Berita Terbaru

Slider Area

Politik Pemerintahan

Olahraga

Minahasa Utara

Friday, March 24, 2017

Marak isu penculikan anak, Polsek Sitim masuk sekolah
by donwu - 0

Anggota Polsek Sitim saat memberikan pengarahan kepada pelajar.
SITARO, SMCOM—Merebaknya isu penculikan anak yang meresahkan warga akhir-akhir ini, membuat aparat Polsek Siau Timur (Stitim) Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bertindak cepat dengan turun ke sekolah-sekolah. Adapun sekolah yang dikunjungi tidak hanya SD, tapi juga SMP dan SMA yanga ada di Siau.

Anggota Polsek Sitim Ipda Agus J Balemuka ketika ditemui SwaraManado.com di halaman SD Katolik Excelsior Ulu Siau menuturkan, pihak kepolisian mengantisipasi agar hal yang tidak diinginkan seperti yang diisukan saat ini tentang penculikan anak, tidak akan terjadi.


“Kedatangan kami ini adalah untuk memberi arahan, menghimbau, atau mengingatkan kepada pelajar terlebih bagi murid SD, agar jangan mudah diajak  oleh orang-orang yang tidak dikenal, atau bukan anggota keluarga. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.(ddk)

Read More

Kecamatan Sitim raih Musrembang terbaik
by donwu - 0

Bupati Toni Supit saat menyalami Camat Dikson Tadete.
SITARO, SMCOM—Kecamatan Siau Timur (Sitim) terus berbenah. Belum lama ini kecamatan di bawah pimpinan Camat Dikson Tadete menerima piagam penghargaan Murenbang kecamatan terbaik se-Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Piagam yang diserahkan langsung Bupati Toni Supit SE MM di ruang Auditorium Kantor Bupati diterima langsung oleh Camat Tadete.

Tadete sendiri ketika ditemui SwaraManado.com usai menerima piagam tersebut mengaku bangga. Dikatakannya, piagam tersebut adalah prestasi yang diraih oleh oleh semua pihak terkait di Kecamatan Sitim. "Saya bangga karena Kecamatan Sitim meraih penghargaan,” ungkapnya.

Diketahui, saat ini Kecamatan Sitim terus berbenah, yang terlihat di beberapa Kelurahan, seperti lokasi pasar di Kelurahan Tarorane, yang tampak lebih indah dari sebelumnya.(ddk)



Read More

Thursday, March 23, 2017

Support bus dalam kota, komentar netizen soal aksi sopir mikrolet di Manado
by donwu - 0

Situasi jalan di zero point Kamis (23/3/2017) saat sopir mikrolet mogok beroperasi dan saat kembali beroperasi. Foto lain pemerintah menyiapkan bus dan armada alternatif untuk mengangkut penumpang.
MANADO, SMCOM—Aksi mogok beroperasi yang dilakukan sejumlah sopir angkot di Manado, Kamis (23/3/2017) siang hingga sore tadi, ikut mengundang pernyataan netizen dalam akun sosial media Facebook. Seperti apa ungkapan mereka?

