowiling, IPMU meminta pemerintah agar melakukan pemerataan pembangunan, tidak hanya berpusat pada pembangunan Kecamatan Airmadidi tapi hingga ke wilayah pelosok seperti  Likupang.

"Kami melihat, Bupati dan Wabup memiliki komitmen yang sama, memperhatikan wilayah Likupang, walau lokasinya jauh tetapi pemerintah ada perhatian. Kami sependapat, sejalan dengan Bupati. Pola pemerataan pembangunan sudah dilaksanakan. Beliau mulai membangun untuk Likupang Raya, artinya program semakin sedikit tapi indikator pencapaian semakin baik," beber Wowiling.

Bahkan Wowiling menilai, kinerja VAP-Jo dalam enam bulan memimpin Minut, memiliki progres yang sangat meyakinkan. "Walaupun ada kritikan seperti pola pemerataan pembangunan, tentunya disini juga ASN harus ikut berperan termasuk staf yang pro ke VAP-Jo untuk mendukung dalam bentuk dedikasi demi terwujudnya visi-misi VAP-Jo," terang Wowiling.

Adapun tim IPMU yang ikut bertatap muka dengan Bupati Minut yakni Ketua Umum IPMU Drs Denny Wowiling MSi, pengurus IPMU Sekretaris Leo Kalempow, Bendahara Ronald Awuy dan anggota lainnya.(boy)

| Copyright © 2015 SwaraManadoOnline, All right reserved | Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Privacy Policy | Info Iklan |