Hanny Wong Kandou:
Hari ini jalanan serasa nyaman sekali, seperti ada di kota negara maju. Oh rupanya Mikrolet lagi demo tidak narik gara-gara taxi dan ojek online.
Dan mikrolet tidak menyadari bahwa mereka sudah memberi studi banding gratis kepada warga kota jika tanpa mereka berada di jalanan Manado maka suasana kota ini sangat nyaman dan tidak macet akibat ulah mereka yang suka berhenti dan berbelok sesuka hati tanpa memikirkan pengemudi yang lain.
Sopir Mikrolet yang ugal-ugalan, tidak tersertifikasi dengan mobil yang sudah sangat tidak nyaman (ceper dengan per mobil yang keras, menyetel musik tidak tahu aturan) dan suka merokok sembarangan dalam mobil tanpa memikirkan penumpang di dalamnya ada bayi atau ibu hamil sebaiknya dihapuskan oleh pemerintah.
Saya juga suka naik mikrolet tapi lama-lama gerah juga dalam mikrolet yang jalannya kayak siput, tiap depan lorong pasti melambat dan sopirnya sibuk clingak-clinguk cari penumpang di sembarangan tempat.
Berarti sekarang tinggal menunggu pemerintah segera membangun trotoar-trotoar yang lebar dan nyaman, memugar halte-halte bus dan segera mengaktifkan mini bus way atau moda transportasi umum dengan daya angkut 30-40 penumpang ber-AC plus Wifi yang pernah diwacanakan dulu malah terparkir percuma dan tertunda karena mikrolet demo waktu itu.
Kapan ada perubahan transportasi umum kalo bentar-bentar ada kemajuan mereka demo??
Mikrolet yang melakukan demo karena alasan adanya taxi dan ojek online seharusnya berpikir lebih sederhana, seperti bedagang saja, bila dagangan mikrolet sepi... yah sopir itu segera mendaftar saja menjadi supir taxi online atau ojek online yang lagi hits, toh mikronya juga bukan punya mereka..mudah kan?
Gitu aja kok repot..
Sejujurnya.. dan sejujur-jujurnya tidak ada satupun warga manado yang menggunakan mikrolet menyukai apalagi mencintai moda trasnportasi ini.. naik mikro itu karena terpaksa....

Josep Awaloei:
Ternyata Manado itu indah tanpa mikrolet. Dan ternyata kemacetan yg ada selama ini biang keroknya mikrolet. Perlu ada pengaturan yang ketat pada mikrolet juga sopir2nya. Pemerintah harus berlakukan sistem genap ganjil mikrolet beroperasi. Dan mikrolet yang sudah kadaluarsa tidak lagi boleh diizinkan beroperasi, harus di musnahkan

Briano Erico:
Ini qt musti komen... SETUJU! Wujudkan laju2.. kalo perlu dinas perhubungan lgsg dokumentasikan ni kejadian kong beking simulasi kalo mikrolet tetap beroperasi seperti apa, kalo mikrolet tidak beroperasi seperti apa... bisa dijadikan landasan empiris buat pengambilan keputusan pemimpin daerah nnti...

Jenny Yeye Kalalo:
BERARTI PEMKOT HRS INOVATIVE......KERJA CEPAT.....WUJUDKAN RENCANA TREM DAN BUSWAY SEGERA ...... DAN AKAN LEBIH HEBAT LAGI KALAU BUSWAY DAN TREM ITU DIBUATKAN JALAN BARU SEPANJANG PESISIR PANTAI BULOVARD 2....MENADO AKAN TERLIHAT SEPERTI MANHATTAN NEW YORK CITY......AMIN AMIN AMIN

Reynold Wuisan:
Mikro/Angkot jgn di hapus.. tp setelah bertahun tahun menjadi biang utama kemacetan di Kota, maka perlu di cari solusi salah satunya di kurangin secara bertahap. Karna yg saya amati di atas 60% Mikro KOSONG alias tanpa penumpang brrkeliaran dan cukup meresahkan etika mereka dlm berlalu lintas.

Rendy Tambengi:
AKSI BELA MIKRO. 1 hari nda ada mikro, msyarakat belajar berpaling pa gojek dll. sia-sia nda dapa setoran.

Charles Makikama:
Momen yang pas untuk menghapus mikrolet dr kota Manado. Berikan batasan area operasional untuk ke area urban saja, dan optimalkan mini bus trans kawanua yang lebih banyak kapasitas muatnya dan lebih tertib karena berhenti di halte yang sudah tentukan dan tentunya nyaman karena full AC. Kemudian optimalkan transportasi tanpa trayek (online) yang layanan nya lebih bagus dan nyaman, bisa jemput/antar sampai tempat tujuan 😁

Hesty Wangean Kaloh:
Koment rata2 tdk lagi suka mikro.. Bye Mikro..your time's up!!  Move on jo kwa mikro..
Pemerintah Kota Manado please..so boleh stow di atur ulang kang depe ijin nie mikro2..

Ferry Tamon:
Sopir angkot di Manado (sebagian besar stou), nyetir mobil seenaknya saja/tdk tertib/tdk disiplin. Kalau transportasi online, bersih sopan tertib di jalan ramah kpd penumpang. Mari torang dukung keberadaan transportasi online.

Ronald Maurits Satikens:
Kt hrs ajungkan jempol utk para mikro yg hari ini telah membuat kota manado bebas dr kemacetan. Mudah-mudahan demo terus spy manado boleh jd kota tdk termacet

Nardus Sumera:
KALO Mayoritas penduduk Manado merasa sejahtera tanpa mikro, bagusnya beking PETISI jo Kong ditindaklanjuti oleh wakil2 Rakyat termasuk torang pe aktivis2 parpol

Julienda Mandagi:
Setuju klo bisa mikro di kurangin lah....jgn msk dlm pusat kota bukan anti mikro tp klo bisa lebih maju Tampa mikro knapa tdk....(fb)


Read More

Sopir angkot demo damai, Kadishub Manado: Terima kasih atas kerjasamanya
by donwu - 0

KADISHUB Manado M Sofyan dan Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Roy Tambayong saat berada di bus Trans Kawanua, melayani penumpang karena sopir angkot mogok operasi, Kamis (23/3/2017) siang.
MANADO, SMCOM—Aksi mogok beroperasi sopir angkot Kamis (23/3/2017) siang hingga sore tadi berjalan aman dan terkendali. Karena itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) M Sofyan berterima kasih kepada para sopir yang telah menjalankan aksi ini secara damai. 

“Terima kasih atas aksi damainya. Rekan-rekan Organda, khususnya para sopir telah menjadi teladan dalam aksi ini karena berjalan dengan aman dan lancar,” ujarnya di komplek kantor Walikota, Jl Balaikota Tikala, usai para sopir membubarkan diri.

Tak lupa kepada pihak-pihak terkait, seperti aparat Kepolisian dan TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), dan kepada jajarannya di Dishub Manado yang telah menjalankan tugasnya masing-masing mengawal aksi damai para sopir angkot ini. “Kerjasama yang baik lintas sektor mengawal aksi ini hingga berjalan damai, juga perlu diapresiasi. Terima kasih rekan-rekan TNI/Polri, dan juga Satpol-PP,” kata Sofyan.

Pun demikian kepada TNI/Polri, Satpol-PP dan pihak Damri yang ikut menyediakan transportasi alternatif untuk digunakan penumpang, sehingga tidak ada penumpang yang terlantar karena adanya aksi mogok para sopir angkot. 

“Saya dapat laporan dari jajaran saya, tidak ada penumpang yang terlantar. Jadi aksi mogok para sopir angkot ini tidak mengganggu aktifitas masyarakat, khususnya pengguna angkutan umum,” tandas Sofyan.(dsw)


Read More

Pemkab-DPRD Sitaro setuju Ranperda Penanganan Rabies dijadikan Perda
by donwu - 0

Pemkab-DPRD Sitaro setuju Ranperda Penanganan Rabies dijadikan Perda.
SITARO, SMCOM—Tak lama lagi Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) akan memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan Bahaya Rabies.

Kabag Humas Pemkab Sitaro Rony Romansyah berujar, hal tersebut sejalan dengan dilakukan persetujuan bersama antara Bupati Toni Supit SE MM dengan DPRD  Sitaro terhadap Ranperda tersebut, Kamis (23/3/2017) pada Rapat Paripurna DPRD Sitaro.

"Bupati dan DPRD menyatakan setuju Ranperda Penanggulangan Rabies ditetapkan menjadi Perda dalam rangka mengsukseskan program Sitaro bebas rabies," ujarnya.


Harus diakui, penanganan kasus rabies di Sitaro cukup baik. Bahkan Kabupaten Sitaro saat ini dipercaya sebagai pilot project sebagai daerah bebas rabies. “Dan keberadaan Perda ini dihadapkan mampu mendukung upaya pemerintah meminimalisir rabies di Sitaro,” tandas Romansyah.(ddk)

Read More

Sopir mikrolet di Manado juga tolak “terminal bayangan”
by donwu - 0

Mobil pick-up sebagai tempat orasi aksi sopir angkot di kantor Walikota Manado, Kamis (23/3/2017) sore tadi.
MANADO, SMCOM—Kamis (23/3/2017) siang tadi, ratusan sopir angkutan umum dalam kota (angkot) jenis mikrolet menggelar aksi damai. Berawal dari lapangan KONI, para pendemo yang dikawal aparat kepolisian kemudian bergerak ke kantor Gubernur Sulut di Jl 17 Agustus. Usai dari situ, mereka kemudian menuju ke kantor Walikota di Jl Balaikota Tikala.

Di kantor Walikota Manado, mereka diterima Asisten I Mickler Lakat, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) M Sofyan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Hanny Solang, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), serta Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Roy Tambayong.

Aapa tuntutan para sopir angkot ini? “Hak kami sebagai transportasi resmi dikebiri oleh transportasi tidak resmi. Karena itu kami menolak transportasi berbasis online beroperasi di Manado seperti Gojek. Kenapa? Karena sampai saat ini belum ada aturan di Indonesia yang memperbolehkan roda dua jadi transportasi. Begitu juga kami menolak adanya Gocar beroperasi di Manado karena belum ada izin resmi dari pemerintah. Selain itu, kami minta pemerintah menertibkan taxi gelap dan terminal bayangan,” ujar Sem Lanongbuka, Ketua Basis Teling dalam orasinya.

Adapun Ketua Organda Manado Kaloh Moleong menyorot masalah kontribusi dari transportasi berbasis online ini kepada pemerintah. “Jangan biarkan ada transportasi yang tidak memberikan kontribusi PAD kepada Manado beroperasi di Manado. Angkot rutin mengurus KIR dan semua administrasinya, dan jelas beri kontribusi PAD. Kalau transportasi online tidak memberikan PAD kepada Manado, jadi harus dihentikan pengoperasiannya,” tegas Moleong.

Asisten I Mickler Lakat yang mewakili Walikota DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE menyambut baik aksi para sopir ini, dan segera mengkaji tuntutan yang disampaikan. “Kami telah mencatat dan mendengar tuntutan kalian,” ujar Lakat di hadapan pendemo.

Usai itu para pendemo membubarkan diri dengan tertib, dan langsung kembali melakukan aktivitas mereka untuk beroperasi.(dsw)



Read More

Lippo Plaza Manado ingkar janji, Kaiwatu pun banjir
by donwu - 0

SKH Swara Kita Manado edisi Kamis 23 Maret 2017.
MANADO, SMCOM—Mediasi antara warga Kampung Kaiwatu dengan pengembang Lippo Plaza sempat memberikan harapan manis terkait ancaman banjir di Kampung yang terletak Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget tersebut.

Dalam mediasi yang dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkot Manado yang saat itu masih dijabat Joshua Pangkerego, berhasil tercipta kesepahaman bahwa pihak Lippo Plaza akan bertanggung jawab apabila terjadi banjir di Kampung Kaiwatu yang merupakan imbas dari air buangan dari salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Provinsi Sulut itu.

Namun, janji tersebut seakan hanyut terbawa banjir besar yang baru pertama kali terjadi Senin (20/3/2017) awal pekan, 11 rumah yang dihuni 30 kepala keluarga tenggelam terdampak naiknya air hingga setinggi leher orang dewasa.

Banjir yang melanda Kaiwatu saat hujan Senin 20 Maret 2017 awal pekan.

Seorang warga yang terdampak banjir, Charles Polohindang mengaku kecewa dengan sikap pihak Lippo Plaza. “Kami sebenarnya tidak setuju dengan pembangunan Lippo Plaza, karena pembuangan air mengarah ke wilayah kami, tapi pada saat ini pengembang berjanji akan membenahi drainase jika terjadi banjir, maka kami menyetujui. Apalagi saat itu hadir Pak Pangkerego mewakili Pemkot Manado,” kata Charles, Rabu (22/3/2017) kemarin.

Mewakili warga Kampung Kaiwatu, Charles meminta kebijaksaan dari pihak Lippo Plaza untuk dapat membenahi drainase agar ke depan tidak lagi terjadi banjir. “Kami hanya meminta hak kami sebagai warga karena kami lebih dulu berdomisili di sini. Selebihnya kami tidak berbuat apa apa,” ujar Charles sambil menitikkan air mata.

Yulce Sandil warga lainnya menambahkan, memang Kampung Kaiwatu sudah menjadi langganan banjir, tapi tak separah yang terjadi Senin 20 Maret 2017. “Banjir kali ini luar biasa, air naik dengan cepat. Akibatnya, barang barang tidak sempat diselamatkan,” ujar Yulce sambil tertunduk lesu.

Untuk itu, Yulce berharap Pemkot Manado dapat datang untuk melihat kondisi yang terjadi. “Hingga saat ini hanya ada bantuan nasi campur dari BNPB, yang lain tidak ada. Tapi, selebihnya kami hanya mengharapkan agar pemerintah kota dapat membantu meminimalisir banjir yang terjadi,” katanya.

Yulce menambahkan, aspirasi pembenahan drainase sudah beberapa kali disampaikan dalam Musrenbang Kelurahan Kairagi Dua, tetapi hingga saat in belum ada realisasi. “Kalau masukkan dalam Musrenbang sudah puluhan kali disuarakan,” bebernya.

Lurah Kairagi Dua Melky Jocom saat dikonfirmasi mengaku akan segera mengambil tindakan serius. “Ini memang parah saat saya terjun melihat lokasi. Dan ini (banjir, red) akan berlanjut terus apabila tidak dibenahi,” kata Melky.

Selain itu, kata Jocom, pihaknya juga akan melobi Lippo Plaza untuk dapat membantu pembenahan. “Memang saat pembangunan Lippo Plaza, saya belum menjabat Lurah di sini. Tapi nanti saya akan mencoba untuk memfasilitasinya,” ujar Jocom.(har)



Read More

Wednesday, March 22, 2017

Sopir mikrolet mogok, Dishub-Polisi siapkan armada angkut penumpang
by donwu - 0

Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Roy Tambayong dan Kadishub Manado M Sofyan.
MANADO, SMCOM—Kamis (23/3/2017) besok, ratusan sopir angkutan umum dalam kota (angkot) atau mikrolet berencana menggelar aksi demo dengan cara mogok “mancari”. Sopir dan pengusaha angkot bersepakat menggelar aksi unjuk rasa damai dengan mogok operasi angkutan umum selama sehari penuh.

Melalui surat edaran DPC Organisasi Gabungan Angkutan Darat (Organda) Manado bersama kerukunan sopir-sopir angkot se-Manado, pengurus AKDP Sulut, pengurus Taxi Blubird dan Dian Taxi, menghimbau agar seluruh angkutan umum tidak beroperasi. Aksi mogok operasi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pengoperasian angkutan berbasis online seperti Go-Car, Go-Jek, maupun dan taxi gelap.

Dengan adanya aksi ini, dipastikan ribuan penumpang akan terlantar. Karena itu, instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan pihak Kepolisian, telah mengantisipasinya dengan menyiapkan armada berupa bus maupun kendaraan jenis lainnya. Hal itu terungkap dari hasil rapat antara Kadishub Manado M Sofyan bersama Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Roy Tambayong bersama petinggi Polda Sulut, di salah satu hotel di Jl Sudirman Kelurahan Lawangirung, Rabu (22/3/2017) siang tadi.

“Tak bisa dipungkiri pasti aka nada penumpang yang terlantar. Meskipun sudah banyak transportasi alternatif, namun kami akan siapkan armada untuk mengangkut penumpang. Kami telah menghubungi pihak Damri dan koordinasi dengan Pol-PP untuk kendaraan,” ujar Sofyan. “Kalau dibutuhkan, kami juga akan siapkan bus polisi untuk membantu,” sambung Tambayong.

Terkait dengan aksi para sopir ini, baik Sofyan maupun Tambayong berharap aksi ini berjalan damai tanpa adanya aksi anarkis, apalagi melakukan pemaksaan.(dsw/skh-swarakita)



Read More